Showing posts with label foto. Show all posts
Showing posts with label foto. Show all posts

NASA, Foto Terbaru Permukaan Bulan

NASA memublikasikan gambar-gambar yang sebelumnya belum pernah diketahui khalayak seputar tiga titik pendaratan di Bulan. Foto-foto resolusi tinggi ini menampilkan gambar yang sangat detail atas situs eksperimen, jejak kaki para astronot, serta kendaraan di Bulan.

Dalam sebuah jumpa pers, Jim Green, Director Planetary Science Division NASA memperlihatkan foto-foto situs pendaratan Apollo 12, 14, dan 17 yang diambil oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO).

“Kita bisa melihat jejak bekas langkah kaki para astronot dengan detail yang lebih baik dan melihat dari mana mereka mengambil sampel-sampel bebatuan di Bulan,” kata Noah Petro, geolog bulan di Goddard Space Flight Center NASA, seperti dikutip dari Huffington Post.

Menurut Mark Robinson, peneliti dari Arizona State University yang bertugas sebagai peneliti utama studi LRO, foto-foto baru ini berbeda dengan foto-foto permukaan Bulan yang sebelumnya pernah diambil.

Gambar dari Narrow Angle Camera pada ketinggian rendah memperdalam pengetahuan kita terhadap permukaan Bulan. Salah satu contoh adalah tajamnya bekas jejak kendaraan penjelajah di situs pendaratan Apollo 17. Pada foto terdahulu, jejak tersebut memang terlihat, namun kini garis paralel tajam terlihat di permukaan.

Foto-foto terbaru ini juga menggambarkan bahwa banyak puing-puing tertinggal di permukaan Bulan di saat para ilmuwan tengah memprihatinkan banyaknya sampah yang tertinggal di ruang angkasa, di orbit planet Bumi.

Adapun misi ke Bulan berikutnya NASA adalah mengirimkan sensor kembar untuk mempelajari gravitasi Bulan. Data yang dikumpulkan akan memberikan informasi bagi ilmuwan untuk lebih memahami bahan-bahan pembentuk Bulan, hingga sampai ke intinya. 

Foto Hewan-hewan Teraneh dari Dasar Laut


Foto-foto ini berasal dari kontes foto tahunan yang diselenggarakan oleh Rosenstiel of Marine and Athmospheric Science, University of Miami.
Beberapa foto binatang aneh dan unik yang berasal dari kehidupan dasar laut, salah satunya dari perairan Bali Indonesia, terungkap.

1. Ikan Gobi transparan
Foto ikan ini diambil dari MarsaAlam, Mesir. Foto ini memenangkan penghargaan utama sebagai The Best Overall Photo dalam kompetisi tahun ini. 
Kuda Laut Kerdil
Kuda laut pigmy atau Hippocampus bargibanti, mungkin sulit untuk Anda kenali, karena selain mampu berkamuflase dengan lingkungan sekitarnya, kuda laut ini begitu kecil, bahkan ukurannya tak akan mampu tumbuh lebih besar daripada satu inchi. Foto ini memenangkan penghargaan kategori 'Marco'.
Teripang Warna
Teripang ini dipenuhi dengan warna-warni yang mencolok. Ia hidup di Tarragona, Catalonia, Spanyol.
4. Teripang dan Udang Belalang
Sebuah teripang dan udang belalang dijumpai di dasar laut di daerah Pantai Seraya Bali, Indonesia.
5. Ikan Sotong
Gerombolan ikan sotong terlihat tengah kawin di Muara Oosterschelde dekat kota Zeeland, Belanda. Foto ini memenangkan penghargaan utama kategori 'Wide Angle'.
6. Ikan Landak
Ikan yang terlihat seperti sedang tersenyum itu adalah ikan landak jaring (Chilomycterus antillarum). Ikan ini ditemukan di Danau Worth Lagoon, Pantai Riviera, Florida AS.  Foto ini memenangkan penghargaan kedua pada kategori potret tahun ini.

Menakjubkan, FOTO Close-UP Matahari yang Sesungguhyna

Pernahkah Anda terbayang bagaimana sebenarnya bentuk permukaan matahari yang sesungguhnya, yang sekarang bisa kita lihat hanyalah cahaya yang tak tertembus mata telanjang. Ternyata permukaan matahari bentuknya sangat menakjubkan indah sekali bagaikan karya seni pelukis legendaris dunia.
Seperti hasil guratan kuas dari lukisan abstrak yang begitu indah. coba lihat versi Hi Resolutionnya wow, luar biasa, menakjubkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Karya indah ini diabadikan oleh seorang astronom Dr Kevin Reardon dari Arcetri Astrophysical Observatory di Florence Italia dengan luas area yang diambil 65 ribu mil persegi.

