Memunculkan Garis Bantu Pembatas di Ms Word

Saat melakukan proses pengetikan di Ms Word, untuk memudahkan proses pengaturan layout biasanya digunakan Garis Bantu Pembatas halaman yang di dalam Ms Word disebut dengan Text boundaries. Secara default, Text boundaries tidak dimunculkan di Ms Word, berikut dibahas cara untuk memunculkannya.

1.    Pilih menu Tools > Options… di Ms Word
2.    Di jendela Options yang muncul, pilih tab View
3.    Beri tanda ceklist di menu Text boundaries di bagian Print and Web Layout options
4.    Lalu tekan tombol [OK] untuk mengakhiri.

Selamat mencoba.

Standar SATUAN PANJANG 1 METER

1 kaki = panjang satu kaki seorang laki-laki. Bagaimana menentukan panjang 1 meter?

Konstitusi Amerika memberi kekuasaan pada Kongres untuk menyeragamkan satuan-satuan baku berat dan ukuran-ukuran lain. Dahulu, hampir tidak ada keseragaman di antara koloni-koloni Inggris yang berbeda di Amerika atau bahkan di negara-negara berbeda di Eropa dan Asia. Contohnya, Raja Henry I secara pribadi menggunakan hidung dan jempolnya untuk menetapkan standar satuan panjang yang disebut 1 yard, namun negara lain tidak menggunakannya. Bangsa-bangsa Asia pasti penasaran, apakah ukuran 1 kaki memang benar-benar sama dengan panjang kaki manusia.


Kebanyakan keributan dalam penyeragaman sistem pengukuran berawal di Perancis. Pada 1790, selama Revolusi Perancis, badan legislatif Perancis meminta lembaga ilmu pengetahuan Perancis menyediakan standar yang sama untuk berat dan ukuran-ukuran lain. Sebuah panitia khusus dengan cepat menanggapi, mendesak agar lembaga tersebut menerima sistem desimal sebagai solusi yang paling sederhana sekaligus paling enak diterapkan. Sebuah panitia khusus berikutnya mengusulkan agar ukuran dasar untuk panjang dalam sistem tersebut harus merupakan bagian dari keliling Bumi: satuan yang setara dengan 1/10juta panjang sebuah kuadran meridian Bumi (atau dengan kata lain, 1/10juta sebuah busur yang membentang antara khatulistiwa dan kutub utara).

Satuan ini belakangan diberi nama mètre, dari kata Yunani metron yang berarti “ukuran”. Meter menjadi landasan untuk ukuran-ukuran lain.

Satuan massa dahulu diturunkand dari kubus yang dibuat menggunakan bagian dari satuan panjang ini kemudian diisi dengan air (dengan demikian gram menjadi massa 1 cm kubik air pada temperatur ketika kecepatannya maksimum). Teknik yang sama juga digunakan untuk membakukan ukuran kapasitas. Dengan cara ini, standar panjang, massa, dan kapasitas, semuanya diturunkan dari ukuran tunggal, yang sampai kapanpun dapat dibuat kembali karena sifatnya yang alami, saling berhubungan dengan tepat, dan menggunakan sistem desimal agar nyaman digunakan.

Sistem metrik pada awalnya tidak sampai keluar dari Perancis, namun karena kekakuannya dan kebakuannya, sistem ini diminati oleh kalangan ilmuwan dan insinyur di seluruh dunia. Kemajuan dalam bidang alat ukur yang presisi membuat definisi awal untuk meter terlalu merepotkan. “Treaty of the Meter”, kesepakatan pada 1875, menetapkan mekanisme untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem metrik, dan 17 negara bergabung dalam kesepakatan itu. Sejak 1893, meter telah didefinisikan sebagai panjang lintasan yang dilalui oleh cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu 1/229.792.458 detik (dengan kata lain, kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah 229.792.458 per detik). Karena kecepatan cahaya hampir mustahil berubah dalam waktu dekat, ilmuwan yakin bahwa meter sebagai standar pengukuran akan berumur panjang.

Al-Battani

Abu Abdullah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sin’an Al-Battanial-Harrani, di Barat dikenal sebagai Al-Bategnius. Ia seorang ahli astronomi dan ilmu hisab, Al-Battani memiliki posisi penting sebagai ahli astronomi terunggul pada zamannya dan juga pada zaman pertengahan. Al-Battani lahir di Harran sekitar tahun 858M, nama daerah yang oleh orang-orang Roma disebut juga Carrhae kini wilayah Turki. Harran berada di atas sungai Balikh, 38 km di sebelah tenggara Urfa.


