Showing posts with label psikologi. Show all posts
Showing posts with label psikologi. Show all posts

Ilusi Optik untuk tes konsentrasi psikologis


Berikut adalah ilusi optik gerak dan persepsi warna, yang dapat mengungkapkan jika Anda memiliki konsentrasi psikologis yang normal.

Lihatlah gambar di bawah ini, dan Anda akan melihat lingkaran merah muda bergerak searah jarum jam dan menghilang satu demi satu, yang menciptakan ilusi gerakan lubang abu-abu. Jika Anda memusatkan pikiran Anda di tengah-tengah lingkaran pada tanda + hitam, maka Anda akan melihat bahwa lubang abu-abu yang bergerak akan berubah warnanya ke hijau. Dan kemudian, ketika Anda terus melihat tanda + selama 10-15 detik, semua lingkaran merah muda akan hilang dan akan ada hanya satu lingkaran hijau yang terus bergerak ke arah yang sama. Jika Anda dapat mengatur untuk melihat semua lingkaran merah muda menghilang dan hanya ada satu gerakan lingkaran hijau, maka Anda memiliki konsentrasi psikologis yang normal.


Tes gambar psikologis ini menunjukkan kemampuan luar biasa dari otak manusia, dan mungkin setelah Anda berhasil sukses dari tes, itu akan membuat Anda bertanya-tanya apakah kita memandang dunia dengan benar atau mungkin otak kita menipu kita. Bagaimana jika apa yang kita lihat di sekitar kita adalah semacam ilusi persepsi?

Benarkah Tes IQ dapat menilai kecerdasan manusia?

Benarkah Tes Intelligence Quotient atau IQ dapat menilai kecerdasan manusia?
Kecerdasan manusia tidak dapat diukur dengan indikator tunggal
Ungkapan terkenal Intelligence Quotient atau IQ tampaknya tidak mewakili apa yang kita pikir. Penelitian terbesar yang pernah dilakukan sampai saat ini menyimpulkan bahwa kecerdasan manusia terlalu rumit untuk diukur oleh hanya satu parameter.

Sebaliknya diusulkan untuk menilai "potensi" dari pikiran kita oleh tiga komponen yang berbeda: memori jangka pendek, penalaran logis dan kemampuan verbal .

Intelijen adalah entitas yang kompleks
Tes IQ telah digunakan selama puluhan tahun untuk menilai kecerdasan manusia dan sering turut diperhitungkan dalam memilih kandidat untuk pekerjaan yang berbeda. Meskipun demikian, studi baru menunjukkan bahwa secara fundamental adalah salah karena mengabaikan fakta bahwa pikiran manusia sangat kompleks dan terdiri dari banyak aspek yang berbeda.

"Hasil ini membantah gagasan bahwa satu indikator kecerdasan seperti IQ, dapat menangkap semua variasi dalam kemampuan kognitif dari orang yang berbeda," kata Dr Roger Highfield , salah satu penulis penelitian.

"Semua orang bisa memikirkan orang-orang yang buruk pada penalaran tetapi memiliki memori yang sangat baik dan kemampuan verbal yang menakjubkan. Sekarang kita dapat mengatakan bahwa tidak ada quotient tunggal seperti IQ yang dapat menangkap semua aspek kecerdasan," tambah Dr Highfield.

Survei terbesar yang pernah dilakukan
Penelitian yang dipimpin oleh para ahli dari University of Western Ontario di Kanada, dilakukan secara online dari situs-situs «New Scientist», «Telegraph» dan «Discovery» pada tahun 2010 yang melibatkan 110.000 orang. 44.600 dari mereka dianggap cocok untuk dimasukkan dalam sampel yang diteliti, dan ini merupakan jumlah terbesar yang pernah dipelajari.

Kepada peserta diserahkan 12 penalaran, perencanaan memori, dan tes perhatian, kemudian diminta untuk menjawab pertanyaan tentang kebiasaan pribadi mereka dan preferensi. Setelah menganalisis jawaban, para peneliti melihat bahwa intelijensi menunjukkan pada orang dengan cara yang berbeda dan tidak dapat dinilai dengan ukuran tunggal. Sebaliknya, setidaknya ada tiga indikator penting untuk jenis penilaian seperti: memori jangka pendek, penalaran logis dan kemampuan bahasa.

Setelah itu para peneliti mempelajari hasil scan otak dari 16 peserta dan menemukan bahwa ketiga karakteristik dikaitkan dengan tiga sirkuit terpisah di otak yaitu tiga pola yang berbeda dari aktivitas saraf. "Intinya adalah: apa yang membuat seseorang berbeda dari yang lain adalah kognitif, apa yang sering disebut kecerdasan terlalu kompleks untuk diringkas dalam satu faktor tunggal IQ" kata pemimpin penelitian Profesor Adrian Owen dari Brain and Mind Institute di University of Western Ontario.

6 Pelajaran Kebahagiaan dari Anak-Anak


Anak bahagia
Banyak orang berubah dengan usia. Mereka menjadi lebih dan lebih tenggelam dalam masalah mereka dan tersenyum kurang dan kurang. Tapi kita lihat anak-anak kecil. Mereka selalu tersenyum dan menikmati hidup. Jadi, mungkin orang dewasa harus sedikit mengajar anak-anak mereka dan bahkan mengambil beberapa pelajaran dari mereka? Berikut adalah beberapa contoh yang akan membantu Anda melihat dunia dengan mata anak dan menjadi pribadi yang lebih bahagia:

Lepaskan emosi negatif
Anak itu sangat mudah untuk beralih dari buruk menjadi baik. Misalnya, ketika bermain, dia istirahatkan lututnya dan mulai menangis, tetapi setelah beberapa saat ia lupa tentang hal itu dan tertawa lagi. Tidak seperti orang dewasa, anak-anak tidak berpegang pada emosi negatif mereka. Mereka dengan mudah membebaskan emosi negatif mereka dan terus menikmati hidup.

Hidup saat ini
Semua masa lalu sudah berlalu, dan besok belum datang. "Hari ini" adalah satu-satunya yang kita miliki. Hanya orang yang menghargai setiap saat dalam hidupnya dapat benar-benar bahagia.

Fokus pada yang baik
Ketika seorang anak bermain, ia benar-benar fokus pada permainan. Dia memiliki banyak hal menyenangkan, karena ia tidak memikirkan hal lain tapi mainannya. Pada orang dewasa, semuanya berbeda. Bahkan di saat-saat menyenangkan, banyak orang menyiksa diri dengan pikiran tentang masalah di tempat kerja, tagihan yang belum dibayar dan sebagainya. Untuk menikmati hidup, kadang-kadang Anda perlu melupakan masalah. Apakah Anda ingat ungkapan terkenal Scarlett O'Hara : " Saya akan memikirkannya besok "?

Percayalah bahwa tidak mungkin adalah mungkin
Anak-anak tahu betul bahwa tidak ada yang mustahil. Mereka mempunyai kepercayaan diri dan kemampuan mereka tak ada habisnya. Mereka berpikir bahwa jika mereka ingin, mereka dapat belajar terbang. Namun kenyataannya adalah bahwa semakin tua, mereka lupa tentang hal itu. Orang mengatur kerangka kerja bagi diri mereka sendiri dan tidak dapat mengatasi keterbatasan. Ingat bahwa tidak ada yang mustahil.

Gunakan imajinasi Anda
Anak-anak suka berfantasi. Mereka terus-menerus membayangkan diri mereka sebagai peri, naga, pangeran dan putri. Imajinasi mereka tidak mengenal batas, sehingga permainan mereka kian menarik dan menarik. Orang dewasa juga perlu menggunakan imajinasi mereka lebih sering. Imajinasi mengembangkan pemikiran kreatif dan memungkinkan kita untuk melihat peluang baru. Sebuah pendekatan kreatif untuk kehidupan membuat kita melepaskan potensi kreatif kita, yang membuat kita lebih bahagia.

