Showing posts with label mesin. Show all posts
Showing posts with label mesin. Show all posts

Bagaimana Cara Kerja Mesin Jet (Aircraft Power Plant)

Bagaimana Cara Kerja Mesin Jet (Aircraft Power Plant)
Pesawat terbang, adalah salah satu obyek yang selalu menarik untuk disimak. Kali ini kita akan melihat perkembangan salah satu “organ vital” pesawat terbang yaitu mesin pendorong yang berjenis mesin Jet atau dalam dunia penerbangan biasa disebut Aircraft Power Plant.
Mengapa disebut sebagai “organ vital” tentu saja…mesin Jet ini ibarat organ jantung pada manusia yang berfungsi mengatur denyut nadi, juga tekanan darah, yang secara umum pada akhirnya menentukan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.Apabila jantung manusia berhenti, maka seluruh kegiatan kehidupan yang ditunjang olehnya juga akan berhenti. Begitupun dengan mesin pesawat terbang. Apabila mesin itu mati karena suatu hal, maka secara umum sistem internal di dalam pesawat itu akan terancam kelangsungan hidupnya. Hal ini disebabkan karena mesin itu menyediakan fungsi sistem-sistem internal yang ada di dalam pesawat terbang tersebut. Sistem apa sajakah itu?

Sistem-sistem tersebut adalah Sistem Kelistrikan (Electrical System), Sistem Hidrolis (Hydraulic System), Sistem Tekanan Kabin (Pressurization System), Sistem Kendali Pesawat Terbang (Flight Control System), serta sistem-sistem sekunder lain yang ada dalam pesawat terbang.

Roda pendarat sangat tergantung dengan adanya Sistem Hidrolis ini. Penumpang di dalam pesawat terbang sangat tergantung dengan keberadaan sistem tekanan kabin, agar dapat bernapas dengan leluasa serta normal seperti layaknya diatas daratan. Sang penerbang pun sangat tergantung dengan sistem kelistrikan, supaya alat navigasi, alat komunikasi, serta alat-alat penunjuk lain dapat diandalkan. Sehingga dapat dibayangkan seandainya mesin pesawat terbang tersebut berhenti bekerja, maka semua sistem diatas akan berhenti juga. Itulah sebabnya mesin pesawat terbang mempunyai peran sebagai “organ vital”. Dahulu saat pesawat terbang berhasil dibuat oleh Wright bersaudara, satu-satunya tenaga penggerak dan pendorong adalah mesin sederhana yang menggerakkan baling-baling. Baling-baling itu lalu menimbulkan daya dorong (thrust), yang didukung oleh profil tertentu sayap pesawat, sehingga menimbulkan gaya angkat (lift ). Gabungan dari daya dorong dan gaya angkat itulah yang membuat pesawat terbang mampu mengudara seperti yang kita lihat.

Tentunya dua gaya itu harus lebih besar dari dua gaya “lawannya”, yaitu gaya berat (weight) dan hambatan(drag). Seiring berjalannya waktu, mesin berbaling-baling dirasakan tidak mencukupi lagi kebutuhan manusia untuk dapat menikmati pesawat terbang. Hal ini disebabkan pesawat berbaling-baling (Propelled Aircraft) memiliki keterbatasan dalam hal ketinggian jelajah, pemborosan bahan bakar, jarak tempuh, serta waktu tempuh penerbangan. Para insinyur penerbangan ingin membuat pesawat terbang yang mampu menjelajah pada ketinggian yang optimal sekaligus menghemat bahan bakar, memanfaatkan massa udara yang sedikit untuk dimampatkan lalu menghasilkan daya dorong yang spektakuler, serta mampu menempuh jarak yang cukup jauh dengan waktu tempuh yang pendek. Terdengar hampir mustahil memang. Namun, para insinyur penerbangan bersungguh-sungguh ingin mewujudkan keinginan itu. Untuk memenuhi “ambisi” ini, maka dibuatlah mesin Jet.


