Showing posts with label aneh. Show all posts
Showing posts with label aneh. Show all posts

Misteri Tubuh Berkekuatan Magnet

Sepintas, tak ada yang aneh dengan Bogdan. Namun, bocah asal Serbia ini bisa berubah menjadi magnet hidup saat berdekatan dengan benda-benda dari logam dan porselen.

Dalam sebuah tayangan di stasiun televisiMSNBC, bocah tujuh tahun ini membuktikan kemahirannya menarik benda-benda seperti remote televisi, mikrofon, sendok, garpu bahkan piring porselen.

Tak ada jurus khusus yang ia praktikkan. Ia hanya berjalan mengelilingi ruangan. Semua benda itu otomatis tertarik dan menempel erat di tubuhnya. Saat itu terjadi, ia perlu bantuan orang lain untuk melepasnya. 

Kekuatan magnetik tubuh Bogdan bahkan dapat memengaruhi peralatan listrik di rumah. Itulah mengapa Bogdan tak diperbolehkan mendekati peralatan listrik besar karena bisa membahayakan dirinya.

Ini bukan satu-satunya kasus. Seorang wanita Inggris, Brenda Allison, 50, juga memiliki kekuatan sama. Sementara Jelena Momcilov, gadis 10 tahun asal Serbia, memiliki kekuatan serupa di tangannya. Benda-benda berelemen logam akan menempel saat didekatkan ke tangannya.

Ilmuwan Universitas Nis, Pavle Premovic, mengatakan, manusia memang memiliki medan elektromagnetis halus di tubuhnya. Tapi, seharusnya tidak sebesar itu kekuatannya. "Mungkin ini sejenis biomagnetik di dalam tubuh yang belum terdeteksi. Masih perlu penyelidikan lebih dalam untuk mengungkapnya," ujarnya.

Kondisi yang dialami Bogdan, Momcilov dan Allison memang menarik perhatian banyak orang. Tapi, itu bisa sangat menyulitkan hidup mereka. Seperti Allison yang mengaku tubuhnya bisa membunyikan alarm mobil, mengganggu sinyal televisi, bahkan memecahkan bola lampu. Ia juga tak bisa mengenakan jam tangan karena kekuatan magnet di tubuhnya akan mengacaukan mekanisme kerja jam.

Sejarah Crop Circle, Lingkaran yang Dibuat UFO?


Sejarah Crop Circle, Lingkaran yang Dibuat UFO?
Warga Berbah, Sleman, dihebohkan dengan penampakan crop circle atau lingkaran simetris di sebuah persawahan.

Fenomena crop circle ini sebelumnya lebih marak terjadi di Inggris dan Amerika Serikat, sehingga sontak membuat heboh.

Bagaimana menjelaskan fenomena crop circle ini?

BBC melansir sebuah tulisan dari David Kingston, seorang peneliti crop circle, yang bercerita mengenai fenomena yang diduga sudah terjadi sejak abad 17 itu. Dalam tulisannya berjudul "The History of Crop Circles," Kingston menyatakan sudah mengamati fenomena ini sejak pertama kali melihatnya pada 1976.

"Saya telah menjadi "penjaga malam" untuk UFO di Clay Hill, Warminster," katanya dilansir BBC pada 2004 lalu.

Kingston melihat tiga bulatan terpisah yang berukuran diameter enam kaki, bercahaya terang, beterbangan di atasnya selama tiga jam di puncak Bukit Clay, lalu bergabung menjadi satu bulatan dan lalu bercerai lagi. Lalu tiba-tiba salah satu bulatan itu turun sekitar 30 kaki dan meluncur ke sebuah ladang di dasar Bukit Clay.

Saat fajar, Kingston melihat sebuah lingkaran di sebuah ladang gandum di kaki bukit itu. Saat diperiksa, tak ada tanaman yang patah, hanya lingkaran bulat penuh rata berdiameter 30 kaki.

Saat itulah Kingston menyadari telah melihat langsung fenomena yang pada tahun 1966 menggemparkan Australia. Sejak itu, Kingston berusaha mendalami crop circle.