Percayalah pada mimpi anda
Mimpi anak-anak yang indah! Mereka percaya bahwa semua keinginan menjadi kenyataan dan tidak pernah meragukannya. Seorang anak yang bercita-cita menjadi astronot, masih akan percaya dalam mimpinya dan tidak akan mendengarkan ketika Anda mengatakan kepadanya bahwa itu adalah profesi yang sangat sulit dan berbahaya. Dia melakukan semuanya untuk membuat mimpinya menjadi kenyataan: dia membaca buku tentang astronot dan perjalanan ruang angkasa, ia mengeksplorasi planet-planet dan bintang-bintang, dan melakukan beberapa latihan untuk menjadi kuat. Orang dewasa terlalu dibebani dengan beban kekhawatiran sehari-hari dan sering tidak punya waktu untuk keinginan dan impian mereka sendiri. Bahkan ketika mereka berusaha untuk mewujudkan impian mereka, mereka dengan mudah menyerah ketika menemukan hambatan yang dihadapi. Tapi apakah itu layak dilakukan?

Smoga Anda menyukai pelajaran ini.........

Grafologi, Ilmu Atau Seni Membaca Tulisan Tangan Seseorang

Bisa mengetahui sifat dan karakter seseorang tentunya sangat mengasyikan. Walaupun belum terlalu mengenal teman atau seseorang yang baru kita kenal. Ada banyak metode untuk bisa mengetahui karakter dan sifat seseorang. Salah satunya kita bisa mengetahuinya lewat tulisan tangannya. Ada suatu ilmu dari cabang psikologi yang dinamakan Grafologi. Apa itu Grafologi?

Grafologi adalah ilmu atau seni membaca tulisan tangan seseorang. Mirip seperti DNA atau sidik jari seseorang, yang punya keunikan tersendiri untuk mencirikan keunikan seorang manusia. Manusia diciptakan memang sangat unik dan tidak ada yang sama.

Grafologi bisa dipelajari dengan sederhana dan tidak sulit untuk bisa mempelajarinya. Bagaimana cara untuk mempelajarinya? Mari kita lihat!


1. Besar Kecilnya Tulisan

Dilihat dari sudut pandang besar kecilnya tulisan terdapat empat kriteria penting yaitu : kecil, sedang, besar, dan sangat besar.

Tulisan yang berukuran kecil menunjukkan sifat pendiam, sering menyendiri tapi punya otak yang cemerlang dan pikirannya selalu ilmiah.

Tulisan tangan yang ditulis kecil-kecil tapi jelas mudah untuk dibaca menunjukkan penulisnya pandai, juga punya konsentrasi kuat, walau sayang tipe ini kadang suka sekali menonjolkan keilmuannya. Sedangkan jika tulisan tangan kecil dan susah membacanya berarti sang penulis adalah orang bertipe mandiri dalam hidupnya.

Tulisan tangan sedang, mengandung makna bahwa penulisnya adalah orang yang sangat terpaku kepada tradisi kuno, atau hal-hal yang bersifat formil modern. Sangat jitu dalam penggunaan logika untuk dasar referensi keputusan-keputusannya.

Jenis tulisan tangan yang besar menunjukkan besarnya ambisi seseorang namun murah hati dan selalu ingin dihargai oleh orang lain, di samping suka melebihkan omong-omongan yang kurang perlu. Sedangkan untuk jenis tulisan tangan yang sangat besar menunjukkan bahwa penulisnya sangat hati-hati dalam segala hal, gemar membuat perhatian bagi sekelilingnya, banyak over aktingnya dalam mencari perhatian.


2. Gaya Tulisan

Dalam spesifikasi Gaya Tulisan ini terbagi ke dalam lima sub. Masing-masing, adalah :

1. Gaya Sambung Biasa
Orang yang punya model tulisan begini biasanya senang memberi respon pada setiap masalah, bisa menerima ide dari orang lain, mudah bergaul dan disenangi teman. Baginya berbakat untuk menjadi seorang pemimpin.

2. Gaya Sambung Berbentuk Petak
Mengandung arti penulisnya mudah dipengaruhi, selalu menilai enteng setiap persoalan, hingga tindakannya kadang terkesan sembrono, tanpa pemikiran matang.

3. Gaya Sambung Berliku
Tulisan yang banyak lika-likunya, mengandung makna bahwa penulisnya sangat formil, hati-hati dan sering menonjolkan status, namun umumnya sifat mereka pendiam, gemar menyendiri dan biasanya banyak memiliki keahlian atau bakat.

4. Gaya Lurus dan Lancip
Tulisan tangan model demikian menunjukkan penulisnya orang agresif, sangat tekun mengerjakan sesuatu, walau kadang enggan berkompromi dengan orang lain. Bila lancipnya pada huruf awal saja maka pertanda dirinya orang yang banyak mengalami konflik psikologis, sehingga kadang bersikap agresif.

2. Gaya Campuran
Bentuk tulisan bersambung yang tak karuan menuliskan cepat, dan kadang sukar membacanya hal ini mengandung arti bahwa penulisnya adalah orang yang biasa berpikir cepat, kreatif tapi paling tersinggung kalau dikritik. Bahkan, bila tidak sesuai dengan kehendaknya jangan harap orang bisa mendapatkan bantuannya karena dia paling doyan mengelak dalam memberi pertolongan.


3. Kemiringan Tulisan

Bentuk kemiringan tulisan tangan, apakah itu miring ke kiri atau ke kanan, atau tegak lurus.

Mereka yang tulisannya miring ke kiri menunjukkan penulisnya bersikap tertutup (introvert). Segala sesuatu diukur menurut penilainnya sendiri atau menurut ukuran masa lampau. Disamping mempunyai sikap konservatif, orang dengan tipe tulisan ini sangat individualis.

Jenis tulisan miring ke kanan, menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap terbuka (extropet), berani menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata hatinya merupakan power yang penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia lebih banyak untuk menanyakan kepada ahlinya.

Tulisan tangan yang bentuknya tegak, mengandung arti bahwa penulisnya adalah tipe orang yang tak suka banyak diatur. Baginya dia adalah miliknya sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam mengerjakan sesuatu tindakan, namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam memilah dan memilih hal yang dianggapnya positif.



4. Tekanan Tulisan

Bila kita memperhatikan bekas tulisan tangan seseorang akan ditemukan tampak goresan tekanan tulisan seperti tercetak di baliknya. Dengan memperhatikan bekas goresan yang tercetak di balik kertas kita akan dapat mengetahui dan menebak bagaimana kepribadian dan tingkah laku si penulisnya.

Tekanan yang halus berarti pembawaannya tenang, tapi mudah atau tidaknya dibaca itu bukan persoalan. Sedangkan tulisan yang bekas tekanannya tercetak jelas dibelakangnya menandakan penulisnya punya sifat kaku dan formal. Karenanya orang ini sulit untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan, namun dia menganggap bersikap demikian penting baginya agar dihargai orang lain.


5. Bentuk Huruf Awal

Diantara orang ada yang gemar memainkan bentuk tulisannya, terutama bentuk awal tulisannya. Beberapa ciri dan kecenderungan karakter si penulis adalah sebagai berikut :

1. Bentuk Jangkar
Disebut bentuk jangkar karena memang huruf awal tulisannya dalam bentuk jangkar. Tulisan ini memberi tanda bahwa yang memiliki tulisan cenderung bersikap kurang dewasa dan kurang percaya diri dalam menjalani hidup. Dia banyak bersikap pasif.

2. Bentuk Busur
Disebut bentuk busur karena memang bentuk awalnya membentuk busur seperti ditarik. Pemilik tulisan ini biasanya cepat puas dengan hasil yang dicapai, dan hidupnya sangat berpandangan kuat akan nilai-nilai religius.

3. Bentuk Memanjang
Huruf awal memanjang yang dituliskan pelan-pelan, menunjukkan bahwa orangnya terlalu berhati-hati dalam merencanakan masa depan. Panjanganya huruf awal menunjukkan kelambatan kerja dan pemborosan waktu.

4. Bentuk memanjang dari bawah
Bentuk memanjang dari bawah bila digoreskan secara kilat menunjukkan penulisannya orang yang agresif dan cepat menyelesaikan pekerjaan, disamping gemar melakukan berbagai eksperimen.


Marjin dan Kemiringan Tulisan juga Mengungkap Karakter Seseorang

Mengungkapkan kualitas pendidikan dan sosial.