Prinsip Prinsip Daya Dorong Jet

Prinsip Daya Dorong Jet

Apa arti Jet sebenarnya? Darimana konsep Jet itu berasal? Siapakah manusia pertama yang menemukannya? Jet artinya pancaran atau semprotan.Konsep reaksi Jet pertama kali dipercaya oleh para ilmuwan dari sebuah alat permainan di negeri Romawi kuno yang dikenal dengan sebutan Hero’s Engine. Alat permainan ini dipercaya dibuat pada masa 120 tahun SM. Alat ini menggambarkan bahwa gaya/momentum (berupa uap) yang dikeluarkan oleh mulut Jet itu mampu menghasilkan reaksi yang sama besar dengan daya dorong Jet itu sendiri.Kedua Jet kecil itu memancarkan tekanan yang berakibat kedua Jet itu bergerak berputar putar. Kemudian hasilnya Hero’s Engine-pun berputar oleh dorongan kedua Jet itu.

Ilmuwan Fisika terkenal, Sir Isaac Newton juga merumuskan dalam hukumnya yang ketiga, hukum Aksi dan Reaksi. Hukum itu menyatakan “Setiap gaya yang beraksi pada suatu benda, akan menghasilkan reaksi gaya yang berlawanan arah yang sama besarnya”. Dari sinilah para insinyur penerbangan memulai bekerja menciptakan suatu Mesin Jet yang menjadi tenaga pendorong pesawat terbang.


Bagaimana Cara Kerja Mesin Jet (Aircraft Power Plant)

Tahun 1913 seorang insinyur Perancis bernama Rene Lorin, mematenkan sebuah konsep Mesin berdaya dorong Jet. Tetapi ini ternyata barulah sebuah teori, karena pada masa itu belum ada manufaktur atau produsen yang mampu membuat mesin Jet yang berdasar pada teori ini, meskipun saat ini ternyata Ram Jet (salah satu metoda mesin Jet modern) menggunakan konsep Lorin ini.

Tahun 1930 Frank Whittle dipercaya telah mematenkan karyanya, yaitu sebuah mesin gas turbin yang menghasilkan daya dorong Jet. Tetapi inipun masih berupa teori juga. Mesin gas turbin ini baru selesai sebelas tahun kemudian olehnya melalui uji terbang terlebih dahulu. Konsep mesin gas turbin bertipe Turbo Jet buatan Frank Whittle ini kelak dipakai oleh salah satu manufaktur Mesin Jet terkemuka di dunia yaitu Rolls-Royce Welland.


Beberapa Metoda Daya Dorong Jet

Semua jenis mesin Jet sebetulnya sama. Yaitu sama-sama dihasilkan dari bahan bakar dicampur udara yang telah dimampatkan lalu dibakar, sehingga menghasilkan energi berupa daya dorong untuk terbang. Perbedaannya hanyalah pada “cara memasak” bahan bakar plus udara dan pembakarannya saja. Cara memasak diatas disebut Metoda. Beberapa Metoda itu adalah Ram Jet, Pulse Jet, Rocket, Gas Turbine, Turbo/Ram Jet atau Turbo Rocket.

Metoda Daya Dorong Jet

Masing masing metoda daya dorong Jet diatas memiliki keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri, tergantung tujuan dan keperluan penggunaannya. Untuk kepentingan pesawat terbang militer tentunya berbeda dengan kepentingan pesawat komersial.

Pesawat Jet militer (fighting aircraft) membutuhkan karakteristik mesin Jet yang tangguh, lincah, fleksibel, dan bertenaga besar untuk mengejar dan memburu lawannya, sekaligus berkelit dari incaran lawan. Sementara itu, pesawat Jet komersial (Jetliner) memerlukan mesin Jet yang dapat diandalkan pada beberapa keadaan cuaca yang terkadang buruk, mudah dioperasikan saat keadaan abnormal apalagi darurat, irit bahan bakar, biaya perawatan yang murah dan mudah, disamping memiliki kemampuan menanjak yang optimum. Dalam hal ini pilihan tentang jenis atau metoda mesin Jet seperti diatas menjadi sangat penting.