Dalam pencariannya itu, Kingston menemukan dalam literatur Prancis mengenai fenomena aneh di pinggir kota Lyon. Seorang pendeta di Lyon menyebutkan sebuah "karya setan" di sebuah ladang gandum yakni "lingkaran rata."

Beberapa petani juga mengaku kepada Kingston pernah melihat yang sama, namun tak ada gambar. Ada juga pilot yang bercerita kepada Kingston melihat lingkaran-lingkaran aneh dan bahkan memfotonya.

Lingkaran-lingkaran itu ternyata bukan hanya muncul di ladang gandum, namun juga di rumput dan bahkan tanaman seperti bit, tebu dan sawah seperti terjadi di Jepang. Bahkan di Afghanistan, ada yang melihat lingkaran serupa di salju pegunungan yang bertinggi 4.000 meter di atas permukaan laut.

Sejak itu, Kingston memulai penelitian yang disebutnya Penyelidikan Fenomena Tanaman. Kingston bekerja sama dengan sejumlah lembaga termasuk laboratorium Dr. William Levengood di Amerika. Mereka mengumpulkan sampel crop circle dari berbagai belahan dunia. Hasilnya ditampilkan di jurnal ilmiah.

Apa saja faktanya?
- Formasi itu dibentuk semacam energi, yang memiliki kemampuan melewati struktur molekul tanaman tanpa merusaknya. Energi inilah yang memunculkan anomali fotografis.

- Ada distorsi medan elektromagnetik bumi, kadang muncul gambar hantu dalam jarak dekat dari formasi asli.

- Pancaran cahaya terekam di film atas formasi.

- Energi yang terlibat tak dikenal digunakan di bumi.

- Beberapa formasi meradiasikan frekuensi kira-kira 7,5hz dalam spektrum elektromagnetik namun bisa berbeda-beda di beragam formasi.

Kingston lalu mengelaborasi data itu menggunakan program komputer. Hasilnya, bisa menghasilkan musik dan suara indah. Fakta baru muncul:
- Frekuensi ini juga muncul saat ada penampakan UFO

- Meski tanaman telah dipanen, pola yang sama berbekas minimal enam bulan di tanah. Ini jelas tak bisa dilakukan manusia.

- Di beberapa formasi, kompas berotasi mengikuti anomali magnetik, perekam gambar, telepon genggam dan barang elektronik lainnya yang berbatere langsung kehabisan energi.

- Tanaman di luar formasi tidak memunculkan perubahan karakter struktur sel seperti tanaman dalam formasi.

- Tak ada konsistensi. Di beberapa formasi, ada faktor suara, ada anomali magnetik, anomali fotografis dan bekas di tanah.

- Tanaman dalam formasi masih bisa dipanen

- Ada 80 persen formasi yang dibentuk manusia karena ingin sensasi.

Dan Kingston berkesimpulan, pola geometris itu jelas bukan buatan manusia. Ada misteri yang harus dibongkar. 

400 Orang Mendaftar Misi Berani Mati ke Mars


Planet Mars diproyeksi menjadi koloni manusia. Kelak, saat Bumi makin rusak dan tak bisa lagi dihuni. Untuk mewujudkan rencana itu, diperlukan sukarelawan yang berani menjadi perinti pertama di planet merah.

Perjalanan dari Bumi ke Mars diperkirakan hanya makan waktu 10 bulan, namun tak ada kesempatan untuk pulang.

Tak hanya menghadapi lingkungan Mars yang tak menentu, tanpa oksigen, tanpa air, sukarelawan juga harus siap menghadapi kondisi  keterasingan, jauh dari  Bumi dan manusia lainnya. Sebuah kondisi yang belum pernah  dihadapi sebelumnya dalam sejarah manusia.


Adakah orang yang nekat mengajukan diri untuk misi ke Mars? Ternyata ada.
Edisi khusus Journal Cosmology menjelaskan secara detil berapa dana yang dibutuhkan untuk sekali jalan ke Mars sekitar 20 tahun mendatang. Sebanyak 400 pembaca menawarkan diri menjadi sukarelawan.

