Showing posts with label tidur. Show all posts
Showing posts with label tidur. Show all posts

Serangan Tidur Berlebihan (Narcolepsy)

Narkolepsi (narcolepsy) adalah gangguan tidur yang cukup umum diderita, namun seperti gangguan tidur lainnya ia juga amat jarang dikenali oleh masyarakat.Narkolepsi dalam bahasa awam, bisa dikatakan sebagai serangan tidur dimana penderitanya amat sulit mempertahankan keadaan sadar. Hampir sepanjang waktu ia mengantuk. Rasa kantuk dapat dipuaskan setelah tidur selama 15 menit, tetapi dalam waktu singkat kantuk sudah menyerang kembali.

Sebaliknya di malam hari, banyak penderita narkolepsi yang mengeluh tidak dapat tidur.Yang terutama terganggu adalah mekanisme pengaturan tidur, dimana tahap tidur REM dapat menembus kesadaran disaat kita terjaga. Tahap tidur REM adalah tahap dimana kita bermimpi (lihat bagian Gambaran Pola Tidur.) Tidak jarang penderitanya berada dalam kondisi tidak sepenuhnya terjaga atau tidak sepenuhnya tertidur.Untuk mengenali penderita narkolepsi, terdapat 4 gejala klasik (classic tetrad):

1. Rasa kantuk berlebihan (EDS)
2. Katapleksi (cataplexy)
3. Sleep paralysis
4. Hypnagogic/hypnopompic hallucination.

Rasa kantuk yang berlebihan di siang hari merupakan gejala umum gangguan tidur. Tetapi jika rasa kantuk ini timbul pada orang yang tidak menderita OSA (Obstructive Sleep Apnea) ataupun PLMS (Periodic Limb Movements) dengan disertai gejala lain (4 gejala klasik,) narkolepsi harus dipertimbangkan sebagai diagnosa.Katapleksi merupakan gejala khas narkolepsi yang ditandai dengan melemasnya otot secara mendadak. Otot yang melemas bisa beberapa otot saja sehingga kepala terjatuh, mulut membuka, menjatuhkan barang-barang, atau bisa juga keseluruhan otot tubuh.
Keadaan ini dipicu oleh lonjakan emosi, baik itu rasa sedih maupun gembira. Biasanya emosi positif lebih memicu katapleksi dibanding emosi negatif.

Pada sebuah penelitian penderita narkolepsi diajak menonton film komedi, dan saat ia terpingkal-pingkal tiba-tiba ia terjatuh lemas seolah tak ada tulang yang menyangga tubuhnya.Penderita narkolepsi dapat mengingat semua kejadian selama serangan yang berlangsung selama beberapa detik hingga menit.

Tetapi, dalam suasana yang kondusif dan nyaman, ketika mengalami serangan katapleksi seorang penderita dapat langsung tertidur pulas. Kondisi ini perlu dibedakan dengan sinkop atau serangan kejang dimana penderitanya tidak dapat mengingat segala kejadian selama serangan.Tidak semua penderita narkolepsi mengalami katapleksi. Beberapa orang tidak mengalami katapleksi sama sekali atau baru merasakannya setelah beberapa tahun.

Hypnagogic / hypnopompic hallucination merupakan halusinasi yang sering kali muncul begitu saja saat penderita hendak tidur. Isi halusinasi secara misterius sering kali menyeramkan. Yang paling sering dilaporkan adalah kehadiran orang asing di sudut kamar. Tidak jarang penderita menceritakan kehadiran seorang teman di kamar tidurnya yang sebenarnya tidak sedang berkunjung. Kondisi ini sering kali mengarahkan diagnosa pada gangguan-gangguan kejiwaan.Padahal yang terjadi adalah kesadaran mimpi yang menerobos kesadaran terjaga, sehingga muncul sebagai halusinasi. Ini biasanya terjadi pada saat peralihan dari sadar ke tidur (hypnagogic) atau dari tidur ke sadar (hypnopompic.)