Pesawat jet sebenarnya mempunyai mesin turbin gas dengan kipas turbo. Pada bagian depan mesin terdapat kompresor, yang terdiri dari banyak baling-baling. Fungsinya menyedot udara, memampatkannya dan menyemprotnya dengan tekanan tinggi ke dalam ruang pembakaran (combustion chamber). Kecepatan udara bisa mencapai ratusan kilometer per jam.
Bahan bakar diinjeksi ke dalam ruang pembakaran, di mana  bahan bakar bercampur dengan udara berkecepatan tinggi. Selanjutnya dinyalakan. Udara panas kemudian bergerak ke belakang dan menggerakkan turbin yang selanjutnya memberi tenaga pada kompresor.  Sisa tenaga kemudian dibuang melewati selang di bagian belakang mesin untuk menciptakan daya dorong ke depan.
Kipas besar terletak pada bagian paling depan dari mesin kipas-turbo yang juga menyedot udara. Sebagian dari udara ini diambil oleh kompresor. Sisanya melewati turbin utama lalu mengarah ke bagian belakang mesin untuk membantu menguatkan daya dorong.
Karena kipas-turbo bergantung pada turbin yang berputar untuk menggerakkan kompresor dan kipas, dan turbin tak dapat berputar tanpa udara dari kompresor, maka turbin perlu dibantu untuk mulai berjalan. Bantuan ini dilakukan dengan udara bertekanan yang memutar kompresor pada kecepatan sedemikian hingga, saat bahan bakar dinyalakan, terdapat cukup aliran udara untuk memastikan udara panas terdorong ke belakang dan tidak meledak.

Topik Lainnya:  pesawat terbang,  mesin, riset,  ilmuwan, sains,  teknologi

Lotus Elise Mobil Tercepat Seharga Rp 1 Miliar Mulai Dijual di Indonesia

Mobil sport yang mempunyai performa tinggi, Lotus Elise keluaran tahun 2011 kini bisa dimiliki masyarakat Indonesia. 

Untuk mendapatkan sedan sport yang sangat mewah dengan dua kursi ini pembeli harus merogoh kocek hingga US$ 118 ribu atau sekitar Rp 1 miliar untuk off the road.

Endy Kusumo, CEO Lotus EuroSpots Lotus, ATPN Lotus di Indonesia, mengemukakan, Elise yang dirilis adalah Lotus Elise dan Lotus Elise SC. Dengan dukung mesin 1.6 liter Valvematic, lebih kecil 200 cc dibandingkan Elise S yang sekarang beredar konsumsi bahan bakar hanya 6,28 liter untuk 100 kilometer.

"Meski mesinnya lebih rendah, tapi tenaga yang dihasilkan hampir sama yakni 136 PS, 100 kW, 134 hp pada 6800 rpm dengan torsi maksimal 160 Nm, 118 lbft pada 4400 rpm dan menghemat bahan bakar 20 persen," ungkapnya dalam lounching TGE New Lotus di Cyber 2 Tower, Jakarta Selatan.

Meskipun produk baru dilounching hari ini, setidaknya sudah ada penginden yang ingin memiliki mobil yang mampu melaju dengan kecepatan maksimal 204 km/jam (Lotus Elise) dan 233 km/jam untuk Elise SC.

"Kami menargetkan tahun depan mampu menjual 20 unit Lotus untuk kedua jenis ini, sementara untuk tahun ini kita baru menjual tujuh atau delapan unit. Memang masih sedikit karena memang baru memasarkan produk sejak bulan Februari 2010 yang lalu," ungkapnya.

Alat Sederhana Merubah Sampah Plastik Menjadi Minyak Mentah

Sampah plastik masih menjadi masalah besar, terutama di daerah perkotaan. Hal ini karena sampah plastik sangat sulit diurai. Apalagi penggunaan plastik demikian banyaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Penguraian sampah plastik dengan cara dibakar pun seringkali menimbulkan masalah, terutama baunya yang sangat tidak sedap dan banyak mengandung zat beracun yang kalau terhisap hidung sangat berbahaya.

Inovasi untuk mengurai sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaatkan terus dikembangkan oleh para peneliti lingkungan hidup. Salah satu alternatif untuk mengurai sampah plastik ini adalah seperti yang diciptakan oleh sebuah perusahaan Jepang, Blest.

Penemuan yang dicipkan perusahaan Blest ini, bukan hanya bisa mengurai sampah plastik, tetapi juga bisa mengubah sampah plastik menjadi minyak mentah. Teknologinya sederhana, namun harganya terbilang mahal. Siapapun bisa mengoperasikannya. Alat ini juga sangat kecil, hampir seukuran mesin cuci, sehingga bisa diletakkan di sudut ruangan bahkan di atas meja. 