* Marjin atas lebar: cenderung menarik diri dan menjaga jarak dengan orang lain, bersifat formal, hormat terhadap orang lain.
* Marjin atas sempit: menyukai formalitas.
* Marjin bawah lebar: rasa takut terhadap seks, idealis, kurang bersahabat, mementingkan keterampilan luar, adanya trauma emosional.
* Marjin bawah sempit: mempunyai naluri suka menimbun, sok akrab, kurang hati-hati, sentimental, materialistis, mudah lelah, kurang bisa berkomunikasi.
* Marjin kiri lebar: latar belakang kebudayaan yang baik, intelejensi, rasa seni, selalu ingin berkembang dan aktif.
* Marjin kiri sempit: persahabatan yang tidak pandang bulu, picik, pendiam, hipersensitif, hati-hati, ingin menghindari tekanan.
* Marjin kanan lebar: ketakutan akan masa depan.
* Marjin kanan sempit: pendekatan lebih berhati-hati terhadap calon teman dan dunia secara umum, kurangnya sikap memilih-milih, murah hati, sembrono, ketidaksabaran, ingin segera keluar dari masalah.
* Rata: memiliki pikiran yang teratur dan mata yang artistik.
* Satu halaman penuh tulisan tanpa ada jarak spasi: picik, banyak bicara.
* Satu halaman hampir semuanya bermarjin: penakut, tertekan, tidak pernah puas.
* Marjin kiri acak-acakan: depresi temporer.
* Marjin kiri semakin melebar ketika tulisan turun: bermakna tulisan cepat dan spontan, kesulitan untuk menggunakan waktu.
* Marjin kiri semakin menyempit ketika tulisan turun: cenderung memulai tugas yang berani.
* Marjin sempit di sisi kiri dan kanan: tidak melihat berbagai hal dari segi pandangan masyarakat lainnya, tidak melihat dirinya dengan baik.
* Marjin kiri tidak rata: tidak bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat, suka melawan, suka menyimpang, tidak disiplin.
* Tidak ada marjin: sibuk, berusaha keras, pelit, egois.

Kmiringan

Ke kiri: berhubungan dengan masa lalu dan hal-hal yang negatif.

Vertikal: berhubungan dengan pengendalian dan formalitas.

Ke kanan: berhubungan dengan masa depan dan hal-hal yang positif.

* Ke kanan: ekstrover, kepribadian yang bebas disertai kebutuhan dan kapasitas untuk kontak manusiawi, keinginan memberi dan menerima afeksi, mudah berkomunikasi, bersahabat, responsif, suportif, kurang sabar, tidak tenang, tergesa-gesa, aktif. Positifnya: keaktifan, simpati, kemampuan bergaul. Negatifnya: ketidaksabaran, ketergesa-gesaan, kepanikan.
* Terlalu ke kanan: makin suka bergaul tetapi dengan kendali emosi yang lebih rendah, mudah bosan, mudah gelisah, banyak teman dekat.
* Sedikit ke kanan: membutuhkan orang lain, berpandangan ke luar, ekstrover.
* Ke kiri: introver, dituntun oleh pikiran ketimbang emosi, mudah tersinggung. Positifnya: kontrol diri, sikap hemat, pemikiran yang konservatif. Negatifnya: keegoisan, ketakutan terhadap masa depan, mengucilkan diri
* Terlalu ke kiri: introspektif, gugup, pemimpi.
* Sedikit ke kiri: banyak menggunakan pikirannya, agak introver.
* Vertikal: independen, tidak ekstrover dan juga tidak introver, tidak tergantung pada orang atau sesuatu yang lain. Positifnya: kenetralan, dominasi pemikiran, kontrol diri, penjagaan jarak. Negatifnya: keegoisan, tidak berbelas kasih, sikap dingin, dan kaku.
* Bervariasi (ada ke kanan, ada ke kiri): kepribadian yang serba guna tetapi kerap tidak stabil, mudah berubah, kerap murung, kerap terombang-ambing antara kata hati dan kendali (pikiran dan emosi).


Tulisan yang dasarnya tetap, kuat, dan lurus menunjukkan orang yang suasana hatinya terkendali. Dia tidak mudah digoyahkan orang lain dan mempunyai keseimbangan yang baik, berterus terang, dan tekun.

Turun: berhubungan dengan depresi, lelah, ketidakjujuran, kesedihan, pesimisme

Datar: berhubungan dengan ketenangan dan stabilitas luar.

Naik: berhubungan dengan penuh harapan, ambisi, kejujuran, aktivitas, motivasi dan sukses.


Miring ke atas (menaik): menunjukkan ambisi dan optimisme, orang yang teratur, berperasaan dan bertanggung jawab, suka bergaul, menyenangkan.

Menaik tiruan (garis dasar menaik tetapi jatuh pada bagian akhir): mudah menyerah.

Miring ke bawah (menurun): menunjukkan pesimisme dan depresi, kelelahan mental dan fisik.


Makin tinggi sebuah garis menanjak, makin ambisius dan optimistis. Makin jauh kemiringan ke arah bawah, makin besar pesimisme.
Bervariasi: mengungkapkan suasana hati, mudah mengesampingkan akal sehat guna memberi tempat kepada perasaan. Mungkin dia tidak sabar dan tidak dapat diandalkan.

Membentuk kurva (menaik kemudian menurun) atau cembung: mudah menyerah, memulai pekerjaan dengan semangat dan antusiasme yang tinggi tetapi kemudian kehilangan semangat.

Membentuk kalung (menurun kemudian menaik) atau cekung: jalan untuk mencapai tujuan, memulai suatu pekerjaan dengan semangat dan antusiasme rendah tetapi kemudian sangat bersemangat.

Lurus: stabil, terkendali.

Sangat lurus: bertindak dangkal seolah-olah terkendali.

Tiap kata naik: sedang bahagia.

Tiap kata turun: tidak bahagia.

Source:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13153398
http://jadiberita.com
Gambar:
http://ingintau2.blogspot.com

Skizofrenia


Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Pada pasien penderita, ditemukan penurunan kadar transtiretin atau pre-albumin yang merupakan pengusung hormon tiroksin, yang menyebabkan permasalahan pada zalir serebrospinal.

Tidak ada jalur etiologi tunggal yang telah diketahui menjadi penyebab skizofrenia. Penyakit ini mungkin mewakili sekelompok heterogen gangguan yang mempunyai gejala-gejala serupa. Secara genetik, sekurang-kurangnya beberapa individu penderita skizofrenia mempunyai kerentanan genetic herediter. Kemungkinan menderita gangguan ini meningkat dengan adanya kedekatan genetic dengan, dan beratnya penyakit, probandnya. Penelitian Computed Tomography (CT) otak dan penelitian post mortem mengungkapkan perbedaan-perbedaan otak penderita skizofrenia dari otak normal walau pun belum ditemukan pola yang konsisten. Penelitian aliran darah, glukografi, dan Brain Electrical Activity Mapping (BEAM) mengungkapkan turunnya aktivitas lobus frontal pada beberapa individu penderita skizofrenia. Status hiperdopaminergik yang khas untuk traktus mesolimbik (area tegmentalis ventralis di otak tengah ke berbagai struktur limbic) menjadi penjelasan patofisiologis yang paling luas diterima untuk skizofrenia.

Semua tanda dan gejala skizofrenia telah ditemukan pada orang-orang bukan penderita skizofrenia akibat lesi system syaraf pusat atau akibat gangguan fisik lainnya. Gejala dan tanda psikotik tidak satu pun khas pada semua penderita skizofrenia. Hal ini menyebabkan sulitnya menegakkan diagnosis pasti untuk gangguan skizofrenia.

Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.

75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.

Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.

Gejala

Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.

Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:

1. Gejala-gejala Positif
Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.
2. Gejala-gejala Negatif
Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme, sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Traumatic Stress Dissorder. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.

Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.

Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Sebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja, halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis.

Terapi Penyakit Skizofrenia
Obat neuroleptika selalu diberikan, kecuali obat-obat ini terkontraindikasi, karena 75% penderita skizofrenia memperoleh perbaikan dengan obat-obat neuroleptika. Kontraindikasi meliputi neuroleptika yang sangat antikolinergik seperti klorpromazin, molindone, dan thioridazine pada penderita dengan hipertrofi prostate atau glaucoma sudut tertutup. Antara sepertiga hingga separuh penderita skizofrenia dapat membaik dengan lithium. Namun, karena lithium belum terbukti lebih baik dari neuroleptika, penggunaannya disarankan sebatas obat penopang. Meskipun terapi elektrokonvulsif (ECT) lebih rendah disbanding dengan neuroleptika bila dipakai sendirian, penambahan terapi ini pada regimen neuroleptika menguntungkan beberapa penderita skizofrenia.