Al-Battani awalnya hidup dikalangan komunitas Sekte Sabian, suatu sekte pemuja bintang yang religious dari Harran. Orang-orang sabian mempunyai motivasi yang kuat untuk mempelajari ilmu perbintangan. Mereka banyak menghasilkan para ahlimatematika dan ahli falak terkemuka seperti Thabit ibn Qurra. Namun Al-Battani bukan seorang sabian, dari nama yang melekat pada dirinya menunjukkan bahwa ia seorang muslim.

Ditilik dari latar belakang keluarganya, Al-Battani memiliki keturunan darah ilmuwan. Ayahandanya yang bernama Jabir ibn Sin’an juga seorang pakar sains terkenal. Sang ayah telah mengarahkan Al-Battani untuk menekuni dunia pengetahuan sejak kecil. Menginjak remaja ia berhijrah ke Raqqa yang terletak di pinggir Euprates, untuk menekuni bidang sains.

Pada penghujung abad ke-9, Al-Battani hijrah ke Samara, dan bekerja disana hingga ia meninggal dunia pada 929M. Sejak tahun 877 sampai 929M,Al-Battani telah membuat banyak kajian dan pelajaran dalam bidang astronomi hingga berhasil menemukan berbagai karya ilmiah.

Al-Battani melakukan pengamatan astronomi yang akurat di Antioch dan Ar-Raqqah di Syria, sebuah kota yang makmur pada masa Harun Al-Rashid. Di kota ini Al-Battani banyak membuat pengamatan.

Al-Battani membuat pembetulan pada kajian Ptolemy dan mengubah perkiraan orbit bulan serta beberapa planet. Ia membuktikan kemungkinan annular gerhana matahari dan menyatakan dengan yakin dan tepa tentang kecondongan musim serta ukuran pertengahan orbit eliptik, jarak jangka panjang masa setahun di tropika dan musimnya, juga ukuran dan pertengahan orbit matahari.

Pengamatan Al-Battani terhadap gerak matahari dan bulan dalam setahun yaitu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Pengamatan brilian ini masih digunakan sampai detik ini. Bahkan hitungannya terhadap jarak matahari dengan bumi berselisih sedikit sekali dengan hitungan ilmuwan modern saat ini yang telah ditunjang berbagai peralatan canggih. Al-Battani menemukan antara garis bujur matahari dan jaraknya dengan bumi brtambah sebanyak 16° 47’ dari perkiraan Ptolemy. Perbandingan mencolok antara Ptolemy dan Al-Battani, ia membuktikan variasi garis pusat matahari dan kemungkinan annular gerhana.

Al-Battani mengamati awal orbit bulan dan planet-planet serta menyiapkan teori baru untuk menetapkan keadaan terang di bulan.

Dunthome, pada tahun 1749, menggunakan kajian ulung Al-Battani mengenai bulan dan gerhana solar untuk memastikan kecepatan pergerakan bulan. Al-Battani banyak membuat penetapan kajian astronomi yang tepat. Al-Battani juga menyiapkan penyelesaian asli untuk masalah dalam bulatan trigonometri (ukur segitiga) menggunakan anjuran system ejaan yang teratur. Sebagai contoh ia member rumusan trigonometri penting untuk segitiga siku-siku yang benar yaitu: b sin (A) = sin (90₀ - A).

Kemashuran Al-Battani adalah dalam bidang ilmu hisab dengan menggunaakan nisbah trigonometri seperti yang kita gunakan hari ini. Ia orang pertama yang menggantikan ‘Greek chords by Sines’ ia juga memajukan konsep contangent dan melengkapi daftarnya dengan ukuran darjah.

Joseph Hell mencatat bahwa “Domain trigonometri dalam teori sine, cosine dan tangent berasal dari Arab. Zaman keunggulan Peurbach dari Regiomontanus, Copernikus, tidak dapat dikenang tampa mengimbas kembali tentang kepentingan dan usaha persiapan oleh ahli hisab Arab”.

Al-Battani banyak menulis buku-buku astronomi dan trigonometri. Bukunya yang terkenal ialah mengenai astronomi dalam daftar yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12, bertajuk De Scienta Stellarum – De Numeris Stellarum et Motibus. Bab ke-13 dalam bukunya mengenai astronomi bertumpu pada trigonometri. Tetapi sangat disayangkan, dunia Islam tidak mempunyai dokumen asli buku monumental ini. Terjemahan lama buku ini terdapat di Vatikan.

Satu lagi bukunya, Al-Zij, terdapat di C.A Nullino di Roma pada 1899. Karangannya yang mendalam dalam astronomi begitu berpengaruh di Eropa hingga ke zaman pembaruan, dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Beer dan Madler juga menyebut mengenai sifat pemukaan bulan dalam hasil kerja mereka yang terkenal yaitu Der Mond (1837), setelah Al-Battani (Albategnius). Der Mond adalah batu datar sepanjang 80 km dari garis pusat dalam seksyen 1, dikelilingi gunung-gunung yang berukuran tinggi 10-14 kaki, beberapa kawah gunung berapi dan lubang berbentuk piring.