Sleep paralysis adalah keadaan lumpuh dimana penderitanya tidak dapat menggerakkan tubuhnya sama sekali. Di saat peralihan dari sadar ke tidur, sleep paralysis bisa menyerang berbarengan dengan halusinasi sehingga menimbulkan pengalaman yang menakutkan bagi penderitanya.
Ini terjadi karena gelombang tidur REM (mimpi) yang menerobos ke kesadaran sehingga seolah penderita bermimpi di siang bolong. Anda tentu ingat, bahwa dalam tahap tidur REM seluruh otot tubuh (kecuali mata dan pernafasan) menjadi lumpuh total.Untuk menegakkan diagnosa, selain keempat gejala klasik tadi diperlukan juga pemeriksaan Polysomnografi (sleep study). Pemeriksaan dilakukan semalaman dan dilanjutkan dengan Multiple Sleep Latency Test (MSLT.) MSLT adalah sleep study yang dilakukan di pagi hingga sore hari untuk mengetahui seberapa lama seseorang dapat tertidur di pagi/siang hari. Pemeriksaan dibagi menjadi 5 kali tidur siang, dimana setiap kalinya pasien diberi waktu 20 menit untuk jatuh tidur dengan tidur pertama berjarak 1,5 hingga 3 jam setelah bangun pagi. Penderita narkolepsi tertidur kurang dari 5 menit dan biasanya dari 5 tidur siang terdapat 2 sleep onset REM (SOREM.) SOREM adalah kondisi dimana gelombang otak penderita berubah langsung dari terjaga ke REM.

Pada narkolepsi yang tidak disertai dengan katapleksi, selain menggunakan MSLT diagnosa dapat juga ditegakkan dengan ditemukannya antigen khusus (HLA DQB1*0602) atau rendahnya kadar hipokretin (orexin) dalam cairan serebro spinal.  Walaupun tidak spesifik untuk memeriksa narkolepsi, pemeriksaan ini dapat membantu diagnosa. Biasanya pasien tanpa katapleksi yang tes DQB1*0602-nya positif, baru akan diperiksakan kadar hipokretin.

Sleep paralysis dan hypnagogic hallucination tidak hanya terjadi pada penderita narkolepsi. Anda tentu pernah mengalaminya, setidaknya sekali dalam sepanjang hidup. Saat kelelahan dan mempunyai hutang tidur yang menumpuk, tanpa disadari Anda pun langsung jatuh pada tahap tidur REM (SOREM.) Antara sadar dan bermimpi Anda seolah melihat bayangan gelap melintas di depan, dalam ketakutan Anda ingin beranjak, tetapi seluruh tubuh lumpuh tak mau bergerak hingga akhirnya Anda tersadar penuh dan bertanya-tanya tentang kejadian yang baru saja dialami. Pengalaman mistis?

Narkolepsi merupakan gangguan yang penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Penelitian dengan menggunakan anjing-anjing narkoleptik masih terus dilakukan dan mulai menampakkan titik terang.

Walau demikian, dengan perawatan yang tepat dan penuh disiplin, seorang penderita narkolepsi dapat hidup normal. Apalagi dengan disertai dukungan dari keluarga dan para sahabat yang siap menjaga keselamatan si penderita. Kecelakaan sering terjadi karena serangan lumpuh (paralysis) yang muncul tiba-tiba saat memasak, mengendara, menyetrika atau berendam.

Penderita narkolepsi yang berada dalam pengobatan dapat mengendara jarak dekat secara aman. Bahkan dikatakan bahwa mereka berada dalam kondisi yang lebih aman dibandingkan dengan orang ’normal’ yang sedang kurang tidur!

Penyakit ini juga tidak dapat dikatakan penyakit keturunan. Meskipun ada anak yang menderita narkolepsi seperti orang tuanya, kebanyakan penderita mempunyai anak-anak yang normal. Jadi jika pasangan Anda menderita narkolepsi jangan ragu untuk menikahinya.