Hal yang penting dilakukan adalah intervensi psikososial. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stressor lingkungan atau mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya, dan adanya dukungan sosial. Intervensi psikososial diyakini berdampak baik pada angka relaps dan kualitas hidup penderita. Intervensi berpusat pada keluarga hendaknya tidak diupayakan untuk mendorong eksplorasi atau ekspresi perasaan-perasaan, atau mempertinggi kewaspadaan impuls-impuls atau motivasi bawah sadar.

Tujuannya adalah :

1. Pendidikan pasien dan keluarga tentang sifat-sifat gangguan skizofrenia.
2. Mengurangi rasa bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini. Bantu penderita memandang bahwa skizofrenia adalah gangguan otak.
3. Mempertinggi toleransi keluarga akan perilaku disfungsional yang tidak berbahaya. Kecaman dari keluarga dapat berkaitan erat dengan relaps.
4. Mengurangi keterlibatan orang tua dalam kehidupan emosional penderita. Keterlibatan yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko relaps.
5. Mengidentifikasi perilaku problematik pada penderita dan anggota keluarga lainnya dan memperjelas pedoman bagi penderita dan keluarga.

Psikodinamik atau berorientasi insight belum terbukti memberikan keuntungan bagi individu skizofrenia. Cara ini malahan memperlambat kemajuan. Terapi individual menguntungkan bila dipusatkan pada penatalaksanaan stress atau mempertinggi kemampuan social spesifik, serta bila berlangsung dalam konteks hubungan terapeutik yang ditandai dengan empati, rasa hormat positif, dan ikhlas. Pemahaman yang empatis terhadap kebingungan penderita, ketakutan-ketakutannya, dan demoralisasinya amat penting dilakukan.

Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.

Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Kisah John Nash, doktor ilmu matematika dan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind, membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi.

Organisasi Pendukung

Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia(KPSI) adalah sebuah komunitas pendukung Orang Dengan Skizofrenia (ODS) dan keluarganya yang memfokuskan diri pada kegiatan mempromosikan kesehatan mental bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Keberhasilan ODS dalam pemulihan sangat tergantung kepada pemahaman keluarga tentang skizofrenia.

Komunitas ini juga bertujuan memberikan informasi tentang skizofrenia yang tepat kepada masyarakat guna memerangi stigma negatif terhadap ODS. Orang Dengan Skizofrenia sama sekali tidak membahayakan, bahkan mereka sangat membutuhkan dukungan semua orang. Dengan adaptasi yang tepat, mereka juga dapat bekerja dengan baik seperti orang normal.

Kegiatan penting yang dilakukan komunitas ini adalah menterjemahkan swadaya atas artikel-artikel penting tentang skizofrenia dan panduan-panduan keluarga. Kegiatan edukasi berupa kopi darat juga dilakukan untuk saling berbagi pengalaman antar keluarga maupun narasumber.


Sumber:

4 Tipe Pekerja Berdasarkan Manajemen Emosi

Setiap individu memiliki karakter yang berbeda-beda di tempat kerja. Ada tipe yang tegas dan selalu terjun untuk menyelesaikan masalah, dan ada pula tipe yang lebih diplomatis dan menerima.

Dengan memahami gaya emosi rekan kerja, termasuk diri Anda sendiri, orang dapat terhindar dari pertikaian, meningkatkan efektivitas, serta membuat suasana kantor terasa lebih menyenangkan.

Dalam buku berjudul 'It's Always Personal,' Anne Kreamer bekerja sama dengan JWT untuk menyurvei 1.239 pekerja Amerika, mulai dari tingkat manajer sampai entry level. Dari data yang terkumpul, berhasil diidentifikasi empat tipe pekerja berikut ini, seperti dikutip situs forbes.com



Solver
Kelebihan: Tipe profesional seperti ini adalah jenis yang paling langka. Mereka menunjukkan performa terbaik di bawah tekanan. Umumnya, tipe ini merasa puas terhadap diri sendiri dan memiliki kekuatan batin yang solid.
Kekurangan: Karena sifatnya yang tegas, mereka mungkin menutup diskusi sebelum orang lain merasa memiliki kesempatan untuk didengarkan. Mereka juga bisa dipandang sebagai penyendiri.
Saran: Bagi pemikiran di balik pilihan-pilihan Anda dengan kolega.



Accepter
Kelebihan: Berorientasi detail dan diplomatis. Kebanyakan orang biasa masuk ke dalam kategori ini.
Kekurangan: Pesimistis dan penunda. Tipe seperti ini kerap menyembunyikan emosi dan cenderung merasa tidak dihargai.
Saran: Anda membutuhkan sarana untuk mengeluarkan emosi. Tuliskan perasaan Anda atau ceritakan uneg-uneg kepada teman yang dipercaya.



Believer
Kelebihan: Tipe ini biasanya puas dengan kehidupan mereka, dan menemukan makna tentang berbagai hal di luar diri mereka sendiri seperti keyakinan, negara, dan organisasi.
Kekurangan: Meski tidak keberatan orang lain mengekspresikan emosi mereka, tipe ini sendiri tidak nyaman melakukan hal tersebut. Mereka selalu berhati-hati.
Saran: Anda dapat membantu menyelesaikan konflik di tempat kerja, dengan turun tangan dan mengingatkan kolega tentang tujuan dan keyakinan bersama mereka.



Spouter
Kelebihan: Karismatik dan menarik. Tipe seperti ini mampu memperlihatkan semua emosi, termasuk air mata, di depan publik.
Kekurangan: Tipe seperti ini merupakan yang paling cemas, dan lebih banyak berbicara daripada mendengarkan. Ketika terjadi sesuatu yang salah, mereka sering menyalahkan rekan kerja.
Saran: Lakukan aktivitas fisik seperti yoga atau berlari, untuk membantuk mengatasi stres dan mencegah ledakan emosi.



Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/
Gambar:
http://google.com


Topik Lainnya:  psikologipendidikan, buku, riset sains

20 Alasan Kenapa Facebook Patut Ditinggalkan

Kalau di dasawarsa 1980-an mungkin PC (Personal Computer) adalah technology yang paling heboh pada saat itu. Mulanya, PC belum ada Windows, masih memakai Disk Operating System (DOS). Pertama kali Windows muncul, apa sih, Windows? Apakah ada semacam “Jendela” untuk yang membantu kita “mengintip” PC??

Dasawarsa berikutnya (the next decade) – internet yang mendominasi dunia IT. Awalnya, belum ada DSL atau high speed internet. Kita masih memakai phone-line (modem) untuk internet on-line sehingga telpon nggak bisa dipakai. Belum ada telepon genggam (HP). Baru di pertengahan dasawarsa 1990an HP mulai merajalela, tapi pada mulanya ukurannya gedhe seperti batu bata. Internet mulai cepat dan mulai memiliki graphic dan browser seperti Internet Explorer, Netscape, dan lain-lain.

Facebook (FB) kemudian yang mendominasi dasawarsa yang baru lewat ini. FB yang diciptakan oleh mahasiswa dropped-out dari Harvard di tahun 2003, sekarang mempunyai 500 juta pemakai di seluruh dunia.

Total penduduk AS sekitar 300 juta. Dengan kata lain, pengguna FB di seluruh dunia hampir mencapai dua kali lipat total penduduk AS. Total penduduk bumi sekitar 6 Billion, dengan kata lain, 8.3% umat manusia di bumi ini punya facebook account. Ini adalah phenomenon yang luar biasa. Tak heran, FB sekarang menjadi US$ 50 Billion company, sebuah prestasi yang luar biasa dalam jangka waktu relative cukup singkat.



Dibalik itu semua, FB memiliki kelemahan dan ketidaksempurnaannya. terlebih lagi FB adalah "buatan manusia", yang pastinya tidak luput dari segala kekurangan. mungkin tidak hanya dalam sistem & teknologinya, tapi juga dalam lingkup sosial & psikologis.

Berikut beberapa alasannya:



1. Identity Theft & CV on FB
Dan alasan utama kenapa FB tidak disukai...adalah pencurian identitas. Banyak orang dengan bangga mencantumkan CV (resume) di FB. Bahkan, lebih dari itu, ada yang mencantumkan data-data pribadi seperti alamat rumah, no telpon, tanggal lahir, dan seterusnya. Heran, kenapa nggak sekalian cantumkan rekening bank (bank account) dan SSN saja?