Penemuan asli Al-Battani dalam bidang astronomi dan trigonometri memberi kesan yang amat mendalam dalam perkembangan sains, terutama sekali pada zaman pertengahan. Dalam bukunya ‘De Revolutionibus Orbium Clestium’, Copernicus menyatakan penghargaannya pada Battani.

Masih banyak sosok ilmuwan muslim lainnya sekaliber Al-Battani yang belum banyak diketahui generasi Islam saat ini. Umumnya, dunia ilmu pengetahuan lebih mengenal ilmuwan Eropa daripada ilmuwan muslim. Padahal fakta sejarah menunjukkan, dunia barat banyak mengadopsi karya ilmuwan muslim. Karya Al-Battani yang monumental hanyalah satu contoh diantaranya.

Arsitektur 64 Bit

Kemampuan komputer modern saat ini tidak didukung oleh arsitektur 32 bit. Oleh karena itu kini saatnya beralih ke arsitektur 64 bit.

Sebenarnya apasih yang dimaksud dengan 64 bit? Dengan struktur CPU ini, 64 bit dapat memproses lebih banyak data per siklus kerja. Aplikasi tertentu juga berjalan lebih cepat dengan data troughput yang lebih baik. Selain itu, sistem ini juga mendukung kapassitas RAM yang hampir tidak terbatas sehingga dapat dipergunakan oleh program secara penuh. Bila RAM cukup, software tidak perlu lagi menyimpan data pada hard disk yang tergolong lambat. Kinerja ini langsung terasa bila menjalankan aplikasi multimedia karena aplikasi ini umumnya cepat menghabiskan RAM sebesar 4 GB atau bahkan lebih. Agar sistem 64 bit berjalan cepat, Anda pun harus menggunakan software dan hardware yang mendukung.


Bila Anda pernah beralih ke Windows XP 64 bit, mungkin kenangan buruk tersebut masih terkenang kuat. Sistem 64 bit pertama dari Microsoft dengan nama Windows XP Professional x64 Edition ini sangat mengecewakan. Tidak ada aplikasi yang sesuai dan driver untuk perangkat tidak kompatibel. Para pengembang software sudah melakukan lompatan jauh sejak pengenalan Vista dan dengan Windows 7, tiba saat yang tepat untuk keluar dari masalah penurunan performa pada 32-bit.

Perangkat untuk 64 bit ini pun sudah tersedia sejak lama. Prosesor 64-bit pertama untuk pengguna pribadi sudah ditawarkan oleh AMD sejak 2003 dengan nama Athlon 64-bit dan chipset Opteron. Tidak lama kemudian kehadirannya disusul oleh Intel. Sejak saat itu, banyak hal yang dilakukan dan semakin banyak hardware yang kompatibel dengan 64-bit, antara lain prosesor Athlon 64, Athlon X2, Phenom, Sempron 64, Turion, semua Intel Core 2, Core i, serta berbagai CPU Celeron dan Pentium. Bila sudah siap untuk beralih ke Windows 7, sebaiknya Anda mencoba kekuata 64-bit ini.

Komputer Forensik Untuk Investigasi Kejahatan Komputer

Komputer Forensik, cybercrime
Sejak pertumbuhan world wide web di tahun 1991, kejahatan komputer berkembang melalui Internet. Jenis kejahatan yang dilakukan berupa penyebaran virus, pembobolan system (hacking), pemakaian kartu kredit secara ilegal (carding), sabotase terhadap perangkat digital, pencurian informasi suatu organisasi hingga cyberterrorism. Kejahatan melalui Internet ini berakibat bahwa kejahatan tersebut dapat dilakukan tampa terbatas jarak dan waktu. Pelaku kejahatan dapat melakukan kejahatannya di belahan benua lain dalam waktu kapanpun dia mau. Penanganan kejahatan komputer ini pun tidak dapat disamakan dengan penanganan kejahatan di dunia nyata.

Dalam dunia nyata, penyelidikannya dapat diacu dari “crime scene” atau tempat kejadian perkara (yang seringkali dipasang garis polisi berwarna kuning, dan bertuliskan “Do not cross/dilarang melintas”). Namun tidak demikian untuk kejahatan computer. Karena kejahatan komputer ini umumnya meninggalkan “jejak digital”, maka para ahli forensik komputer akan mengamankan barang bukti digital atau biasa disebut sebagai e-evidence (dan tampa perlu membuat garis polisi berwarna kuning). E-evidence dapat berupa computer, ponsel, kamera digital, harddisk, USB flash disk, memory card dan sebagainya.