Editor jurnal, Lana Tao mengaku terkejut dengan respon para pembaca. "E-mail yang berisi keinginan menjadi sukarelawan sangat mengejutkan. Awalnya kami mengira ini hanya gurauan, namun setelah menerima banyak surat elektronik yang dilengkapi kualifikasi personal, dan alasan mereka bergabung. Kami sadar, mereka serius," kata dia, seperti dimuat situs FoxNews.com.

Apa yang membuat orang-orang ini mau jadi sukarelawan ke Mars? "Aku punya keinginan untuk menjelajahi alam semesta sejak kecil, dan tahu persis seperti apa kerja roket," kata salah satu sukarelawan, Peter Greaves kepada FoxNews.com. Greaves adalah ayah dari tiga anak.

Greaves menambahkan, "Aku membayangkan kehidupan di Mars akan sangat menakjubkan, menakutkan, sepi, sempit, dan sibuk."

"Tak seperti di Bumi, aku tak bisa lagi duduk di tepi sungai, memandang takjub pemandangan alam, memeluk teman-temanku, menarik nafas dalam di udara yang segar. Tapi pengalamanku akan sangat berbeda dari 6 atau 7 miliar orang di Bumi...ini sepadan dengan apa yang kutinggalkan."

Juga ada di dalam daftar, programer komputer berusia 69 tahun, mahasiswa asal Texas, perawat berusia 45 tahun, pendeta Paul Gregersen, dan pastor Clarno Zion United Methodist Church.

Mereka menyatakan diri siap meninggalkan Bumi secara permanen.

"Sejalan dengan makin membludaknya manusia, satu-satunya hal yang masuk akal adalah mengeksplorasi kemungkinan manusia tinggal di tempat lain di alam semesta," kata pendeta Paul Gregersen.

"Aku punya firasat, masalah spiritual akan muncul di antara para kru. Para penjelajah awal di Bumi juga selalu membawa ulama."
Namun, psikolog yang bekerja untuk Badan Antariksa AS, NASA memperingatkan tak hanya persoalan spiritual yang akan dihadapi para perintis di Mars.

"Ini akan menjadi periode panjang keterisolasian dan kurungan," kata Albert Horrison yang telah mempelajari psikologis astronot sejak tahun 1970.

Ditegaskan dia, kehidupan di Mars tak akan seromantis yang dibayangkan. "Setelah suka cita peluncuran roket, dan sensasi menginjakkan kaki di Mars, akan sangat sulit untuk menghindari depresi. Semua hubungan dengan keluarga, teman, dan segala sesuatu yang akrab, terputus."

Setiap hari, tambah dia, akan berjalan membosankan. Meski dipersiapkan dan dibekali dengan baik dari Bumi, para kru tentu saja akan menghadapi permasalahan tak terduga, yang mungkin tak bisa diatasi.  "Satu per satu kru akan tua, sakit, lalu mati."

Horrison mengingatkan, harus ada dukungan publik dan juga politik dalam misi ini. Jika tidak, misi ini hanya akan berakhir dengan kematian.

Tak cukup modal nekatSiap mental dan berani mengajukan diri sebagai sukarelawan tentu saja merupakan hal yang baik. Namun, tak cukup modal nekat. Juru Bicara NASA, James Hartsfield merujuk pada syarat pengajuan aplikasi astronot yang diposting agen antariksa itu -- meski belum tentu NASA membiayai proyek ke Mars.

Untuk saat ini, persyaratan menjadi astronot adalah: punya gelar sarjana sains, teknik, atau matematika, punya pengalaman profesional.
Para astronot NASA juga harus menjalani 4 sampai 5 tahun pelatihan sebelum terlibat dalam misi luar angkasa. Pelatihan ini termasuk tes fisik yang intensif.

Para calon astronot juga harus mengikuti pelatihan pertahanan air militer sebelum memulai silabus terbang.

Heboh, Fenomena Halo Matahari di Langit Yogya

Ada yang tak biasa di langit Yogyakarta, Selasa siang 4 Januari 2011. Pukul 11.15 Waktu Indonesia Barat, penampakan Matahari tak seperti biasanya.