Just to let you know that all your private information on FB does not belong to you, but they belong to FB! Jadi, FB punya hak penuh atas semua information (private and public) dan semua foto-foto yang Anda pasang di FB. Tergantung bagaimana Anda men-set privacy pada profile Anda. Bisa jadi, semua orang (nggak harus “friends” Anda) bisa melihat data-data pribadi Anda. Tetapi, kalau hackers punya admin access, dengan mudah hackers akan mengambil semua data pribadi Anda.

Pernah mendengar “Identity Theft”, bukan? Data-data pribadi Anda dengan mudah diambil di FB dan digunakan oleh orang lain tanpa sepengetahuan Anda. Biasanya, begitu Anda sadar, semua sudah terlambat.

“Identity Theft” merupakan crime yang cukup serious di US. Data-data pribadi Anda di FB merupakan commodity yang laku keras di internet. Apalagi kalau Anda tinggal di US, punya kerjaan bagus, credit history bagus, good employment record, ini merupakan sasaran empuk untuk menjadi korban “Identity theft”.

Contoh yang gampang, orang lain dapat data pribadi Anda dari FB -- alamat, nama lengkap, dan tanggal lahir Anda. Walapun Anda tidak cantumkan SSN di FB, dengan informasi seperti ini, orang tersebut bisa menjual info Anda di internet atau memakai info tersebut untuk kepentingan pribadi dia, tanpa Anda ketahui.

Mungkin Anda bingung, ngapain sih orang lain mau data pribadi saya? Apa untungnya? Sekali lagi, di Indonesia, jarang sekali terdengar "identity theft". Tetapi di Amerika Serikat, hal ini merupakan kejahatan yang tumbuh pesat dan menjadi ancaman serius.

Amerika Serikat, negara yang punya penduduk sekitar 300 juta orang dan punya banyak immigrant, baik legal maupun illegal. Jumlah illegal Immigrant (Orang Gelap) diperkirakan mencapai 12 juta orang. Karena mereka gelap, mereka nggak bisa mencicil mobil, apply credit card, dan mereka nggak punya credit history.

Di sini, jika ingin ngapain saja seperti membeli mobil atau rumah, mencari kerja (apalagi kerja yang pakai security clearance), credit history & background check selalu diperiksa. BUKAN berarti setiap orang "gelap" pasti akan MENCURI data pribadi Anda. Bisa saja US Citizen. Tetapi, jika sebelumnya seseorang mempunyai credit history jelek, US Citizen bisa saja mencuri data pribadi orang lain untuk mengambil jalan pintas.

Dengan punya credit card atas nama orang lain, orang tersebut bisa shopping ribuan dollar tanpa harus bayar. Toh bukan nama dia, gitu pikirnya. Credit card company akan mencari nama orang yang tertulis di credit card tersebut. Ketika si pemilik nama di kartu kredit mengetahui, dia kaget mengetahui dirinya sudah menjadi korban “Identity Theft”. Dan, dia harus membayar tagihan credit card yang jumlahnya ribuan dollar, padahal bukan dia yang menggunakan.

Sekali lagi, ini masalah yang paling serious di US. Semakin banyak kita memasang data pribadi di FB, semakin mudah kita bakal menjadi korban “Identity Theft”



2. FB & Dangerous Online Activities
Anda yang punya FB pasti mengetahui, di FB, kita bisa main game seperti FarmVille atau Mafia wars. Wah, kadang-kadang games seperti ini bisa membuat kecanduan. Malam-malam rela begadang hanya untuk bermain Mafia Wars.

Asal tahu saja, ketika bermain games, aplikasi tersebut mengirimkan facebook id Anda ke berbagai company dan data firms. Yang lebih cilaka lagi, aplikasi tersebut juga mengirim informasi tentang teman-teman Anda di FB. (Baca: Facebook Admits to Privacy Issue and Makes Fixes dan Facebook in Privacy Breach)

Jadi, misal Anda punya teman A di FB, Anda tidak pernah bermain FarmVille atau Mafia Wars. Tetapi si A, temen Anda di fb selalu bermain Mafia Wars. Nah, semua personal information teman A di FB, termasuk Anda, terkirim kepada pihak ketiga (the third party) tanpa Anda sadari dan tanpa si A sadari.

Sekali lagi, sampai detik ini, belum ada privacy law di Amerika Serikat yang mengatur hal ini. Jadi sampai saat ini, ini masih legal.



3. FB & Data Mining
Sadarkah Anda, setiap kali online, kegiatan Anda selalu dimonitor? Ini bukan hanya ketika Anda sedang ber-FB ria. Di FB terdapat banyak sekali iklan. Itu memang sumber duit FB. Data mining semacam ini legal di USA. Bagi Anda yang belum pernah mendengar istilah data mining, inilah definisinya:
“It is the process of extracting patterns from data. Data mining is seen as an increasingly important tool by modern business to transform data into business intelligence giving an informational advantage. It is currently used in a wide range of profiling practices, such as marketing, surveillance, fraud detection, and scientific discovery.”
Jadi, jika Anda meng-klik suatu link waktu Anda login ke FB, lalu Anda membeli sesuatu secara online, maka mereka akan mengetahui Anda meng-klik website mereka dari FB. Di kemudian hari, waktu Anda login ke FB lagi, mereka tahu kapan Anda login ke FB. Lalu, Anda mendapat spam dan berbagai macam iklan dari produk mereka.



4. FB & Group Vulnerability
Anda yang punya FB pasti ikut group. Ada banyak group, misalnya lulusan SMA Tarakanita (TARKI), lulusan SMA Kanisius, Michigan State University alumni, dan lain-lain, dan lain-lain.

Yang ginian masih mending deh. Yang bener-bener nggak mutu itu misal, group macem seperti ini, nih: free Tibet on facebook. Ini bener-bener, sama sekali, TIDAK BERGUNA! Apakah hanya dengan petisi on facebook lalu pemerintah Cina akan memberikan otonomi penuh ke Tibet? NO WAY!!

Yang lebih cilaka lagi, udah status Tibet tetap sama saja, sadarkah Anda, kalau Anda bergabung dalam group-group macem gitu, data pribadi Anda yang disimpan di FB (beserta foto-foto pribadi) bisa dibajak (hijacked). Semua itu bisa digunakan untuk kepentingan lain-lain yang tidak Anda inginkan? (Silahkan baca: Facebook Groups Hacked Good Cause).



 5. FB & Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak
Memang betul, dengan FB, Anda bisa punya teman tanpa mengenal batas negara, batas kota, batas benua. You can have friends without border. Tetapi akibatnya, Anda begitu kecanduan dengan FB sehingga Anda tidak peka dengan keadaan di sekeliling Anda lagi. Seperti pepatah lama: “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak”.



 6. SKSD on FB
Ini yang paling gemas (ato menyebalkan). Misalnya punya teman D di FB, dan si D punya teman E di FB, apakah berarti Anda dan E juga (harus) temenan? NO! A friend’s friend does not necessary be our friend! Paling sebel kalau dapat “friend request” dari orang yang nggak di kenal. Jadi kesannya kok SKSD (Sok Kenal Sok Dekat)!



7. FB & your productivity
Anda yang punya FB, coba bertanya pada diri sendiri. Dalam satu hari, berapa jam Anda di FB? Satu minggu? Satu bulan? Satu tahun? Bayangkan, berapa waktu yang terbuang hanya untuk nongkrong di FB. Kerjaan kantor dan kerjaan rumah bisa tertinggal. Sudah banyak kejadian, pegawai dipecat gara-gara ber-FB ria terus tiap hari di kantor sehingga pegawai tersebut tidak productive lagi.



 8. FB & Pedophile
Kita kecanduan FB boleh-boleh saja, toh kita semua orang dewasa. Tetapi, MOHON JANGAN bawa anak-anak kita ke FB. If you don’t give a damn about yourself, please think about your own kids!