Dalam penanganan e-evidence ini, diperlukan perlakuan khusus karena hamper semua informasi digital yang tersimpan di media, dapat dengan mudah berubah dan diubah-dan sekali terjadi perubahan, akan sulit untuk dideteksi atau dikembalikan dalam keadaan awalnya (kecuali telah dilakukan upaya-upaya untuk mencegah perubahan). Hal yang sering dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah menghitung nilai hash kriptografik yang berfungsi sebagai validasi keaslian data.

Beberapa perlakuan untuk menangani e-evidence yang lazim dilakukan adalah:
• Memberikan write-blocker terhadap media yang hendak dianalisa sehingga tidak memungkinkan terjadinya penulisan/penambahan atau modofikasi data terhadap media tersebut.
• Membuat image duplikat media tersebut (dan nantinya analisis dapat dilakukan terhadap image file yang dihasilkan).
• Merekam semua chain of custody atau tindakan-tindakan yang dilakukan terhadap e-evidence yang ada.
• Menggunakan perangkat yang telah diuji, dan dievaluasi untuk memastikan akurasi dan reabilitasnya.
Namun, penanganan e-evidence tidaklah dapat disamaratakan. Prosedur umum berlaku untuk proses forensik secara umum, sedangkan pada kasus-kasus khusus akan dibutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak yang khusus pula.

Metodologi Digital Forensik



Bukti digital (Digital Evidence) merupakan salah satu perangkat vital dalam mengungkap tindak cybercrime. Dengan mendapatkan bukti-bukti yang memadai dalam sebuah tindak kejahatan, sebenarnya telah terungkap separuh kebenaran. Langkah berikutnya adalah menindak-lanjuti bukti-bukti yang ada sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Bukti Digital yang dimaksud dapat berupa : E-mail, file-file dokumen kerja, spreadsheet, sourcecode dari perangkat lunak, Image, history web browser, bookmark, cookies, kalender.

Terdapat empat elemen forensik yang menjadi kunci pengungkapan bukti digital. Elemen forensik tersebut adalah :  identifikasi bukti digital,  penyimpanan bukti digital, analisa bukti digital, presentasi bukti digital.

Identifikasi Bukti Digital

Elemen ini merupakan tahapan paling awal dalam komputer forensik.  Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan, dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah penyelidikan. Network Administrator merupakan sosok pertama yang umumnya mengetahui keberadaan cybercrime sebelum sebuah kasus cybercrime diusut oleh fihak yang berwenang. Ketika pihak yang berwenang telah dilibatkan dalam sebuah kasus, maka juga akan melibatkan elemen-elemen vital lainnya, antara lain:

Petugas Keamanan (Officer/as a First Responder), Memiliki kewenangan tugas antara lain : mengidentifikasi peristiwa,mengamankan bukti, pemeliharaan bukti yang temporer dan rawan kerusakan.
Penelaah Bukti (Investigator), adalah sosok yang paling berwenang dan memiliki kewenangan tugas antara lain : menetapkan instruksi-instruksi, melakukan pengusutan peristiwa kejahatan, pemeliharaan integritas bukti.
Tekhnisi Khusus, memiliki kewenangan tugas antara lain : memeliharaan bukti yang rentan kerusakan dan menyalin storage bukti, mematikan(shuting down) sistem yang sedang berjalan, membungkus/memproteksi bukti-bukti, mengangkut bukti dan memproses bukti.
Ketiga elemen vital diatas itulah yang umumnya memiliki otoritas penuh dalam penuntasan kasus cybercrime yang terjadi.

Penyimpanan Bukti Digital

Barang bukti digital merupakan barang bukti yang rapuh. Tercemarnya barang bukti digital sangatlah mudah terjadi, baik secara tidak sengaja maupun disengaja. Kesalahan kecil pada penanganan barang bukti digital dapat membuat barang bukti digital tidak diakui di pengadilan. Bentuk, isi, makna dari bukti digital hendaknya disimpan dalam tempat yang steril. Hal ini dilakukan untuk benar-benar memastikan tidak ada perubahan-perubahan. Sedikit terjadi perubahan dalam bukti digital, akan merubah hasil penyelidikan. Bukti digital secara alami bersifat sementara (volatile), sehingga keberadaannya jika tidak teliti akan sangat mudah sekali rusak, hilang, berubah, mengalami kecelakaan. Langkah pertama untuk menghindarkan dari kondisi-kondisi demikian salah satunya adalah dengan melakukan copy data secara Bitstream Image pada tempat yang sudah pasti aman. Bitstream image adalah metode penyimpanan digital dengan mengkopi setiap bit demi bit dari data orisinil, termasuk File yang tersembunyi (hidden files), File temporer (temp file), File yang terdefragmen (fragmen file), dan file yang belum ter-overwrite. Dengan kata lain, setiap biner digit demi digit di-copy secara utuh dalam media baru. Teknik pengkopian ini menggunakan teknik Komputasi CRC. Teknik ini umumnya diistilahkan dengan Cloning Disk atau Ghosting.