Terjadi fenomena halo Matahari, saat Sang Surya nampak diselubungi lingkaran yang mirip seperti pelangi. Penampakan itu membuat warga Yogyakarta heboh. 



Fenomena halo Matahari juga pernah terjadi di Padang Kamis, 21 Oktober 2010. Warga sempat cemas karena mengaitkannya dengan peristiwa gempa besar yang pernah terjadi.

Fenomena ini juga pernah terjadi sehari setelah gempa besar 30 September 2009.

Tapi jangan cemas dulu. Penjelasanan soal fenomena itu disampaikan oleh staf observasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta (BMKG), Heru Gunawan.

Ia menjelaskan bahwa fenomena halo Matahari terjadi karena pembiasan kristal es yang berada di sekitar Matahari yang membentuk semacam pelangi.


Fenomena ini biasanya terjadi selama 30 menit, tergantung kecepatan angin. Ketika cepat, fenomena itu cepat selesai, kalau hembusan angin stabil dapat berlangsung lama.

Tidak semua orang bisa melihat fenomena itu. Untuk hari ini, mungkin hanya masyarakat Yogya yang bisa menikmatinya.

Soal apakah halo Matahari bisa jadi petanda bencana, Heru menegaskan, tidak. Halo Matahari fenomena alam biasa, tidak ada hubungannya dengan bencana alam, gempa misalnya.

Demikian juga dengan awan cirrus -- yang dilaporkan terlihat sebelum gempa mengguncang Yogya tahun 2006 lalu. Kata Heru, itu adalah fenomena alam.

Ikan Lele Bermutasi Menjadi Pemangsa Manusia

Ikan Lele Bermutasi Menjadi Pemangsa Manusia
Sejak tahun 1998 hingga 2007, tiga orang lenyap tenggelam mendadak di Great Kali River, sungai yang melintang di perbatasan antara Nepal dan India utara. Hal ini sangat aneh karena kawasan itu bukanlah habitat buaya dan predator air lain.

Terakhir, dari saksi mata yang melihat kejadian, seorang anak terlihat diseret ke dalam air oleh sesuatu yang tampak seperti babi berukuran panjang. Setelah itu, korban tidak pernah terlihat lagi, hidup atau mati. Demikian pula sisa-sisa tubuh ataupun pakaiannya.


Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, biolog asal Inggris untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya, serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8 kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah meninggal setelah dibakar.

Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh turbulensi yang terjadi di air.

Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam air.

“Apapun yang mampu menyeret kerbau sebesar itu pasti memiliki ukuran dan bobot seberat 90 sampai 140 kilogram,” ucap Wade, seperti dikutip dari Discovery, 29 Desember 2010.

Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish, serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.

Setelah gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan  disusun seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata sukses.

Seekor goonch berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil, namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.

Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa ‘ikan lele’ itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar sungai.(vivanews)

Picturesque Bugarach, Desa Ini Diyakini Sarang Alien & Bebas Kiamat

Seorang walikota di Prancis frustasi dan meminta bantuan militer untuk mengusir para pemburu UFO yang terus berdatangan ke wilayahnya.

Tak hanya itu, ia juga kesal menghadapi arus kedatangan orang-orang yang meyakini wilayah itu satu dari sedikit wilayah di Bumi yang akan selamat dari kiamat.


Picturesque Bugarach berada di wilayah Aude di selatan Prancis. Sebuah desa kecil yang damai yang hanya dihuni 189 orang.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ketenangan para penduduknya terusik pendatang yang yakin kaki gunung Pic de Bugarach, yang tingginya 4.000 kaki, adalah sarang alien.

Desas-desus beredar bahwa alien menetap di sebuah lokasi di bawah gunung, menunggu saat berakhirnya dunia, dan menyelamatkan beberapa orang yang beruntung. Ada juga yang menganggap gunung itu keramat dan akan terhindar dari kehancuran pada 21 Desember 2012, akhir penanggalan Bangsa Maya.