Orang Indonesia biasanya, saking hebohnya dengan FB punya anak 3, ketiganya dibuatkan FB account semua. Toh, gratis ini pikirnya. Terus dengan bangganya pasang foto-foto anaknya di FB, ketika anaknya mencapai umur 7 atau 8, si anak sudah otomatis kecanduan FB semua. Memang, rasanya agak jarang dengar pedophile di Indonesia. Tapi di US, buanyak buanget! (Baca:Pedophiles Finds Home Social Netwroking Facebook)

Pedophile ini juga membuat account FB atau myspace dengan mengaku umurnya 12 atau 13 tahun. Dia mencari mangsa anak-anak. Lalu, kalau dapat anak-anak “seumuran” dengannya, ia mulai menanyakan tempat tinggal mereka, tinggal di mana, di rumah ada ortu atau tidak. Lalu, dia mengajak kencan anak-anak di bawah umur.

Coba tonton acara Dateline NBC with Chris Hansen dimana semua pedophile dijebak dan ditangkap. Heran, orang-orang seperti itu suka ngeseks dengan anak-anak di bawah umur. Sekali lagi, sebagai orang tua, Anda harus tahu persis dengan siapa anak-anak Anda online.

Remember you can be anybody out there on the internet! As parents we ought to protect our kids at all costs!



9. FB & Narcissist
FB selalu tentang diri kita sendiri. “Gua mau ke salon nich”, “Gua mau ke Mall dulu ah”, dan seterusnya, dan seterusnya.

"Look, I just came back from overseas trip. Look, I have a new car, house, North Face jacket, look at me!! Please comments on my picture", they're craving for attention. In fact, it’s all about ME! In my narcissism, I just assumed that everyone else wanted to hear the tiny details of my day.



10. Jalan-jalan ke LN & the “V” sign on FB
Wah, kalau baru pulang jalan-jalan, apalagi jalan-jalan dari Luar negeri (LN), FB pasti langsung heboh dasyat. Semua foto-foto di-upload ke FB. Apalagi kalau bisa jalan-jalan sampai ke Eropa atau USA ketika sedang musim dingin, ada saljunya. Itu jacket North Face mati-matian di-zoom abis supaya tulisan “North Face”-nya bisa terbaca di FB. Padahal, North Face beli di Mangga Dua, kita juga nggak tahu. Ya, nggak?

Jangankan pergi jauh-jauh ke USA atau Eropa, ke Singapore saja foto-foto yang di-upload ke FB buanyaak buangett. Dari shopping di Takashimaya, Wisma Astria, dan ION Orchard, sampai naik MRT ke Bugis, Ang Mo Koi, Yishun, dan tunggu bus di Geylang. Pokoknya, setiap jengkal Singapore yang mungil itu ada fotonya di FB. Sudah begitu bilang; “Jangan lupa kasih comment yach?” Begitu mintanya. Apalagi kalau sempat ke Universal Studio yang baru buka di Singapore, wah heboh berat tuh FB!!

Udah gitu hampir semua foto posenya sama, dengan jari telunjuk & jari tengah diacungkan membentuk huruf “V”, the victory sign – so typical Asians such as Indonesians, Japanese, Koreans, Chinese. Hampir di semua foto selalu acungkan huruf “V”. KENAPA SIH?? Memang apa, sih? Jadi pengin tahu.

Tetapi soal pamer jalan-jalan ke LN ini bukan hanya monopoli orang Indonesia saja. Ada cerita teman, di kantor dia punya teman orang Philippines. Ceritanya, dia baru pulang jalan-jalan dari Israel, Egypt & Jordan. Seharusnya, hari Rabu dia masuk kantor. Tetapi, pada hari itu, dia tidak ada di kantor. Ternyata, dia katanya sakit lalu istirahat di rumah. Jadi, hari Kamis baru masuk kantor. Tetapi, hari Rabu dia seharian active di FB, chatting dan upload foto-foto vacation from Israel, Egypt, and Jordan. Rabu sore, teman saya telepon dia, mau tanya apa kabar, masih sakit? Eh dia langsung bilang gini, “Did you check my latest pictures on FB? Don’t forget to leave your comments”.

Loh, kok? Katanya sakit, kok, seharian penuh sibuk ber-FB ria?



11. North Face & Facebook
Segalanya gak harus di share juga, apalagi sampai hal2 detail seperti merk jaket. Seperti seseorang yang memajang potonya lalu dikomen sama temannya.
Xyz: Dimana nich?
Abc: L.A donk!
Xyz: Keren amat tuch jacket loe
Abc: Iya lah, North Face!
Xyz: Pantesan, anak loe juga keren abis!
Abc: Iya lah, pan seperti mommy he..he..he.. North Face juga loch!
Mungkin karena di Indonesia tidak pernah punya kesempatan pakai jacket karena selalu panas, jadi mumpung di L.A lalu ngeceng di Facebook pakai jacket North Face. Again, we don’t need to know nor care if she has North Face jacket.



12. TMI on FB
FB betul-betul TMI (Too Much Information). Ada yang gemar sekali update FBnya. Satu hari bisa puluhan kali dan selalu hal-hal yang nggak penting. Contohnya temen cewek saya, “Sebel banget nich! Udah hampir 1 jam cari parkir di Taman Anggrek mall nggak dapet”. Beberapa menit kemudian, langsung ramai ada yang bilang, coba cari parkir di sini, di sono, dan seterusnya. Should we really care if she can’t find a parking spot on a freakin’ mall, half-way around the world? She could use valet service!!!

Lha, kalau tiap hari baca posting-nya dan tahu segala macam kegiatan, dari “Wah gua mau ke salon nich” sampai “Baru terima raport, si Brenda juara satu lagi”. Kenapa mau ke salon saja harus bilang ke semua orang? Iya udah, pergi aja sono cepetan ke salon! Dalam satu hari bisa mendengar 10 kali dari orang tersebut! Nggak salah?



13. CLBK & NF on FB
Dengan FB, Anda bisa mencari teman lama, pacar lama (old flame, dirty laundry, former naked friend, or whatever you want to call it). Nah, kalau sudah ketemu your old-naked-friend (NF), pasti pikiran melayang jauh ke masa lampau. The first kiss, the first touch, the first time you got naked together with that person, etc.

Kalau sedang ribut dengan suami/istri, dengan adanya FB, Anda dengan mudah curhat ke old-flame Anda, yang tentu saja pernah mengenal Anda di masa lampau. Sedikit demi sedikit CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), apalagi kalau sudah melihat foto your old-naked-friend after 20 years still looking pretty darn good. Lalu, Anda bertanya kepada diri Anda sendiri, “Why did we break-up back then?” Dan lebih gawat lagi, kalau Anda lalu berpikir, “Why did I marry to this man/woman?”

Dari innocent chatting and innocent wall postings, sedikit demi sedikit mulai bicara tentang masa-masa indah di masa silam. Masa-masa waktu Anda masih muda, belum terikat oleh tanggung jawab sebagai istri/suami, sebagai ibu/ayah, sebagai full time worker di kantor Anda.

Masa-masa muda waktu kuliah dulu, duit masih dikirim oleh ortu, perut belum buncit, performance masih bagus, nggak seperti sekarang, sudah loyo. Semua pembicaraan ini dapat diterima baik oleh “Naked Friend” (NF) Anda karena Anda berdua pernah melalui masa-masa indah bersama-sama. Apalagi, misal, Anda berdua masih tinggal di kota yang sama.

First it was just an innocent wall posting on FB and then online chattings, followed by face-to-face rendezvous and finally CLBK and the next thing you know, you got naked again together with your old naked-friend. It’s like rekindling your naked experience after not getting naked for 20 years!



14. FB & Divorce Rate
Menurut banyak laporan media di US dan UK, FB menjadi penyebab perceraian dari banyak perkimpoian di Amerika Serikat dan Inggris. (Baca: Survey Shows Facebook Driving Divorce Rate).

Yang lebih cilaka, orang yang hendak bercerai bukan bilang ke istrinya dulu, melainkan post di FB. “Masak, sih, gara-gara FB perkimpoian bisa hancur? Kalau perkimpoiannya emang udah retak, ya, jangan salahkan FB dong!” Mungkin banyak dari Anda yang mengatakan demikian.



15. FB & potential future employer
Sekali lagi, dijaman digital age macam ini, hati-hati kalau berpendapat di internet. Ingat pepatah, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”.

Semua yang pernah Anda tuliskan di internet seperti di media internet apapun, akan selalu bisa dicari sampai kapanpun juga, asal Anda tahu cara mencarinya.