Analisa Bukti Digital

Barang bukti setelah disimpan, perlu diproses ulang sebelum diserahkan pada pihak yang membutuhkan. Pada proses inilah skema yang diperlukan akan fleksibel sesuai dengan kasus-kasus yang dihadapi. Barang bukti yang telah didapatkan perlu di-explore kembali kedalam sejumlah scenario yang berhubungan dengan tindak pengusutan, antara lain: siapa yang telah melakukan, apa yang telah dilakukan (Contoh : penggunaan software apa saja), hasil proses apa yang dihasilkan, waktu melakukan). Secara umum, tiap-tiap data yang ditemukan dalam sebuah sistem komputer sebenarnya adalah potensi informasi yang belum diolah, sehingga keberadaannya memiliki sifat yang cukup penting. Data yang dimaksud antara lain : Alamat URL yang telah dikunjungi,  Pesan e-mail atau kumpulan alamat e-mail yang terdaftar, Program Word processing atau format ekstensi yang dipakai,Dokumen spreedsheat yang dipakai, format gambar yang dipakai apabila ditemukan, Registry Windows, Log Event viewers  dan Log Applications,File print spool.

Presentasi Bukti Digital

Kesimpulan akan didapatkan ketika semua tahapan telah dilalui, terlepas dari ukuran obyektifitas yang didapatkan, atau standar kebenaran yang diperoleh, minimal bahan-bahan inilah nanti yang akan dijadikan “modal” untuk bukti di pengadilan.  Selanjutnya bukti-bukti digital inilah yang akan  dipersidangkan, diuji otentifikasi dan dikorelasikan dengan kasus yang ada. Pada tahapan ini semua proses-proses yang telah dilakukan sebelumnya akan diurai kebenarannya serta dibuktikan kepada hakim untuk mengungkap data dan informasi kejadian.


Topik Lainnya:  cyber crime,  internet, program, software,  komputer, teknologi

WINDOWS 7 MIGRATION TOOL

Aplikasi gratis yang mampu melakukan migrasi sistem operasi dengan mudah, aman, tampa harus takut file system hilang.

Pengguna windows 7 pastinya telah banyak mendengar tutorial upgrade Widows XP ke Windows 7. Sayangnya, dari sekian banyak tutorial tersebut tidak ada jalur upgrade langsung dari Windows XP ke Windows 7, dan anda harus menggunakan tool Windows Easy Transfer jika ingin memindahkan program file dari Windows XP ke Windows 7.


Ada beberapa aplikasi yang yang ditawarkan oleh pihak ketiga untuk membantu anda bermigrasi dari Windows XP ke Windows 7 dengan mudah dan aman. Salah satu aplikasi tersebut adalah Windows 7 migration Tool.

Aplikasi ini ditawarkan gratis untuk membuat anda dengan mudah bermigrasi dari XP ke Windows 7. Windows 7 Migration Tool mampu menghemat waktu, ketika memindahkan data bersamaan dengan setting aplikasi ke sistem operasi terbaru.

Windows 7 Migration Tool secara otomatis mampu memindahkan data dan program file dengan baik.

Download Windows 7 Migration Tool

CO & CO2

Karbon monoksida


Karbon monoksida (CO) lebih dikenal karena sifatnya yang beracun daripada kegunaannya. Gas ini merupakan salah satu polutan yang sering dijumpai dalam udara di sekitar aktivitas manusia dan biota global. Gas CO tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Oleh karena itu, tidak ada tanda keberadaannya dan tidak segera dapat disadari. CO di udara berasal dari pembakaran tak sempurna kendaraan bermotor dan industri. Udara bersih tidak mengandung CO. Sumber karbon monoksida dari lingkungan di luar tempat kerja atau industri adalah pemanas ruangan, tungku perapian dan pembakaran mesin, batu bara, kayu bakar, dan juga dihasilkan dari dalam tubuh oleh katabolisme dari hemoglobin dan protein.

Gas ini dapat berikatan dengan haemoglobin (Hb) dalam darah dan menggantikan oksigen sehingga menghalangi fungsi utama darah sebagai pengangkut oksigen. Yang sangat berbahaya adalah ikatan karbon monoksida dengan haemoglobin lebih kuat daripada ikatan oksigen dengan haemoglobin.