"Jika tiba-tiba 10.000 orang datang besok, penduduk desa yang kurang dari 200 orang bakal kewalahan," kata Jean-Pierre Delord seperti dimuat Daily Mail.

"Aku telah memberitahu pihak berwenang dan kami ingin tentara berada menanganinya. Jika perlu, militer datang ke sini pada Desember 2012."

Menurut dia, kecemasan penduduk bertambah saat mengetahui sebuah situs di Amerika Serikat menjual tiket menuju Bugarach. "Mereka melakukan bisnis, mengorganisasi orang untuk wisata religi, berdoa, dan meditasi di sini," kata dia.

Diceritakan Delord, orang-orang mulai datang ke wilayahnya saat seorang penduduk lokal melaporkan penampakan UFO. "Dia mengaku melihat alien dan mendengar dengung pesawat mereka di bawah gunung."

Rumor tersebut diperkuat dugaan bahwa peramal Prancis, Nostradamus pernah tinggal di wilayah itu pada abad ke-16. Juga isu penemuan galian misterius Nazi di sana.

Tak hanya sekadar datang, sejumlah orang yang percaya keajaiban desa itu bahkan membeli properti di kaki gunung tersebut. Kursus soal UFO juga mulai ditawarkan di sana.

Valerie Austin, yang pindah dari Newcastle 22 tahun lalu mengatakan, Bugarach adalah daerah yang indah dan tenang. "Sekarang, Anda bisa menjumpai orang sedang berdoa dan bermeditasi di mana pun." (Daily Mail/vivanews)


Artikel Terkait:
Misteri Salinan Al Quran dari Darah Saddam Hussein
Misteri 'Bola Hijau UFO' Australia Akhirnya Terkuak
Selandia Baru Merilis Dokumen Militer Tentang UFO
Penemuan-Penemuan Paling Konyol Sepanjang Abad Ke-20
Adakah Visualisasi Tuhan di Otak?
Rahasia di Balik Otak Manusia
Moyang Manusia Modern Kawini Neanderthal
Cahaya Lampu Kota Dapat Mencemari Udara?
Manfaat Gempa Bumi Bagi Kehidupan
Misteri-Misteri Tak Terpecahkan di Bidang Sains
Citra Jakarta Tahun 1976 dan 2004 Versi NASA
Teori Baru Lahirnya Alam Semesta
Menginap di Hotel Terbuat dari Es
Peneliti Fosil Temukan Bukti Pemusnahan Massal
Kutub Utara dan Selatan Bumi Bergeser Tiap 200 Ribu Tahun
Fosil Berusia 30 Ribu Tahun di Siberia "Kerabat" Orang Papua
DNA Mitokondria Buktikan Gajah Afrika Terdiri dari 2 Spesies



Misteri 'Bola Hijau UFO' Australia Akhirnya Terkuak


Pada 16 Mei 2006, setidaknya tiga buah bola api berwarna hijau -- seterang Bulan, namun lebih redup dari Matahari tampak di langit di timur laut Australia. Fenomena itu disaksikan masyarakat Queensland, Teritori Selatan, dan wilayah utara New South Wales, Australia.
Seorang petani, misalnya, mengaku melihat satu bola hijau dengan ekor lonjong berwarna biru melewati pegunungan Great Divide,
sekitar 120 kilometer di barat Brisbane. Ia juga mengamati bola itu berpendar dan perlahan menuruni sisi gunung dan memantul di bebatuan.
Bola hijau ini memicu spekulasi bahwa UFO telah menampakkan diri Brisbane.
Di saat sama, seorang pilot maskapai penerbangan komersial yang mendarat di Selandia Baru melaporkan melihat meteor terpecah menjadi fragmen, yang lantas berubah menjadi hijau turun ke arah Australia.
Empat tahun kemudian, ilmuwan menguak misteri ini. Fisikawan, Stephen Hughes dari Queensland University of Technology Brisbane memberikan dua penjelasan berdasarkan dua peristiwa tersebut.
Kata dia, wajar jika orang-orang menafsirkan itu adalah penampakan UFO. Namun, untuk kasus ini, jelas bukan.  Benda yang diperkirakan berukuran 30 centimeter itu juga bukan meteorit. "Jika itu meteorit pasti akan membentuk kawah dan akan ada ledakan terdengar," kata dia, seperti dimuat ABC.