Lihatlah gas super panas matahari menjilat jilat sangat cepat dan aktif meledak ledak dikenal sebagai spikula sekitar 300 mil dan menyembur ke atas diameter dari matahari dengan kecepatan supersonik 45.000 mph. Mereka dapat diibaratkan pipa gas, masing-masing selebar sebuah negara kecil dan selama setengah Bumi.


Source: http://fathur-net.blogspot.com/2011/02/inilah-foto-close-up-matahari-yang.html

Space Pictures This Week: Bow Shock, Mars, Jupiter, Moon, More


Star With a 'Stache

Image courtesy NASA/JPL-Caltech/UCLA
Seen in visible light, the star known as Zeta Ophiuchi is dim, red, and surrounded by inky blackness. But in infrared the star becomes a bright blue ball of fire topped with a glowing "mustache" of interstellar dust, as seen in a new picture from NASA's Wide-field Infrared Survey Explorer, or WISE, telescope.

Astronomers think Zeta Ophiuchi was once part of a stellar duo known as a binary pair. Then the companion star exploded, releasing Zeta Ophiuchi to go flying away on a fast-tracked solo act through space. The star is now plowing through a cloud of dust and gas at 15 miles (24 kilometers) a second. As the star moves, its powerful radiation is compressing the gas and dust in its path, creating a bow shock that shines in infrared.

Martian Moon's Bottom

Image courtesy G. Neukum, Freie Universität Berlin/ESA/DLR
Pitted and pallid, the Martian moon Phobos hangs like a boulder in space in a new high-resolution picture taken by the European Space Agency's Mars Express orbiter. The spacecraft recently flew past the moon's southern hemisphere, snapping pictures from about 62 miles (a hundred kilometers) away.
The shots were taken by a stereo camera, allowing ESA scientists to construct a3-D view of the tiny moon. Studies of the cratered surface will help researchers plan the upcoming Phobos Grunt mission, a Russian project that aims to put a lander on the moon's surface to study the Martian system and send samples back to Earth.

Wide Open Space

Photograph courtesy NASA
Snow-capped mountains decorate the west coast of British Columbia in the first official picture taken from the International Space Station's Window Observational Research Facility, or WORF.
The picture was made to test the EarthKAM system, an educational outreach project that allows middle school students to take pictures of Earth remotely via WORF, which was delivered to the ISS last April by the space shuttle Discovery.

Scarred Giant

Image courtesy NASA/IRTF/JPL-Caltech/University of Oxford
An asteroid the size of the Titanic careened into Jupiter in July 2009, according to two recently published papers. Although no one saw the object, an amateur astronomer first noticed a dark spot on Jupiter in visible light. Seen in infrared (above), the impact generated heat and debris that formed a bright glowing scar on the gas giant planet's southern hemisphere.
Analysis of the impact debris showed abundant silica, which scientists say could only have been made by a strong, rocky body that penetrated deep into the Jovian atmosphere before exploding. 

Exploration of Santa Maria

Image courtesy NASA/JPL-Caltech/Cornell/ASU
Ripples of blue sand seem to flow along the bottom of Santa Maria crater in a new false-color picture taken by the Mars rover Opportunity. The colors—based on the wavelengths of near-infrared and visible light captured by the rover's camera—help show the differences in soil and rock compositions around the crater.
The picture was taken to mark Opportunity's seventh year exploring the face of the red planet. The rover landed on Mars on January 24, 2004, for a mission that was supposed to last just three months. Opportunity will spend a few weeks taking data on Santa Maria before resuming its primary trek toward the much larger Endeavour crater.
Source: www.nationalgeographic.com

Pictures: Volcano Lightning Electrifies Japan Eruption


Lightning crackles over Japan on Friday as ash and lava erupt from Shinmoedake peak, one of the calderas of the Kirishima volcano complex. 
Shinmoedake began erupting Wednesday, coating nearby villages and farms with ash and prompting authorities to ask for voluntary evacuations within a 1.2-mile (2-kilometer) radius.
Volcanic lightning is still a mystery, though it may be that electrically charged silica—part of magma—interacts with the atmosphere when it flies out of a volcano.