EFEK CO

Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran. Oleh karena itu, asap hasil pembakaran sampahpun mengandung karbon monoksida. Berikut ini gejala yang timbul setelah menghirup gas karboh monoksida, disesuaikan dengan kadar gas karbon monoksida yang dihirup:

1. Paparan gas CO di bawah 100 ppm dalam waktu 1 jam, tidak menimbulkan gejala apapun;
2. Paparan gas CO di bawah 500 ppm dalam waktu 1 jam, timbul gejala batuk dan pusing;
3. Jika terpapar hingga di bawah 1000 ppm selama 1 jam dapat menyebabkan sesak nafas, gelisah/bingung, serta muka merah;
4. Terpapar gas CO dengan kadar di atas 1000 ppm bisa menyebabkan koma.

[ppm = part per million, atau bpj = bagian per sejuta. Satuan ini menyatakan volume suatu zat dalam sejuta bagian suatu campuran. 1% = 10.000 ppm.]

Metabolisme dan Interaksi Biokimia

80% -90% dari jumlah CO yang diabsorbsi berikatan dengan haemoglobin, membentuk carboxyhaemoglobin (HbCO). HbCO menyebabkan lepasnya ikatan oxyhemoglobin dan mereduksi kapasitas transport oksigen dalam darah. Afinitas (daya tarik) ikatan karbon monoksida dan haemoglobin adalah 200-250 kali dari O2+Hb. Karbon monoksida masuk ke aliran darah melalui paru-paru dan bereaksi dengan haemoglobin.

Carboxyhaemoglobin beberapa kali lebih stabil dibandingkan oxyhaemoglobin sehingga reaksi ini mengakibatkan berkurangnya kapasitas darah untuk menyalurkan O2 ke jaringan tubuh. Jika kita duduk di udara dengan kadar karbon monoksida 60 bpj selama 8 jam, maka kemampuan mengikat oksigen oleh darah turun sebanyak 15% , sama dengan kehilangan darah sebanyak 0,5 liter. Paparan dari karbon monoksida menghasilkan hypoxia (kekurangan oksigen) pada jaringan. Hypoxia menyebabkan efek pada otak dan perkembangan janin. Efek pada sistem kardiovaskuler terjadi pada HbCO kurang dari 5%.

Pengaruh COHb (dalam %) terhadap kesehatan:
1. Kurang dari 1,0 : tidak ada pengaruh
2. 2,0-5,0 : berpengaruh pada sistem syaraf utama, reaksi panca indera tidak normal, pandangan kabur
3. 5,0 : perubahan fungsi jantung
4. 10,0-80,0 : kepala pusing, mual, berkunang-kunang, pingsan, sesak nafas, dan kematian


Standar utama WHO untuk udara ambien dari CO:
1. 100 mg/m [pangkat 3] (87 ppm) selama 15 menit
2. 60 mg/m [pangkat 3] (52 ppm) selama 30 menit
3. 30 mg/m [pangkat 3] (26 ppm) selama 1 jam
4. 10 mg/m [pangkat 3] (9 ppm) selama 8 jam

Kriteria kualitas udara:
1. Kualitas udara baik, kandungan CO kurang dari 9 ppm
2. Kualitas udara sedang, kandungan CO 9-15 ppm
3. Kualitas udara buruk, kandungan CO lebih dari 15 ppm.

Menurut WHO, ada kesamaan antara asap rokok dengan asap dari bahan pembakaran biomassa. Di negara-negara berkembang, masalah polusi udara dalam ruangan adalah polusi dalam rumah. Ada yang memasak dan atau membakar kayu untuk pemanasan tanpa cerobong asap yang memadai.

Beberapa penggunaan CO:
1. Sebagai reduktor pada pengolahan berbagai jenis logam, misalnya besi;
2. Sebagai bahan baku untuk membuat metanol;
3. Merupakan komponen dari berbagai jenis bahan bakar gas, seperti gas air dan gas kokas.

Karbon dioksida

Berbeda dengan CO, CO2 (karbon dioksida) tidak beracun. Akan tetapi, jika kadarnya terlalu besar (10-20%), gas ini dapat membuat orang pingsan dan merusak sistem pernafasan. Walaupun tidak berbau dan tidak berwarna, gas ini mudah dikenali karena mengeruhkan air kapur.

CO2 terdapat di udara dengan kadar sekitar 0,035%. Juga terdapat dalam air, terutama air laut. CO2 terbentuk pada pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan kayu. Gas ini juga dihasilkan pada pernafasan makhluk hidup. CO2 merupakan komponen utama siklus karbon di alam. CO2 komersial diperoleh dari pembakaran residu penyulingan minyak bumi. Dalam jumlah besar juga diperoleh sebagai hasil samping produksi urea dan pembuatan alkohol dari proses peragian.

C6H12O6 [glukosa] --------> 2C2H5OH [alkohol] + 2CO2

SIKLUS KARBON

Siklus karbon adalah siklus biogeokimia saat karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui pasti).