Meteorit sebesar itu juga tak mungkin terlihat turun perlahan dari langit.

Lalu benda apakah itu? Kata Hughes, benda misterius itu kemungkinan besar adalah bola api yang bergerak dengan gerakah tipe 'bola pantai'.  Soal asal bola api itu, Hughes mengatakan, itu mungkin dari puing-puing komet yang lewat dekat Bumi beberapa waktu sebelumnya.

"Bola api hijau ini jelas sesuatu yang datang dari langit dan berasal dari meteorit," kata dia.

Bola api hijau ini berasal dari bongkah batu yang datang dari luar angkasa, ukuran awalnya lebih besar dari 1 kilogram, tapi kemudian terbakar atmosfer dan menjadi hanya seukuran lemon atau apel.
Dr Hughes mengatakan bola api itu kemungkinan besar dari puing-puing komet 73P/Schwassmann–Wachmann 3, yang  melewati dekat ke Bumi sekitar empat bulan sebelumnya.
Menurut dia, meteor telah memicu cahaya hijau dengan cara menciptakan hubungan listrik antara bagian atas atmosfer dengan Bumi.
Penemuan ini dilansir dalam Jurnal Royal Society, ini akan bisa membantu menjelaskan banyak fenomena UFO. Mungkin heboh penampakan UFO ternyata hanya fenomena yang disebabkan meteor. Siapa tahu?




Selandia Baru Merilis Dokumen Militer Tentang UFO

Setelah Badan Arsip Inggris memutuskan untuk membuka ribuan dokumen tentang  unidentified flying object (UFO), kini giliran Selandia Baru.

Ribuan dokumen rahasia tentang UFO milik Angkatan Udara Selandia Baru dirilis. Jumlahnya, lebih dari 2.000 halaman dokumen dari tahun 1952 hingga tahun 2009.


Dari dokumen tersebut diketahui komunikasi adanya penampakan UFO dimulai pada 1952 -- yang selanjutnya disebut sebagai unidentified aerial sightings (UAS).

Dokumen tersebut berisi laporan penampakan yang disksikan oleh individu sipil maupun personel militer, investigasi yang dilakukan Kementerian Pertahanan dan departemen lain, kliping koran tentang UFO, juga surat dari sejumlah orang yang mengklaim berhubungan dengan alien atau pesawat luar angkasa.

Sejumlah dokumen yang telah direvisi juga termasuk rekaman UFO paling terkenal di Selandia Baru -- yang direkam 32 tahun yang lalu. Tentang cahaya misterius di dekat Pantai Kaikoura yang difilmkan juru kamera TVNZ.

"Ini semacam penampakan benda yang melayang di antara pepohonan, lalu melesat tajam ke atas lalu ke kiri," kata Lloyd McFadden, seperti dimuat situs TVNZ.

Dokumen menyatakan bahwa mantan Perdana Menteri, Sir Robert Muldoon tertarik dengan kasus itu.

Dokumen juga menunjukkan, para investigator yakin, pesawat mirip cumi-cumi, atau kondisi atmosfer, atau meteor menjadi di balik cahaya misterius itu.

Namun, peneliti UFO, Suzanne Hansen berpendapat, cahaya itu yang pasti bukan penampakan Planet Venus yang biasa dikira UFO, pesawat bentuk cumi, atau burung yang terbang ke selatan.

"Jelas, itu sesuatu yang tidak bisa kita jelaskan," kata Hansen, kepada ONE News.  "Kita tak tahu pasti, tapi yang pasti sesuatu yang tidak dikenal dan tak biasa."

Dokumen-dokumen yang dirilis Badan Arsip Selandia Baru seharusnya tetap menjadi rahasia sampai tahun 2050, namun akhirnya diputus dirilis dibawah UU Kebebasan Informasi.