Proses mengubah sampah plastik dengan Blest inipun sangat cepat. Proses mengubah sampah plastik menjadi minyak mentah dilakukan dengan cara pemanasan yang akan melelehkan plastik dan mengubahnya menjadi gas kemudian dari gas yang ada akan mengubah air menjadi minyak.

Untuk 1 kg sampah plastik bisa menghasilkan 1 liter minyak mentah dan dari minyak mentah tersebut, dengan melakukan proses lanjutan akan bisa mengubahnya menjadi bensin dan lainnya, sama seperti minyak mentah biasa.

Hanya saja, harga yang ditawarkan Blest cukup mahal. Mereka menjualnya US$ 9.500 (sekitar Rp 100 juta). Namun mereka mengklaim, bahwa harga tersebut terbilang murah karena sangat membantu untuk mengurangi sampah plastik, apalagi hasilnya bisa dijual kembali.


Source: http://circle888.blogspot.com/2010/12/inilah-cara-mengubah-sampah-plastik.html

6 Cara Mudah Agar Motor Irit Bahan Bakar

motor irit
Kebijakan pembatasan premium memang tak berlaku bagi kendaraan roda dua alias sepeda motor. Namun, harga bahan bakar yang tak murah tentu juga harus dipertimbangkan bagi para pengguna motor.

Terlebih bila kendaraan itu digunakan sebagai sarana transportasi saban hari menuju tempat kerja. Memang, pabrikan telah merancang produknya irit bahan bakar. Namun, seiring dengan usia sepeda motor kemampuannya untuk berhemat bahan bakar pun menurun.

Lantas apa saja yang harus dilakukan bila hal itu terjadi? “Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu gaya berkendara dan melakukan pembenahan di sektor mesin dan beberapa komponen pendukung.



Berikut langkah yang harus dilakukan:

1. Meningkatkan kompresi mesin
Satu hal yang patut diingat semakin tinggi kompresi mesin maka, pembakaran bahan bakar di ruang bakar mesin makin sempurna. Bila hal itu terjadi maka jumlah bahan bakar yang dibutuhkan juga semakin sedikit.

Tetapi ini tidak berarti harus memangkas head piston silinder, tetapi cukup mengurangi ketebalan packing atau menggunakan piston dengan dome tinggi.

2. Atur klep
Langkah lain yang tak penting adalah mengatur posisi klep. Satu hal yang harus diingat, jangan sampai posisi klep terlalu longgar atau terlalu rapat. Sebab bila hal itu terjadi akan mengakibatkan tenaga motor loyo.

Cara untuk mengukur posisi klep yang pas adalah dengan menarik gas bila dengan sedikit tarikan tenaga sudah cukup terasa berarti posisi klep sudah pas. Dengan posisi seperti itu, maka asupan bahan bakar yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak. Karena setiap kali kita menarik gas kuat-kuat agar motor melesat, saat itu pula kucuran bahan bakar juga banyak.

3. Servis karburator atau injektor
Servis yang dimaksud tidak sekadar membersihkan spuyer atau saluran bensin dari kotoran. Perlu juga mengatur ulang posisi pelampung serta sekrup udara. Hal ini penting dilakukan, pasalnya karburator merupakan peranti untuk memasok bahan bakar ke ruang bakar mesin.

Bila posisi pelampung tidak tepat, atau karburator kotor maka pasokan juga tersendat. Saban kali kita menarik gas dalam-dalam agar motor tidak tersendat, saat itu pula asupan bahan bakar yang disedot ruang bakar juga semakin besar.

Begitu pula bila motor telah menggunakan peranti injektor yang disemprotkan ke ruang bakar. Atur atau setel ulang pompa bahan bakar, bersihkan peranti itu. Semakin lancar semprotan bahan bakar maka semakin irit pula konsumsi bahan bakar.

Tak hanya itu. Ketepatan asupan bahan bakar juga menjadikan pembakaran di mesin makin sempurna. Dengan sempurnanya pembakaran, tenaga yang dihasilkan juga makin sempurna. Ihwal besaran tenaga itu bervariasi.

4. Ganti atau bersihkan busi
Seperti diketahui, busi merupakan peranti untuk memantik api atau memercikkan api yang dibutuhkan dalam proses pembakaran. Bila percikan api tak sempurna atau busi gagal memercikkan api dengan baik, akan terjadi gagal bakar.