A "tentacle" of lightning stretches over Japan in a long-exposure picture taken Thursday of the ash plume rising from the Kirishima volcano complex.
Kirishima is a grouping of about 20 volcanic peaks on the southern Japanese island of Kyushu (map). The site featured in the 1967 James Bond film You Only Live Twice, serving as the secret base of the main villain, Ernst Stavro Blofeld.
Although the complex is often active, Wednesday's eruption is the strongest recorded atKirishima since 1959, ABC News reports.


A dense plume of ash rises and spreads from Japan's Shinmoedake peak on Thursday.
The Japan Meteorological Agency raised its volcano alert level Wednesday and warned people living near the peak to evacuate. But agency volcanologist Sei Iijima told ABC News that he doesn't think the eruption is a sign of bigger things to come.
"You can never say never with a volcano," Iijima said. "But the lack of magma movement beneath the surface leads us to believe that this activity won't lead to a large-scale eruption."
Source: www.nationalgeographic.com

Karya "Anak Cibinong" yang Mendunia!

Andiyan Lutfi, fotografer amatir asal Cibinong, Jawa Barat, berhasil mengabadikan momen alam yang menakjubkan dengan kameranya. Lantaran itu pula, foto jepretannya menjadi headline dalam rubrik Science and Technology di Dailymail.
Dalam salah satu hasil jepretannya, tampak koloni semut sedang menyerang seekor lalat yang berusaha masuk ke teritorinya. Foto ini menggambarkan perilaku semut yang mati-matian mempertahankan wilayahnya dari "makhluk" asing.


Pada foto lain Andiyan menggambarkan semut kelaparan yang berupaya meraih sepotongbrownies cokelat. Semut-semut tersebut tampak membangun formasi, yaitu satu semut berada di bawah, sementara semut lain berada di atasnya. Mereka terlihat tengah menikmati browniescokelat itu.
Adapun jenis semut yang tampak pada foto-foro Andiyan adalah semut merah atau biasa disebut semut rangrang. Jenis semut ini adalah salah satu yang paling sering ditemukan di taman.
Diketahui, jenis semut merupakan satu di antara 11.000 jenis semut yang ada di dunia. Mereka hidup dalam koloni. Ada yang berperan sebagai pekerja, pejantan, serta menjadi ratu.
Semut ini juga memiliki penyengat. Walau ukurannya kecil, sengatannya bisa terasa menyakitkan.
Andiyan menuturkan, ia memotret semut-semut tersebut di bawah pohon mangga di halaman rumahnya.
"Saya sering melihatnya dan saya pikir mereka luar biasa," ujarnya.
Tentu, orang terpukau dengan fotonya. Karena dari jepretannya itu, semut-semut merah tersebut tampak mampu bercerita sendiri.
Foto yang dihasilkan Andiyan tergolong dalam fotografi makro, yaitu jenis fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu obyek atau bisa dikatakan fokus terhadap obyek mikro. Fotografi ini sangat berguna untuk ilmu pengetahuan, misalnya dalam identifikasi spesies baru.

Planck Berhasil Merekam Gambar Jagat Raya

Gambar keseluruhan alam semesta hasil jepretan teleskop Planck milik Badan Antariksa Eropa (ESA) dipublikasikan. Sebagai informasi, Planck, satelit yang menelan biaya 600 juta euro tersebut diluncurkan tahun lalu oleh ESA.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, Senin, satelit Planck dikirim ke jarak jutaan mil di angkasa luar untuk merekam asal muasal alam semesta. Tugas satelit observator Planck adalah mengamati umur, muatan, dan evolusi kosmos dengan mempelajari suhu panas peninggalan Big Bang.



September tahun lalu, Planck mulai mengungkapkan citra pertama alam semesta berupa jalur-jalur cahaya berusia kuno di langit. Sekarang, Planck menghasilkan gambar langit secara menyeluruh. Citra tersebut menunjukkan objek di luar Bumi yang bisa terlihat oleh instrumen yang sensitif terhadap cahaya pada panjang gelombang yang sangat panjang.

Galaksi Bima Sakti mendominasi gambar. Garis horisontal berwarna terang di tengah gambar adalah cakram utama galaksi di mana terletak Matahari dan Bumi.

Yang tampak terlihat di bagian atas adalah awan debu yang mencapai ribuan tahun cahaya. Sedangkan di bawah adalah bidang datar galaktik. Ilmuwan akan membutuhkan bertahun-tahun untuk menganalisis gambar tersebut agar bisa memahami mengapa alam semesta bisa seperti keadaannya saat ini.