Source:
http://sleepclinicjakarta.tblog.com

Pola Tidur dalam Tahapan REM [Rapid Eye Movement]

1. Otak Anda aktif ketika bermimpi

Penelitian telah mengeluarkan bukti yang menyatakan berbagai macam aktivitas otak ketika tidur. Hal ini dibuktikan menggunakan teknologi EEG. Ilmuwan mengidentifikasi lima tahap berbeda ketika tidur, menurut perbedaan aktivitas di dalam otak.

Tahap 1-4 dan tahap akhir disebut sebagai tidur rapid eye movement (REM; gerakan mata cepat). Ketika terbangun selama tidur REM, subyek (manusia) melaporkan mereka bermimpi. Dengan pengembangan teknologi citra otak terbaru di awal 1990-an, kita bisa tahu lebih banyak tentang aktivitas otak ketika tidur REM. Peneliti menemukan bahwa wilayah-wilayah tertentu dalam otak sangat aktif selama manusia dalam keadaan tidur REM, bahkan lebih aktif daripada saat bangun tidur. Penelitian telah menemukan bahwa wilayah visual tertentu dalam korteks manusia, yang mengartikan penglihatan kompleks, lebih aktif ketika tidur REM. Aktivitas yang kuat juga ditemukan di sistem limbik, yang merupakan sekumpulan struktur yang berhubungan dengan emosi manusia.

2. Hubungan hewan dan mimpi

Kita tidak bisa 100% pasti bahwa hewan bermimpi seperti manusia, tapi mereka masuk dalam keadaan tidur REM. Tidur REM terjadi di setiap mamalia, meskipun tak termasuk hewan monotrem yang bertelur di Australia. Hipotesis tidur REM, yang dicetuskan Frederic Snyder tahun 1966, menyatakan bahwa banyak mamalia bangun setelah memasuki keadaan tidur REM, sehingga ia menyimpulkan bahwa proses ini digunakan sebagai mekanisme pertahanan. Banyak burung juga memperlihatkan tanda-tanda tidur REM, tapi reptil dan hewan berdarah dingin tidak. Echidna juga masuk keadaan tidur REM, tapi hanya apabila lingkungan sekitarnya bersuhu 25°C. Anjing dan kucing juga mengalami keadaan tidur seperti ini.

3. Hubungan marijuana dan mimpi

Banyak orang yang menghisap marijuana melaporkan tidak bermimpi apapun, meskipun mereka telah berhenti, orang yang sama melaporkan mimpi sadar yang ekstrem. Banyak mimpi sadar terjadi ketika tidur REM, sehingga pertanyaan ilmiah yang logis ialah “Apakah marijuana (THC) mempengaruhi tidur REM?” Sebuah penelitian dilakukan tahun 1975 untuk membandingkan pola tidur pengguna marijuana dengan non-pengguna. Hasilnya memperlihatkan aktivitas pergerakan mata yang berkurang dan tidur REM yang kurang dalam kondisi THC (marijuana). Bukti ilmiah memperlihatkan hubungan penggunaan marijuana dengan kehilangan tidur REM dan mimpi, jadi apabila Anda menghisap marijuana dan tidak ingat apa mimpi Anda, maka Anda akan tahu mengapa.
4. Mimpi epik

Mimpi epik dapat dikatakan sangat sadar dan dapat mengubah kehidupan. Mimpi ini juga sangat menarik sehingga dapat membuat kesadaran yang lebih besar terhadap keadaan alami di sekitar Anda. Mimpi epik akan memberikan Anda sudut pandang yang segar dan baru terhadap aspek kehidupan. Ketika Anda terbangun dari mimpi epik, Anda akan merasa bahwa Anda telah menemukan sesuatu yang berharga atau menakjubkan. Mimpi epik akan tetap bersama Anda selama bertahun-tahun. Orang yang mengalami mimpi seperti ini sering melaporkan urutan cerita yang berlanjutan (episode) yang menceritakan kehidupan yang berbeda dan berlangsung. Banyak orang yang tidur selama mimpi epik, mengalami mimpi di dalam mimpi.