Meski demikian, Angkatan Bersenjata memutuskan untuk menghapus identitas personal dalam dokumen-dokumen tersebut demi memenuhi aturan UU Privasi, termasuk nama-nama personel militer.

Sebagian besar informasi yang terdiri dari 12 jilid itu berisi korespondensi yang sifatnya cukup aneh. Seperti, alien raksasa dengan ukuran kaki 440 atau sketsa mahluk mirip manusia menggunakan pakaian yang dibuat dari material perak dengan sabuk besar dan helm.

Tapi, ada juga dokumen pengamatan perwira Angkatan Udara yang dihormati tahun 1961. Ia mengaku melihat penampakan benda misterius berbentuk cerutu, yang bagian bawahnya terdapat bentuk mirip kokpit. (TVNZ, Daily Telegraph)

Artikel Terkait:
Misteri Salinan Al Quran dari Darah Saddam Hussein
Misteri 'Bola Hijau UFO' Australia Akhirnya Terkuak
Picturesque Bugarach, Desa Ini Diyakini Sarang AlienPenemuan-Penemuan Paling Konyol Sepanjang Abad Ke-20
Adakah Visualisasi Tuhan di Otak?
Rahasia di Balik Otak Manusia
Moyang Manusia Modern Kawini Neanderthal
Cahaya Lampu Kota Dapat Mencemari Udara?
Manfaat Gempa Bumi Bagi Kehidupan
Misteri-Misteri Tak Terpecahkan di Bidang Sains
Citra Jakarta Tahun 1976 dan 2004 Versi NASA
Teori Baru Lahirnya Alam Semesta
Menginap di Hotel Terbuat dari Es
Peneliti Fosil Temukan Bukti Pemusnahan Massal
Kutub Utara dan Selatan Bumi Bergeser Tiap 200 Ribu Tahun
Fosil Berusia 30 Ribu Tahun di Siberia "Kerabat" Orang Papua
DNA Mitokondria Buktikan Gajah Afrika Terdiri dari 2 Spesies



Penemuan-Penemuan Paling Konyol Sepanjang Abad Ke-20


Abad ke-20 ditandai dengan sejumlah penemuan-penemuan hebat yang mengubah kehidupan manusia.

Ada penemuan mobil canggih, juga internet. Di abad tersebut manusia bahkan mampu menjejakkan kakinya ke Bulan.

Namun, tak semua penemuan itu layak dimasukkan dalam buku sejarah. Sebab, beberapa temuan dinyatakan gagal, bahkan konyol. Apa saja temuan yang masuk kategori tak berguna itu?

1. TV Kacamata, 1963. Penemu, Hugo Gernsback memakai kacamata TV, produk itu tak pernah dirilis.

2. Papan seluncur bermotor. Penemu asal Hollywood, Joe Gilpin mengendarai papan luncur bermotor pada 1948.

3. Kandang bayi berkawat yang diletakkan di luar jendela. Seorang pengasuh bayi mengawasi bayi yang dimasukkan dalam kandang kawat yang berada di luar jendela gedung tinggi pada tahun 1937. Kandang ini dibagikan pada anggota Chelsea Baby Club di London yang tak memiliki taman atau yang tega menempatkan bayi mereka di atas jalanan yang ramai.

4. Payung rokok antihujan.  Presiden Zeus Corp, Robert L. Stern, menggunalan payung rokok yang ia rancang sendiri pada 1954. Tak bakal basah walau hujan.

5. Elektrometer Hubbart. Penulis fiksi ilmiah dan pendiri gereja aliran Scientology, L. Ron Hubbard menggunakan elektrometer Hubbard untuk mencari tahu apakah tomat merasakan sakit pada tahun 1968.

Apa yang ia lakukan berujung pada kesimpulan: 'tomat menjerit saat dipotong'.

6. Robot penembak. Sebuah robot yang dilengkapi dengan senapan diadu dengan penembak manusia pada 1960. Ini menimbulkan banyak pertanyaan, bijaksanakah melengkapi robot dengan pistol.

Source: (LIFE-Foxnews/vivanews.com)