Setiap kali percikan terjadi dan gagal bakar, saat itulah banyak bahan bakar yang terbakar percuma. Walhasil, jumlah bahan bakar yang dikonsumsi pun lebih besar.

Lantaran itulah, sebaiknya membersihkan busi secara rutin dan mengatur kerapatan antara sumbu busi dengan kepala busi (yang ada di bagian pangkal busi). Bila busi sudah tak layak sebaiknya diganti, lebih baik mengeluarkan biaya sekali ketimbang boros bahan bakar setiap hari.

5. Cermati posisi kanvas rem
Tanpa disadari dan diketahui pemilik motor, mekanik dengan tanpa sengaja memasang kanvas rem yang terlalu rapat dengan sepatu rem. Akibatnya, di antara kedua benda itu seolah menempel atau menjadikan motor dalam posisi mengerem.

Akibat posisi seperti itu, maka tenaga yang dibutuhkan motor untuk melaju juga semakin besar. Pasalnya, motor dalam posisi direm, tetapi pengendara menarik tuas gas dengan keras. Walhasil, pasokan bahan bakar yang dibutuhkan mesin juga makin banyak, motor pun menjadi boros.

6. Ubah gaya berkendara
Tanpa disadari para pengendara motor kerap menggeber motornya dalam kecepatan tinggi lalu tiba-tiba mengerem alias berkendara dalam kecepatan tidak konstan.

Tahukah Anda bahwa menggeber motor kemudian mengerem dan langsung tancap gas menjadikan asupan bahan bakar juga makin besar?

Begitu pula dengan kebiasaan menarik tuas gas berulang-ulang dengan keras (bahasa awamnya blayer). Hal itu perlu dihindari, pasalnya setiap kali Anda menarik gas, saat itu pula asupan bahan bakar ke ruang bakar juga bertambah besar.

Cara salah lainnya yang perlu dihindari adalah sering main selip kopling. Lakukan tarikan gas secara perlahan dan konstan saat ingin meningkatkan akselerasi motor. Posisikan persneling di posisi yang tepat sesuai dengan kecepatan dan putaran mesin saat motor melaju.

Selain itu hindari pemakaian aksesori yang berbobot berat dan tidak perlu atau tidak memiliki fungsi penting. Karena, semakin berat beban motor maka tenaga yang dibutuhkan motor untuk melaju juga semakin besar. Makin besar tenaga yang dibutuhkan berarti, semakin besar pula bahan bakar yang dikonsumsi.

Artikel lain yang mungkin Anda sukai :
Keren, Sepeda Motor Listrik dengan Satu RodaLit Motor C-1, Sepeda Motor Listrik Yang Bisa Berdiri SendiriY 125 Moegi, Sepeda Motor Nyentrik dan Futuristik Mirip OnthelMemilih Oli Untuk Sepeda Motor 4 TakPilih Mana, Kawasaki Ninja 250R atau Honda CBR 250RTanda Kendaraan Bermotor / Plat Nomor di IndonesiaSuzuki GW250, Sepeda Motor Baru Sport 250cc Dari Suzuki

Memilih Oli Untuk Sepeda Motor 4 Tak

Memilih Oli Untuk Sepeda Motor 4 Tak

Mendengar kata Oli pastinya tidak asing lagi di telinga para biker. Ya, benda ini adalah Darah Motor kita, fungsi oli seringkali hanya dianggap sebagai pelumas mesin padahal oli juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, seperti sebagai pendingin, pelindung dari karat, pembersih dan penutup celah pada dinding mesin.


Sebagai pelumas, oli membuat gesekan antar komponen dalam mesin menjadi lebih halus dan memudahkan mesin mencapai suhu kerja yang ideal. Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar ke bagian lain dari mesin yang lebih dingin.

Melihat fungsi penting dari oli, maka perlulah kita mengetahui bagaimana cara memilih oli yang tepat untuk mesin sepeda motor kita agar mesin sepeda motor bekerja secara optimal dan lebih awet tentunya.

Memilih Oli untuk motor kita tidaklah sulit, perhatikan langkah - langkah berikut ini:

Kenali dulu bahan dasarnya, ada 3 jenis oli dilihat dari bahan dasarnya yaitu:

1.Mineral

2.Synthetic blend (Semi Sintetik)

3. Full Synthetic

Secara kasat mata sulit untuk membedakannya namun yang pasti tiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing oli mineral lebih tahan terhadap penguapan namun viskositas (kekentalannya) mudah berubah karena tidak tahan suhu tinggi dan kondisi ekstrim sedangkan oli sintetik lebih mudah menguap tapi viskositasnya lebih stabil dan tahan dalam kondisi ekstrim panas maupun dingin.