16. Burn the bridges vs. mend the fences on FB
Setiap orang punya sifat yang berbeda dan punya latar belakang yang berbeda. Sama-sama orang Sunda, sifat dan latar belakangnya bisa berbeda. Apalagi ,teman di FB yang tidak mengenal batas negara, benua, samudera (friends without border). Akibatnya, teman-teman di FB mempunyai latar belakang dan culture yang sangat berbeda dari kita. Apa yang kita anggap lucu atau normal, mungkin tidak lucu (offensive) dan tidak normal di budaya lain, di benua lain.

How about dirty jokes? Kalo buat temen tidak masalah, tapi jika ada yg tersinggung?? Apalagi kalo sudah masalah SARA. kalo di KASKUS mungkin bisa dilaporin, trus di banned ato diclosed permanen. kalo di FB??



17. Quality Not Quantity
Pedoman di dalam mencari teman sangat sederhana, "lebih memilih punya temen sedikit tapi betul-betul temen dekat, daripada mempunyai banyak teman tetapi hanya sebagai teman basa-basi". It’s about quality not quantity!

Sekarang, kepada Anda yang mempunyai FB dan 100 teman di FB, "apakah Anda yakin 100 teman Anda tersebut betul-betul akan menolong Anda kalau Anda sedang mendapat musibah?" Mungkin, 95 orang dari mereka hanya akan Post di Wall Anda dan mengatakan sorry. Yang membuat lebih MUAK, Anda bisa membeli teman di FB. Yes, friends for sale on FB.

Kenapa harus membeli temen di FB? Supaya kalau orang-orang melihat, WOW keren banget. Ente POPULAR, ente punya temen 2 ribu di FB! Who cares if you have two thousand friends on FB?



18.Crooks also watching you on FB
Sebelum pergi liburan, Anda meng-update FB dulu, “Going away on vacation”. Anda tahu nggak siapa saja yang membaca posting Anda tersebut? Bagaimana kalau "penjahat" membaca FB Anda, lalu dia menguras habis isi rumah Anda ketika Anda liburan?

Saya tidak menuduh salah satu teman FB Anda menjadi penjahat, tetapi penjahat nggak harus jadi temen Anda di fb. Adalah sangat mudah membaca posting orang lain di FB tanpa harus jadi temannya, tergantung privacy setting Anda di FB. (Baca: Is Your Facebook Friend A Digital Criminal)



19. You can run but you can’t hide on FB
Kisah nyata tentang seorang kriminal yang dicari oleh polisi. Selama pelariannya, dia meng-update status FB-nya. Akhirnya, polisi bisa menangkapnya. (Baca: Escaped Criminal Taunts Police Facebook enjoy Christmas Run dan Criminal Caught on Facebook)

Polisi dan private investigators, terutama yang disewa oleh insurance company, sering sekali men-cek FB dan twitter. Misal, Anda ditabrak mobilnya si X. Jadi, Anda meng-klaim ke asuransi mobil si X meminta $100,000 dan Anda mengatakan sakit berat, nggak bisa ke mana-mana. Tetapi, Anda meng-update FB Anda dan mengatakan “I’m at the mall!” Nah, dengan bukti posting Anda di FB, private investigator yang disewa asuransi mobil si X bisa mengatakan kalau Anda bohong (commited fraud) dan Anda bisa dipenjara.

Contoh lain, Anda mengatakan kepada boss, hari ini Anda nggak enak badan (sakit). Eh...., lalu Anda meng-update fb dan menuliskan “I’m having a blast at the mall, everything is on sale, you gotta be here”. Bagaimana jika orang kantor membaca FB Anda? Ketangkap basah, dah!



20. FB is a closed system
FB adalah closed system bukan open system. FB mengingatkan kepada AOL yang dulu sempat popular banget, tapi sekarang biasa-biasa saja. Kalau mau mengekpresikan diri, coba pakai www.wordpress.com. Di WP bisa membuat blog sendiri, tanpa harus ada rasa cemas kalau data pribadi bakal dijual ke pihak ketiga.



Jadi masih mau "TERLALU TERBUKA" di FB??? mendingan pikir 10-20 kali, bahkan di Social Media manapun Anda beraktifitas, sebisa mungkin "JANGAN TERLALU" mengumbar informasi pribadi Anda.
Intinya, tidak ada yang melarang Anda untuk menggunakan dan memberikan informasi apapun tentang diri Anda, baik di FB ato social media apapun, toh Anda sendiri yg bertanggung jawab atas informasi yang Anda bagi, bukan orang lain!



Sumber:
http://kolomkita.detik.com
http://kaskus.us
http://google.com
Gambar:
http://mynametoufan.blogspot.com


Topik Lainnya: facebook cyber crimeinternetopinipendidikanpsikologi



Belajar Psikologi ala "James Bond"

Siapa yg tidak kenal dengan agen rahasia asal Inggris yg terkenal dengan 007 atau James Bond. Pasti anda pernah menonton film James bond seperti Die Another Day, Quantum of Solace, Casino Royale, dll. Walaupun ini hanyalah film yg pada dasarnya fiksi, tetapi menurut ane, kita masih dapat mengambil beberapa value dari film James Bond.

Cool and calm dalam menghadapi musuh, itulah Bond, James Bond. Ketika dia menghadapi baku tembak dengan teroris, dia tau dia akan menang. Bond dikenal selalu bisa meloloskan diri dari keadaan terjepit dan itu membuatnya ditakuti musuh.



Sebaik apapun strategi atau rencana kita dalam hidup, apabila kita tidak se- “cool and calm” James Bond, maka hidup kita akan banyak mengalami kegagalan (jadi, tetaplah tenang menghadapinya).

Menjaga kestabilan psikologi dalam kehidupan sehari-hari menjadi tes dari waktu ke waktu. Semua orang dituntut untuk bisa tetap tenang dalam menghadapi fluktuasi yang terjadi di kehidupannya.

Stay cool under pressure

Ketika Bond harus meloncat diantara dua gedung tinggi, dia tau dia bisa melakukannya. Tidak ada rasa ragu-ragu didalam keputusannya.

Dalam mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus mengesampingkan rasa ragu, serakah dan rasa takut. Orang yang terlibat secara emosional dalam hidup seringkali membuat suatu kesalahan yang fatal dan tidak perlu.

Seringkali kita menjadi tidak disiplin setelah beberapa kali berhasil melakukan sesuatu, ataupun terlalu cepat berganti-ganti strategi atau rencana setelah gagal dalam satu hal. Salah satu kunci penting ialah mampu untuk mengatasi faktor emosi yang terjadi dalam masalah dan tidak terjerumus didalamnya.

Know when to take a Break

Ketika kita dalam posisi terpuruk atau sedang "down", pikirkanlah untuk berhenti sejenak sebelum rasa takut dan kecewa mendominasi rencana yang telah kita buat. Tidak semua hal yang kita lakukan bisa berjalan mulus sesuai rencana, karena ada pepatah yang bilang "Manusia merencanakan, Tuhan yang menentukan". Untuk itu, semua orang harus mampu menerima kekalahan.

Kita bisa beristirahat beberapa hari tanpa harus memikirkan masalah untuk membersihkan pikiran dan “mengobati” rasa bersalah kita. Dengan tetap terus melakukan hal secara membabi buta dalam "memperbaiki kesalahan" kita seringkali justru menghasilkan "kesalahan" yang lebih besar, dan menghancurkan psikologi kita.

Selalu ada hari esok, melalui pengembangan risk and reward ratio yang tepat, kita dapat “membayar” kesalahan yang kita buat. 



Source:http://www.futuresgalleriablog.com


Topik Lainnya: psikologipendidikankesehatansainsteknologi

10 tips mengatasi depresi

Dibawah ini 10 tips mengatasi depresi yang dikutip dari Webmd.com

1. Bermain dengan hewan peliharaan.

Terkadang hewan peliharaan benar-benar dapat menjadi teman terbaik bahkan bisa menjadi terapi yang baik. Karena disaat Anda bermain dengan hewan peliharaan, maka Anda dapat melupakan semua masalah Anda. 

2. Mengatur pola makan
Meskipun tidak ada diet khusus untuk mengatasi depresi, toh, diet sehat tetap bisa menjadi bagian dari rencana perawatan keseluruhan. Membangun pola makan dengan lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik dan emosional.