5. Perbedaan kelamin dalam mimpi

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mempelajari perbedaan dalam mimpi pria dan wanita. Telah diperlihatkan bahwa wanita memimpikan kedua jenis kelamin, dan 67% waktu karakter dalam mimpi pria secara dominan bercerita tentang pria. Mimpi wanita lebih lama dan lebih emosional, sementara mimpi pria dilaporkan lebih kejam, lebih banyak mobil dan jalan. Rata-rata, 8% mimpi manusia meliputi aktivitas seksual.

Perbedaan kelamin utama dalam mimpi seksual adalah pria sering bermimpi tentang tempat yang tidak diketahui atau tempat umum dan mimpi mereka sering menampilkan orang asing, sementara kebalikannya terjadi pada sebagian besar wanita. Wanita lebih sering memimpikan permukaan air yang tertutup, seperti kolam renang, danau, kolam ikan. Tentunya data ini didapat berdasarkan persentase umum dan belum tentu benar bagi setiap orang.

6. Kelumpuhan tidur

Kelumpuhan Tidur adalah kondisi yang mempengaruhi banyak orang di dunia. Hal ini berhubungan langsung dengan keadaan tidur REM dan mimpi. Kelumpuhan tidur berhubungan dengan atonia REM, yaitu keadaan kelumpuhan yang terjadi selama tidur REM. Seseorang mengalami kelumpuhan tidur ketika otak bangun dari siklus tidur REM, tapi keadaan lumpuh tetap terjadi. Orang tersebut sadar, tapi tak dapat bergerak. Mereka terus bermimpi dan dalam banyak kasus, mereka dapat mengalami secara visual mimpi mereka di dalam kamar mereka. Seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur tidak sadar sepenuhnya, tapi tahu apa yang sedang terjadi. Pengalaman ini disebut sebagai gangguan pandangan terowongan. Keadaan lumpuh dapat diikuti oleh halusinasi ekstrem dan perasaan takut. Banyak klaim tentang penculikan oleh alien telah disebut sebagai kasus ekstrem kelumpuhan tidur.

7. Mimpi buruk vs. teror malam

Ernest Hartmann telah menerbitkan berbagai buku dan makalah tentang mimpi buruk. Karyanya menunjukkan bahwa tema mimpi buruk yang paling umum adalah dikejar sesuatu. Orang dewasa pada umumnya dikejar oleh seorang pria, sementara anak-anak menghadapi hewan atau makhluk fantasi. Mimpi buruk kurang umum pada orang dewasa dan anak-anak yang sering mengalaminya ketika usia tiga atau empat tahun dan tujuh atau delapan tahun. Sekitar 5-10% manusia mengalami mimpi buruk sebulan sekali atau lebih sering. Karya Hartmann memperlihatkan bahwa mimpi buruk secara langsung berhubungan dengan aktivitas sehari-hari dan indikator ketakutan atau kekhawatiran yang harus dikalahkan. Sejumlah pemicu mimpi buruk ialah penyalahgunaan obat-obatan, peristiwa yang traumatik, atau kehilangan orang yang disayangi. Teror malam sedikit berbeda dari mimpi buruk. Terjadi selama satu atau dua jam pertama tidur dan ketika siklus mata non-cepat. Teriakan yang keras biasa muncul. Orang yang tidur sulit bangun dan sering mengingat tidak lebih dari satu perasaan yang luar biasa atau satu adegan tunggal. Teror malam kurang umum daripada mimpi buruk. Anak-anak berusia dua hingga enam tahun paling sering mengalami teror malam, dan dialami oleh sekitar 15% anak-anak di seluruh dunia.