“Yang Anda lihat adalah struktur galaksi kita dalam bentuk gas dan debu. Itu memberi tahu kita tentang apa yang terjadi di area sekitar Matahari, dan juga memberi tahu kita mengenai cara pembentukan galaksi bila kita bandingkan dengan galaksi lain,” kata Profesor Andrew Jaffe, anggota tim Planck dari Imperial College London, pada BBC News.

NASA: Citra Terakhir Bumi di Tahun 2010

Satelit Geostationary Operational Environmental Satellite (GOES-13)  milik Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) mengabadikan foto terakhir Amerika Utara dan Selatan di tahun 2010, ketika dunia menanti datangnya tahun baru 2011.

GOES-13 menangkap citra Bumi dalam piringan penuh pada Kamis 30 Desember 2010. Gambar menakjubkan ini menunjukkan awan menutupi area bertekanan redah di atas Midwestern, AS dan Rocky Mountains, Colorado.


Proyek GOES NASA, yang berada di Pusat Luar Angkasa Goddard milik NASA, disibukkan dengan cuaca liar yang terjadi sepanjang 2010 ini.

GOES-13 bertugas memonitor bagian selatan AS, Samudera Atlantik, Teluk Meksiko, dan Karibia. Sementara, GOES-11 mengawasi kondisi cuaca di bagian barat AS dan Samudra Pasifik Timur.

Pada 2010. Satelit GOES sibuk menyediakan gambar dan animasi sistem udara, termasuk siklon tropis yang menyebabkan badai salju, banjir, dan angin kencang.

Seperti diketahui, cuaca ekstrim melanda dunia di akhir 2010 ini. Badai salju menghantam Eropa dan Amerika Serikat, bandara lumpuh, akibatnya sejumlah maskapai membatalkan penerbangan.

Anomali cuaca terjadi di Australia. Sejumlah wilayah di Australia, seperti di New South Wales dan Victoria, umumnya menikmati musim panas di akhir tahun. Namun, yang terjadi justru hujan salju.

Hujan terus-menerus bahkan menenggelamkan setengah dari negara bagian Queensland, Australia, 200.000 orang dipaksa mengungsi. Queensland dinyatakan sebagai daerah bencana.(vivanews.com)

Citra Jakarta Tahun 1976 dan 2004 Versi NASA

Citra Jakarta dari ruang angkasa
Jakarta sudah terlalu sumpek dan padat. Tak meratanya pertumbuhan ekonomi membuat Jakarta bak magnet yang menarik jutaan pendatang dari daerah lain tiap tahunnya.

Makin banyaknya penduduk, makin besar juga kebutuhan untuk rumah, pasar, dan juga jalan.


Akibatnya fatal. Bencana mengancam Jakarta. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) bahkan memprediksi Jakarta Utara tenggelam tahun 2030. Sedangkan untuk Jakarta Selatan ancaman menghadang di tahun 2050.

Ini adalah akibat pelanggaran aturan tata ruang, sistem drainase yang buruk, serta tingginya penggunaan air tanah di kawasan padat penduduk dan perkantoran.

Makin padatnya Jakarta sempat direkam satelit Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dari luar angkasa.

Foto pertama diambil NASA pada tahun 1976, saat penduduk Jakarta masih 6 juta jiwa. Yang kedua diambil pada 1989 saat penduduk Jakarta berjumlah 9 juta, dan pada 2004 saat penduduk berjumlah 13 juta.

Foto yang dihasilkan satelit NASA memanfaatkan cahaya inframerah yang dipantulkan permukaan Bumi. Vegetasi alias tumbuh-tumbuhan memantulkan cahaya inframerah sangat kuat tampak berwarna merah. Sementara, daerah perkotaan terlihat berwarna hijau muda.

Tiap foto yang ditampilkan mewakili luas 49x49 kilometer persegi, yang terletak di  6,2 derajat Lintang Selatan, 106,8 derajat Bujur Timur.

Dalam gambar tahun 1976 yang diambil pemindai Landsat MSS, menunjukkan, wilayah perkotaan saat itu berada di wilayah tengah gambar dan sepanjang pantai. Sisanya dipadati tumbuhan.


Citra Jakarta Tahun 1976 dan 2004 Versi NASA

Tiga belas tahun kemudian, pada 1989, Landsat menangkap ekspansi wilayah perkotaan terjadi di wilayah tengah dan mengikis tetumbuhan.

Citra Jakarta Tahun 1976

Sementara, dalam foto terakhir yang diambil instrumen Spaceborne Advanced Emisi Termal dan Refleksi Radiometer (ASTER) di satelit Terra NASA, pada tahun 2004, terlihat ekspansi perkotaan meluas ke barat.