Dalam siklus ini terdapat empat reservoir karbon utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran. Reservoir-reservoir tersebut adalah atmosfer, biosfer teresterial (biasanya termasuk pula freshwater system dan material non-hayati organik seperti karbon tanah [soil carbon]), lautan (termasuk karbon anorganik terlarut dan biota laut hayati dan non-hayati), dan sedimen (termasuk bahan bakar fosil). Pergerakan tahunan karbon, pertukaran karbon antar reservoir, terjadi karena proses-proses kimia, fisika, geologi, dan biologi. Lautan mengandung kolam aktif karbon terbesar dekat permukaan Bumi, namun demikian laut dalam bagian dari kolam ini mengalami pertukaran yang lambat dengan atmosfer.

KARBON DI ATMOSFER

Bagian terbesar dari karbon yang berada di atmosfer Bumi adalah gas karbon dioksida (CO2). Meskipun jumlah gas ini merupakan bagian yang sangat kecil dari seluruh gas yang ada di atmosfer (hanya sekitar 0,04% dalam basis molar, meskipun sedang mengalami kenaikan), gas ini berperan penting dalam menyokong kehidupan. Gas-gas lain yang mengandung karbon di atmosfer adalah metan dan kloroflorokarbon atau CFC (CFC merupakan gas artifisial atau buatan). Gas-gas tersebut adalah gas rumah kaca yang konsentrasinya di atmosfer telah bertambah dalam beberapa tahun ini, dan berperan dalam pemanasan global.

Karbon diambil dari atmosfer dengan berbagai cara:

1. Ketika matahari bersinar, tumbuhan melakukan fotosintesa untuk mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat, dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Proses ini akan lebih banyak menyerap karbon pada hutan dengan tumbuhan yang baru saja tumbuh atau hutan yang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat.

2. Pada permukaan laut ke arah kutub, air laut menjadi lebih dingin dan CO2 akan lebih mudah larut. Selanjutnya CO2 yang larut tersebut akan terbawa oleh sirkulasi termohalin yang membawa massa air di permukaan yang lebih berat ke kedalaman laut atau interior laut.

3. Di laut bagian atas (upper ocean), pada daerah dengan produktivitas yang tinggi, organisme membentuk jaringan yang mengandung karbon. Beberapa organisme juga membentuk cangkang karbonat dan bagian-bagian tubuh lainnya yang keras. Proses ini akan menyebabkan aliran karbon ke bawah.

4. Pelapukan batuan silikat. Tidak seperti dua proses sebelumnya, proses ini tidak memindahkan karbon ke dalam reservoir yang siap untuk kembali ke atmosfer. Pelapukan batuan karbonat tidak memiliki efek netto terhadap CO2 atmosferik karena ion bikarbonat yang terbentuk terbawa ke laut dan selanjutnya dipakai untuk membuat karbonat laut dengan reaksi yang sebaliknya (reverse reaction).

Karbon dapat kembali ke atmosfer dengan berbagai cara pula, yaitu:

1. Melalui pernafasan (respirasi) oleh manusia, tumbuhan dan binatang. Hal ini merupakan reaksi eksotermik dan termasuk juga di dalamnya penguraian glukosa (atau molekul organik lainnya) menjadi karbon dioksida dan air.

2. Melalui pembusukan binatang dan tumbuhan. Fungi atau jamur dan bakteri mengurai senyawa karbon pada binatang dan tumbuhan yang mati dan mengubah karbon menjadi karbon dioksida jika tersedia oksigen, atau menjadi metana jika tidak tersedia oksigen.

3. Melalui pembakaran material organik yang mengoksidasi karbon yang terkandung menghasilkan karbon dioksida (juga yang lainnya seperti asap). Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, produk dari industri perminyakan (petroleum), dan gas alam akan melepaskan karbon yang sudah tersimpan selama jutaan tahun di dalam geosfer. Hal inilah yang merupakan penyebab utama naiknya jumlah karbon dioksida di atmosfer.

4. Produksi semen. Salah satu komponennya, yaitu kapur atau gamping atau kalsium oksida, dihasilkan dengan cara memanaskan batu kapur atau batu gamping yang akan menghasilkan juga karbon dioksida dalam jumlah yang banyak.

5. Di permukaan laut di daerah yang menjadikan air lebih hangat, karbon dioksida terlarut dilepas kembali ke atmosfer.

6. Erupsi vulkanik atau ledakan gunung berapi akan melepaskan gas ke atmosfer. Gas-gas tersebut termasuk uap air, karbon dioksida, dan belerang. Jumlah karbon dioksida yang dilepas ke atmosfer secara kasar hampir sama dengan jumlah karbon dioksida yang hilang dari atmosfer akibat pelapukan silikat; Kedua proses kimia yang saling berkebalikan ini akan memberikan hasil penjumlahan yang sama dengan nol dan tidak berpengaruh terhadap jumlah karbon dioksida di atmosfer dalam skala waktu yang kurang dari 100.000 tahun.