Oli mineral cocok untuk motor keluaran tahun lama karena clearance atau celah-celah mesinnya lebih renggang, lain halnya dengan oli semi sintetik yang lebih cocok untuk motor-motor keluaran tahun terbaru, sedangkan oli full sintetik lebih cocok pada motor high performance, multi silinder, multi klep dan berkompresi tinggi atau motor yang digunakan untuk keperluan kompetisi (balap), sebenarnya motor harian tidak haram menggunakan oli full sintetik hanya saja akan menjadi mubazir karena dari segi ekonomis oli yang benar-benar full sintetik harga per liternya bisa bikin nangis mencapai 100 sd 150rb bahkan lebih.

Contoh merk oli yang benar-benar full synthetic:


oli yang benar-benar full synthetic

Kenali kode - kode dan sertifikasi pada kemasan Oli

Kalau kita baca dan perhatikan pada kemasan Oli ada tulisan kode huruf dan angka misalnya seperti ini : (10W-40 API service SL / JASO MA2). Kalau brader baca tulisan tersebut gak usah bingung apa maksudnya, kode - kode tersebut merupakan "sertifikat" dan keterangan yang diberikan oleh perusahaan pembuat oli tersebut, Sertifikat terhadap kualitas oli secara internasional beragam, namun yang umumnya sering dipakai sebagai standar oli di dunia adalah API dan JASO. Lalu apakah API dan JASO itu?

API yang ini bukan buat masak locah melainkan American Petroleum Institute, adalah lembaga yang mengetes dan memeriksa kualitas oli yang dipakai di negara-negara eropa dan amerika dan umumnya standar API sudah dimiliki oleh hampir seluruh merek oli.

API Service biasanya menggunakan inisial S = untuk bensin dan C = untuk solar. Adapun huruf yang mengikuti di belakangnya merupakan tingkatan (grade) dari oli tersebut. Contoh: SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ, SL (bensin) CA, CB, CF, CH, CH4 (solar).

Semakin jauh abjad yang mengikutinya, semakin bagus kualitas oli tersebut dan telah memenuhi syarat oli sebelumnya. Dengan kata lain kendaraan yang dianjurkan menggunakan oli dengan grade SH dapat menggunakan oli grade SL. Tetapi tidak sebaliknya karena akan ada efek samping seperti mudah oli menguap, terlalu cepat minta diganti, mudah berubah warna dll. Berikut grade yang ada di pasaran (untuk bensin):


API Service SL: untuk kendaraan tahun 2001
API Service SJ: untuk kendaraan tahun 1996
API Service SH: untuk kendaraan tahun 1996
API Service SG: untuk kendaraan tahun 1993

Sedangkan JASO (Japanese Automotive Standar Association) adalah lembaga di jepang yang mengecek dan menguji kualitas oli untuk kendaraan di negaranya (timbul pertanyaan kok jepang ngeluarin standar oli sendiri?) itu karena karakteristik mesin dan kendaraan buatan eropa dengan kendaraan buatan jepang berbeda. Motor-motor buatan jepang umumnya menggunakan kopling basah sedangkan kendaraan buatan eropa menganut sistem kopling kering yang artinya tidak terendam oli sehingga kendaraan buatan eropa cukup dengan sertifikasi API sedangkan kendaraan buatan jepang selain sertifikasi API wajib memiliki sertifikasi JASO.

JASO MA adalah kode untuk menunjukkan bahwa oli tersebut sangat cocok untuk motor berkopling basah (terendam oli) dan umumnya semua motor yang masuk ke indonesia menganut sistem kopling basah jadi saya sarankan pilih oli HARUS punya sertifikasi ini, kalau gak ada kode ini mendingan jangan pilih oli tersebut, karena akan beresiko kanvas kopling motor sobat cepat aus dan selip bahkan gosong. Sedangkan kode di belakang JASO menunjukkan kualitas sertifikat. Yang paling tinggi adalah JASO MA2 jadi klo bisa pilih yang kode MA nya paling tinggi. Khusus untuk motor matic pilih yang ada kode JASO MB karena tipe mesinnya berbeda.