Hampir keseluruhan gambar berwarna hijau terang, hanya noktah-noktah merah kecil yang tersisa. Ini berarti kantong vegetasi makin langka di Jakarta. Jika 2004 lalu sudah begitu gersangnya, bayangkan wajah Jakarta saat ini dari luar angkasa!


Citra Jakarta Tahun 1976 dan 2004


Artikel lain yang mungkin Anda sukai :
Kutub Utara dan Selatan Bumi Bergeser Tiap 200 Ribu Tahun
Fosil Berusia 30 Ribu Tahun di Siberia "Kerabat" Orang Papua
DNA Mitokondria Buktikan Gajah Afrika Terdiri dari Dua Spesies

Peneliti Fosil Temukan Bukti Pemusnahan MassalTeori Baru Lahirnya Alam Semesta
2010, Tahun Dengan Cuaca Terpanas Sepanjang Sejarah
Misteri-Misteri Tak Terpecahkan di Bidang Sains
Manfaat Gempa Bumi Bagi Kehidupan
Memprediksi Gempa Bumi dari Sinar Matahari
Skala Tsunami Bisa Diprediksi Menggunakan GPS
Moyang Manusia Modern Kawini Neanderthal
Cahaya Lampu Kota Dapat Mencemari Udara?
Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam Hari
Menginap di Hotel Terbuat dari Es
Picturesque Bugarach, Desa Ini Diyakini Sarang Alien
Al-Battani
CO & CO2
TANAH LONGSOR




Tempat-tempat Menakjubkan di Muka Bumi

Planet Bumi adalah hasil evolusi dari sekian banyak elemen pembentuk kehidupan. Dari berbagai unsur tersebut, terciptalah keanekaragaman bentuk kehidupan seperti yang kita kenal sekarang. Termasuk di beberapa sudut dunia yang ternyata memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.


hutan batu di china
Hutan Batu di Cina

kolam penghasuil garam di kota maras,peru
kolam penghasil Garam di kota Maras, Peru

kliluk, spotted lake, kanada
Kliluk, Spotted Lake, danau unik yang berada di wilayah Kanada

the stone wave, colorado, amerika serikat
The Stone Wave, Colorado, Amerika Serikat


Artikel lain yang mungkin Anda sukai :
KEAJAIBAN GEOLOGIMisteri Danau Berwarna Biru Neon

Hewan-Hewan Unik yang Menginspirasi Manusia
The Tunnel of Love, Terowongan Paling Romantis Di Dunia
Birds of Paradise, Burung Paling Indah di DuniaHal-Hal Unik di Dunia10 Ikan Prasejarah Yang Masih HidupAkibat Pestisida, Kini Lebah Tidak Tahu Jalan PulangKulit Katak Hasilkan Obat KankerLebah Mampu Hasilkan Energi Listrik dari MatahariMicronecta scholtzi, Hewan Paling Berisik di BumiMakhluk Kecil Yang Menyingkap Tabir KematianBakteri dalam Usus Pengaruhi Perilaku ManusiaMikrobot, Robot Mikro yang Bisa Membawa Objek 4 Kali Lebih BesarApakah Pengaruh Turunnya Aktvitas Matahari pada Bumi?Apakah Benar Pohon Bisa 'Bicara'?Virus Untuk Optimalkan Sel SuryaMengapa Burung Pelatuk Tak Pusing Saat Mematuk Batang Pohon?Cara Semut Merah Bersosialisasi Mirip Seperti FacebookSistem Kekebalan Tubuh Dapat Dikendalikan Oleh PikiranKutub Utara dan Selatan Bumi Bergeser Tiap 200 Ribu Tahun
Peneliti Fosil Temukan Bukti Pemusnahan Massal
Fosil Berusia 30 Ribu Tahun di Siberia "Kerabat" Orang Papua
DNA Mitokondria Buktikan Gajah Afrika Terdiri dari Dua Spesies
Teori Baru Lahirnya Alam Semesta
2010, Tahun Dengan Cuaca Terpanas Sepanjang Sejarah
Misteri-Misteri Tak Terpecahkan di Bidang Sains
Manfaat Gempa Bumi Bagi Kehidupan
Memprediksi Gempa Bumi dari Sinar Matahari
Skala Tsunami Bisa Diprediksi Menggunakan GPS
Moyang Manusia Modern Kawini Neanderthal
Cahaya Lampu Kota Dapat Mencemari Udara?
Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Malam Hari
Menginap di Hotel Terbuat dari Es
Picturesque Bugarach, Desa Ini Diyakini Sarang Alien