Penggunaan alamiah CO2
1. Untuk fotosintesis tumbuhan hijau. Fotosintesis membebaskan oksigen.
6CO2 + 6H2O -------> C6H12O6 + 6O2

2. Menentukan suhu global dan iklim. CO2 (dan uap air) bersifat seperti kaca, yaitu dapat melewatkan sinar tampak (cahaya), tetapi menahan sinar inframerah (panas). Hal ini dikenal sebagai efek rumah kaca (green house effect). Jadi, gas rumah kaca di udara menahan radiasi panas dari Matahari maupun radiasi panas yang dipancarkan Bumi, kemudian meradiasikannya kembali sebagian ke Bumi. Sistem inilah yang mengatur suhu di permukaan Bumi yang menjadi faktor yang memungkinkan adanya kehidupan. Namun, semakin banyak kandungan CO2, Bumi akan semakin panas.

Penggunaan CO2 dalam air
1. Untuk fotosintesis tumbuhan air.
2. Digunakan oleh siput dan sejenisnya untuk membangun cangkang. Proses ini merupakan salah satu komponen dalam siklus CO2. Bangkai rumah siput akan tertanam di dasar laut atau pantai, kemudian berubah menjadi batuan silikat dan membebaskan CO2 ke udara.

Penggunaan CO2 komersial
1. CO2 mudah dipadatkan. CO2 padat ini menyublim di bawah tekanan atmosfer (CO2 cair hanya terdapat pada tekanan lebih besar dari 5,3 atm). CO2 padat yang disebut es kering (dry ice) digunakan sebagai pendingin.
2. Untuk memadamkan kebakaran. Karena CO2 lebih berat dari udara, CO2 mengusir udara dari sekitar daerah yang disemprot sehingga api mati. Tabung pemadam kebakaran berisi CO2 cair dengan tekanan sekitar 60 atm. Ketika katup alat tersebut dibuka, CO2 cair akan segera menguap dan mengembang. Kedua proses itu menyebabkan penurunan suhu sehingga sebagian CO2 akan membeku membentuk sejenis kabut atau salju yang menutupi daerah yang disemprot.
3. Untuk membuat minuman ringan (soft drink). Minuman seperti soda, limun, dan semacamnya mengandung CO2 yang memberi rasa menyegarkan.


Karbon Dioksida, Zat Kambing Hitam

Mendengar nama CO2 atau karbon dioksida, biasanya kita langsung teringat zat beracun yang bisa membunuh makhluk hidup. Namun, apakah benar CO2 yang bertanggung jawab atas segala kerusakan lingkungan di Bumi ini?

Semua orang mengenal senyawa karbon dioksida atau CO2 sebagai gas, tak berbau, tak berwarna, tak beracun, dan berasal dari setiap mekanisme pembakaran maupun metabolisme.

Gas karbon dioksida pertama kali diamati keberadaannya oleh Van Helmont pada 1577. Secara statistik alamiah, gas ini tidak melimpah di muka Bumi dan konstan persentasenya. Sejak lama orang tidak terlalu memerhatikan sifatsifat gas tersebut. Yang paling awam diketahui mungkin adalah gas CO2 bisa diucah menjadi padat dan disebut dry ice.

Namun, selain kurang diperhatikan, gas ini juga dijadikan ‘kambing hitam’ atas kerusakan lingkungan hidup, terutama soal perusakan ozon. Apakah memang CO2 biang keladinya? Tentu saja bukan, karena manusialah yang sebenarnya telah menambah kadar CO2 yang tadinya normal-normal saja. Sejak dimulainya Revolusi Industri di Inggris hingga revolusi telekomunikasi seperti sekarang, telah terjadi peningkatan persentase CO2 di muka Bumi akibat aktivitas produksi dan konsumsi. Mulailah dikenal istilah green house effect, yaitu meningkatnya kadar CO2 di atmosfer hingga membuat Bumi tambah panas.

CO2 bersifat menyerap energi panas dari radiasi inframerah yang dipancarkan Matahari, sehingga energi panas tersebut terkumpul di muka Bumi. Ditambah lagi Bumi semakin terbuka terhadap pancaran energi tinggi ultraviolet yang mematikan. Pepohonan serta hutan semakin jarang, padahal tumbuhan adalah salah satu bagian yang bisa memproses CO2 menjadi O2. Jika kadar CO2 makin meningkat, energi Matahari yang dipantulkan oleh permukaan Bumi tidak akan kembali lagi ke luar Bumi karena tertahan oleh CO2.

Topik Lainnya: kimia,  fisika, biologi, astronomi,  pendidikan,  penelitian,  sains, komputer, teknologi