Showing posts with label teknologi kamera. Show all posts
Showing posts with label teknologi kamera. Show all posts

Aksesori lensa Sony untuk perangkat Android akan diluncurkan dengan merek SmartShot

Smartphone, Sony, Android, CyberShot, lensa, kamera, teknologi kamera, SmartShot

Sony sedang mempersiapkan dua aksesori lensa yang unik untuk perangkat mobile, Sony QX10 dan QX100.

Menurut sumber pelaporan Sony Alpha Rumor (SAR), aksesori lensa QX10 dan QX100 benar-benar akan diluncurkan dibawah nama baru "SmartShot", yang pada dasarnya mengambil nama merek Cybershot dan pencampuran dengan kata smartphone.

SAR juga membawa kita melihat varian dari SmartShot tersebut (pada gambar di atas), serta beberapa rincian baru yang berkaitan dengan spesifikasi dan kompatibilitas perangkat.

Menurut kabar, lensa QX-100 akan memiliki sensor 20.2MP, dengan f/1.8 aperture, dan 3.6x Optical Zoom, serta cincin zoom.

Adapun lensa QX-10, menurut laporan menyatakan akan datang dengan fitur sensor CMOS 18MP dan af/3.5-3.9.

Kedua model SmartShot akan memiliki stabilisasi lensa, dan juga dapat mengambil video HD 1080/30p dalam format MP4. Selain itu, lensa SmartShot akan bekerja dengan baik pada perangkat Android dan iOS melalui sebuah aplikasi Playmemories, dan secara otomatis akan menyimpan gambar yang diambil untuk kedua memori dalam lensa dan smartphone.

Aksesori lensa SmartShot sepertinya akan menjadi cukup mengesankan, dan tentu saja akan menciptakan sebuah ponsel kamera yang kuat.

Kapan aksesori ini akan diluncurkan? sepertinya tanda-tanda menunjuk ke pembukaan resmi pada acara pers Sony tanggal 4 September di IFA 2013 di Berlin.

Penampakan terbaru Sony QX Lens

Enhanced by Zemanta

Ditemukan Sensor Kamera Baru Yang Tidak Membutuhkan Flash

Ditemukan Sensor Kamera Baru Yang Tidak Membutuhkan Flash, teknologi kamera, teknologi terbaru

Engineer di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, telah mengembangkan sebuah sensor kamera baru yang revolusioner yang seribu kali lebih sensitif daripada yang saat ini tersedia di pasar. Dengan sensor pencitraan baru ini memungkinkan fotografer untuk mengambil foto dengan jelas dan tajam, bahkan dalam pencahayaan yang redup.

Sensor baru ini sangat sensitif terhadap cahaya tampak dan inframerah, yang berarti dapat digunakan dalam segala hal dari industri kamera, pencitraan satelit, industri komunikasi, serta aplikasi inframerah.

Sensor yang 1.000 kali lebih sensitif terhadap cahaya dibandingkan sensor pencitraan sebagian besar kamera saat ini, dengan photoresponse tinggi dari struktur yang inovatif.

Sensor ini terbuat dari graphene, sejenis senyawa karbon super kuat dengan struktur sarang lebah yang fleksibel seperti karet, lebih konduktif dari silikon dan yang menahan panas lebih baik daripada berlian.

Graphene satu juta kali lebih kecil dari rambut manusia yang paling tebal, dan terbuat dari atom karbon murni (mineral grafit), telah mendapatkan reputasi sebagai bahan bangunan masa depan. Andre Geim dan Konstantin Novoselov membawa pulang Hadiah Nobel Fisika pada tahun 2010 untuk penemuan mereka dengan senyawa tersebut.

Sensor ini juga sangat hemat energi. Menggunakan energi 10 kali lebih kecil dari sensor arus. Selain itu, ketika diproduksi massal, sensor graphene diperkirakan menelan biaya 5 kali lebih sedikit daripada yang saat ini dilakukan.

Penemu sensor graphene, Asisten Profesor Wang Qijie di NTU mengatakan bahwa, ini adalah pertama kalinya sensor fotosensitif tinggi dengan spektrum luas telah dibuat dengan menggunakan graphene murni.

Wang mengatakan kunci untuk sensor baru ini adalah penggunaan "perangkap-cahaya" struktur nano yang menggunakan graphene sebagai bahan dasar. Struktur nano memegang partikel elektron cahaya yang dihasilkan lebih lama dari sensor konvensional.

Hal ini menghasilkan sinyal listrik yang lebih kuat dari biasanya, yang bisa diolah menjadi sebuah gambar, seperti foto yang diambil oleh kamera digital.

Qijie juga mencatat bahwa produsen tidak perlu mengubah proses yang mereka gunakan untuk menghasilkan sensor. Mereka hanya perlu mengubah bahan dasar.

Sebagian besar sensor kamera saat ini menggunakan (complementary metal-oksida-semikonduktor) proses CMOS, yang merupakan teknologi yang digunakan oleh mayoritas industri elektronik. Oleh karena itu produsen dapat dengan mudah mengganti bahan dasar sensor foto dengan bahan graphene. Wang mengatakan bahwa basis graphene nya jauh lebih efektif, menghasilkan lebih jelas, foto yang lebih tajam.

Jika industri kamera memilih untuk mengadopsi desain graphene dari Wang Qijie, harga kamera bisa menjadi lebih murah, lebih ringan, dengan daya baterai yang lebih lama, serta menghasilkan foto yang lebih jelas dan tajam.