Terus kode angkanya (misal 20w-50 atau 10w-40) artinya apa tuh? ini artinya oli memiliki tingkat viskositas atau kekentalan dengan indeks (10) pada keadaan dingin (Winter) dan akan berubah menjadi kekentalan dengan indeks (40) pada suhu 100 derajat celcius.



Banyak sobat kita diluar sana masih kurang paham dalam memilih oli untuk sepeda motor bahkan ada yang menggunakan oli mobil untuk motor mereka atau bahkan ada yang salah beli karena sama sekali gak tau bedanya oli motor sama oli mobil, timbul pertanyaan sebenarnya boleh gak sih pake oli mobil di motor kita?

Jawabannya bukan tidak boleh, hanya saja tidak direkomendasikan, alasannya bahan yang digunakan untuk membuat oli motor dan mobil jauh berbeda, oli mobil lazim dilengkapi bahan yang masuk kategori friction modifier. Maksudnya, sejenis aditif yang bikin pelumasan makin lama makin licin. Untuk kebutuhan hindari gesekan material dalam mesin, memang bahan itu memberi efek bagus. Meski memakai oli yg termasuk katagori encer, tapi tidak khawatir gesekannya akan merusak material. Tapi ingat! Oli tersebut tidak cocok untuk motor dengan kopling basah. Soalnya akan terjadi slip kopling, kanvas kopling gampang aus atau bahkan gosong. Itu sebabnya oli mobil tidak direkomendasikan untuk motor.

Lalu bagaimana dengan motor matic bisakah pakai oli mobil? Kan sistem transmisinya terpisah dari mesin. Jawabannya sama yaitu tidak direkomendasikan, alasannya meskipun mesinnya mirip-mirip dengan mobil tapi faktanya mesin motor baik itu matic atau motor apapun lebih stress daripada mesin mobil, bisa dilihat dari RPM nya. Putaran mesin motor bisa sampai 9000 RPM (belum red line) bahkan lebih, sedangkan mobil pada umumnya hanya 6000 RPM (lebih dari itu masuk red line), sehingga motor lebih memerlukan oli yang tahan banting dan tahan stress karena melumasi tiga bagian penting yaitu mesin ( piston, klep, kem, kruk as dll), kopling, dan gearbox. Jika dipaksakan pake oli mobil yang hanya diformulasikan untuk mesin saja dikhawatirkan olinya lebih cepat minta ganti, performanya cepat menurun lalu kekentalannya mudah berubah sehingga tidak mampu bekerja maksimal melindungi mesin, ujung - ujungnya bisa merusak mesin.

Untuk membedakan mana oli buat motor dan mana yang buat mobil sebenarnya mudah, bisa dilihat dari kemasannya. Oli motor umumnya ada gambar motor dan biasanya ada tulisan 4T atau kalau gak ada tanda tersebut cukup baca kodenya saja kalau ada kode JASO MA itu tandanya untuk motor kopling basah, kalau JASO MB untuk motor matic.

Jadi dari penjabaran diatas rasanya kita para biker jangan lagi salah dan bingung memilih oli untuk motor kesayangannya, walaupun sebenarnya oli yang paling aman untuk motor kita adalah oli rekomendasi pabrikan namun kita sebagai konsumenlah yang memiliki hak dalam memilih oli apa yang digunakan untuk motornya, dimanapun konsumen adalah raja! so.... apapun merek motor dan tipenya yang penting olinya harus tepat ya bro... Trus jangan sampe jadi korban iklan dan terpaku pada merek oli tertentu dengan jargon atau semboyan andalannya...

Semoga bermanfaat



Source: Dari berbagai media otomotif


Artikel lain yang mungkin Anda sukai :
Suzuki Shogun Axelo
Pilih Mana, Kawasaki Ninja 250R atau Honda CBR 250R
Tampilan Baru Supra X125
Pompa BBM Retak, Ribuan Honda Civic Ditarik
New Yamaha Jupiter MX: Total Baru
6 Cara Mudah Agar Motor Irit Bahan Bakar
Tanda Kendaraan Bermotor / Plat Nomor di Indonesia
Lotus Elise Mobil Tercepat Seharga Rp 1 Miliar Mulai Dijual di Indonesia