3. Pilih makanan untuk meningkatkan mood Anda
Beberapa penelitian menunjukkan asam lemak omega-3 dan vitamin B12 dapat mengurangi perubahan mood yang merupakan bagian dari depresi. Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan mackerel mengandung omega-3 asam lemak. Seafood dan produk susu rendah lemak adalah sumber vitamin B12. Sedangkan vegetarian yang tidak makan daging atau ikan bisa mendapatkan B12 pada sereal, produk susu, dan suplemen.

4. Cobalah karbohidrat rendah lemak
Serotonin adalah bahan kimia otak yang meningkatkan rasa kesejahteraan. Karbohidrat meningkatkan tingkat serotonin dalam otak Anda. Karbohidrat rendah lemak seperti popcorn, kentang panggang, biskuit, atau pasta pilihan, sayuran, buah, dan gandum pilihan juga menyediakan serat, adalah pilihan yang tepat. 

5. Kurangi minum kafein untuk meningkatkan mood
Kecemasan dapat menyertai depresi. Terlalu banyak kafein dapat membuat Anda gugup, gelisah, atau cemas. Jadi kurangi kebiasaan minum soda, kopi, teh, dan cokelat yang dapat membuat perbedaan dalam suasana hati Anda. Hal ini juga dapat membantu Anda tidur lebih baik di malam hari.

6. Rajin periksa ke dokter
Perasaan depresi dapat dikaitkan dengan rasa sakit. Pergilah ke dokter untuk mendapatkan konsultasi yang tepat mengatasi masalah rasa sakit anda. 

7. Berolahraga 
Bagi beberapa orang, olahraga sangat baik sebagai antidepresan. Dan Anda tidak perlu lari maraton, cukup  berjalan-jalan dengan seorang teman. Dengan berjalannya waktu, olahraga dapat meningkatkan aktivitas Anda pada hari-hari berikutnya. Anda akan merasa lebih baik secara fisik, tidur lebih nyenyak, dan memperbaiki suasana hati Anda.

8. Pilih latihan Anda
Jika Anda tidak ingin olahraga yang berat, Anda bisa memilih olahraga yang sedikit santai, misalnya bermain golf, naik sepeda, bekerja di kebun Anda, bermain tenis, atau berenang. Yang penting adalah untuk melakukan sesuatu yang Anda sukai. 

9. Latihan dengan dukungan lainnya
Tetap terhubung dengan orang lain membantu mengatasi kelesuan, kelelahan, dan kesepian. Bergabunglah dengan kelompok olahraga atau latihan dengan teman, dan Anda akan memiliki dukungan untuk membantu Anda tetap di jalur!

10. Lakukan kreativitas Anda
Melukis, fotografi, bermusik, merajut, atau menulis semua adalah cara orang menjelajahi perasaan mereka dan mengekspresikan apa yang ada di pikiran mereka. Menjadi kreatif dapat membantu Anda merasa lebih baik. Tujuannya bukan untuk menciptakan sebuah mahakarya. Lakukan sesuatu yang memberi Anda kesenangan. Ini dapat membantu Anda lebih memahami siapa Anda dan bagaimana Anda merasa.



Source:health.ghiboo.com


Topik Lainnya:  kesehatan tips kesehatan psikologisains

Peran Ayah Dalam Pertumbuhan Anak

Menurut asil riset dan para psikolog menyatakan bahwa peran ayah sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak. Ikatan emosional antara ayah dan anak, ditentukan salah satunya oleh interaksi antara ayah dan anak itu sendiri. Interaksi yang baik antara anak dan ayah ini, dikatakan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional seorang anak yang membuatnya tumbuh menjadi sosok dewasa yang berhasil.

Bagaimana seorang ayah yang sibuk bekerja di luar tetap bisa mempererat dan menjalin ikatan emosional ini? berikut tips untuk Ayah :

1. Persiapkan diri Anda sedini mungkin sejak istri Anda hamil
Seorang suami sudah terlibat dalam pembuahan seorang anak. Masa kehamilan selama 9 bulan ini dapat Anda gunakan untuk mempersiapkan diri sebagai seorang ayah. Berperan aktif lah sebagai seorang suami sekaligus calon ayah dengan membantu kehamilan istri.
Mengikuti persiapan persalinan berupa senam, membaca buku bersama mengenai kehamilan, cara merawat bayi atau berbelanja bersama untuk menyambut kelahiran sang bayi. Bila memungkinkan temanilah istri Anda dalam persalinan. Melihat langsung perjuangan istri Anda, dan detik-detik terdengarnya tangisan bayi yang lahir ke dunia ini, akan menambahkan rasa sayang dan kasih Anda baik kepada istri maupun anak Anda.

2. Ikut aktif merawat bayi
Sedari awal menjelang kelahiran, cobalah ikut aktif merawat bayi Anda. Salah seorang peneliti menemukan bahwa para ayah yang mulai mengganti popok, memandikan, dan mengasuh bayi mereka sejak dini, akan besar kemungkinan melakukan kegiatan semacam itu pada bulan-bulan selanjutnya.
Tips bagi ibu..., biarkanlah suami ikut merawat dan mengasuh dengan gayanya sendiri, berikan dukungan dan dorongan agar suami akan semakin percaya diri dalam merawat bayinya. Memberikan masukan dan membetulkan cara merawat akan menambah smooth.
Bagi keluarga yang mendapatkan pertolongan dari nenek atau saudara lainnya, usahakan lah jangan sampai menganggu porsi sang ayah dalam ikut aktif merawat bayi. Give him the space.

3. Bermain bersama
Ketika bayi anda beranjak usia, lewatkan waktu bersama untuk bermain, membaca buku atau melakukan aktivitas yang menyenangkan bagi bayi yang mulai merangkak, mulai belajar berbicara atau berjalan. Ciptakanlah permainan-permainan yang menggairahkan, yang digemari seperti kuda-kudaan, pesawat terbang atau sembunyi sembunyian. Sesuaikanlah dengan perkembangan usia anak. Membaca, mewarnai atau melakukan keterampilan menggunting, menempel secara bersama-sama.

4. Terlibat dalam kehidupan sosial anak Anda
Ketika anak mulai beranjak usia sekolah, dia akan memulai kehidupan sosial yang baru. Usahakan terlibat dalam kehidupan sosial anak, dengan mengenali nama teman-temannya, dengan siapa dia bergaul, aktivitas yang dia lakukan bersama temannya atau nama guru TK/SD nya.

5. Jadilah pendengar yang baik
Kesibukan kerja terkadang membuat kita mengabaikan cerita-cerita anak. Berikan keseimbangan antar kerja dan keluarga, atau usahakan jangan membawa pekerjaan ke rumah. Luangkan waktu 5 menit saja untuk mendengarkan celotehannya dan mengerti betul isi cerita itu.
Jangan hanya 'meng-iyakan' agar cerita anak itu lekas selesai atau mengatakan nanti ayah sedang sibuk.
Sebersit wajah kecewa akan nampak dan membuat anak akan semakin malas untuk bercerita pada anda. Akhirnya kebiasaan bercerita dan sharing dari anak akan menghilang. Jadi jangan Anda mengeluh bila anak Anda tidak terbuka suatu hari nanti, karena kebiasaan ini dimulai dari respon anda sebagai pendengar yang baik atau tidak.
Dengan menjadi pendengar yang baik, disamping keterbukaan, anda akan menjadikan anak anda dapat mengekspresikan dan cakap dalam mengungkapkan sesuatu.

6. Komunikasi yang baik
Bila dinas luar atau tinggal terpisah berjauhan dengan anak, usahakan lah tetap menjalin komunikasi dengan baik, melalui telepon atau chatting internet. Tunjukkan perhatian, rasa sayang melalui telepon, sms atau melalui surat.

7. Percayai anak dan berikan kebebasan
Jadilah seorang ayah yang memberikan kebebasan dan dapat mempercayai anak. Kepercayaan akan menjadikan dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan mandiri. Janganlah mendikte dia untuk melakukan A. Tapi cobalah memberikan dia pilihan, dan tetaplah membuka kemungkinan pilihan lain selama pilihan itu tidak bertentangan dengan hal prinsip.

8. Penuhilah sesuai kebutuhannya
Bertambah dewasa seorang anak, akan semakin bertambah kebutuhannya, semakin beragam dan variatif. Jangan anda paksakan dan menganggap dia masih kecil sehingga memperlakukan sebagai seorang bayi.

Source:http://www.mindtalk.com

Topik Lainnya: anak,  psikologi pendidikan