8. Mimpi terkenal

Mimpi sering dihubungkan dengan peristiwa dunia yang berubah dan berpengaruh. Mary Shelley menulis Frankenstein setelah bermimpi tentang monster. “Aku melihat fantasme tersembunyi dari seseorang yang bangun, dan kemudian, mesin yang bekerja, memperlihatkan tanda-tanda kehidupan, dan bercampur dengan gerakan gelisah dan setengah vital.” Elias Howe adalah seorang perintis mesin jahit yang mempengaruhi produk tersebut di pertengahan abad ke-19. Ia berkata bahwa ia mengalami mimpi sadar tentang sekelompok kanibal yang bersiap memasaknya. Mereka menari di sekitar api dan menggerakkan tombak ke atas dan ke bawah. Howe mengetahui bahwa di kepala setiap tombak ada lubang kecil, yang memberikannya ide memasukkan benang melalui lubang jarum di dekat ujungnya, bukan di ujung lain. Itulah inovasi besar yang menjadikan penjahitan mekanis bisa dilakukan. Ilmuwan Friedrich August KekulĂ© menemukan struktur kimia yang tidak mungkin pada benzena (C6H6) setelah bermimpi tentang sekelompok ular yang menelan ekor mereka. Tahun 1953, James Watson dan Francis Crick menemukan struktur DNA. Watson kemudian melaporkan bahwa ide itu datang kepadanya setelah memimpikan serangkaian tangga spiral. Beberapa hari sebelum kematiannya, Abraham Lincoln membicarakan mimpi bersama istrinya ketika ia melihat sebuah mayat terbungkus kain pemakaman yang dikelilingi ratusan pelayat. Ia diberitahu oleh seorang tentara bahwa ia akan dibunuh.

9. Dengkuran yang kronis menyebabkan kelainan tidur

Mendengkur adalah masalah besar bagi jutaan orang. Banyak orang yang mengalami dengkuran kronis mengalami kelainan tidur REM. Selama tidur REM, seseorang akan mengalami pernafasan yang tidak teratur, peningkatan tekanan darah, mimpi sadar, dan kelumpuhan.Orang yang mendengkur memang bermimpi, tapi tak akan ingat mimpi tersebut sesering orang yang tidur secara normal. Mereka akan sering mengalami kelainan tidur REM. Kelainan ini adalah kondisi ketika seseorang tidak mengalami kelumpuhan apapun ketika mereka tidur. Kehilangan kelumpuhan dapat menyebabkan orang-orang secara nyata bergerak di luar mimpi mereka. Kelakuan fisik tersebut meliputi berbicara, berteriak, menonjok, menendang, melompat dari tempat tidur, mengayunkan tangan, dan bahkan memegang. Orang itu akan tetap tidur, tetapi bergerak di luar mimpi mereka dan tidak akan ingat aktivitas atau mimpi tersebut keesokan harinya.

10. Mimpi sadar membantu Anda belajar

Tidur REM berawal ketika sinyal dipancarkan dari dasar otak, sebuah daerah yang disebut pons. Pons mendistribusikan sinyal ke thalamus, yang mengarahkan mereka ke cerebral cortex. Cerebral cortex adalah daerah otak yang mengatur belajar, berpikir, dan memperoleh informasi. Pons juga mengirim sinyal yang mematikan saraf di saraf tulang belakang, menyebabkan kelumpuhan sementara selama tidur REM. TIdur REM mengaktifkan daerah otak yang kita gunakan untuk belajar. Ini bisa jadi faktor yang sangat penting dalam pengembangan otak normal selama bayi. Sekelompok orang diajarkan kemampuan (pelajaran) yang sama dan hasilnya, sebagian besar orang yang mengalami keadaan tidur REM di malam hari mampu melakukan kemampuan tersebut keesokan harinya. Teori ini disebut Hipotesis Ontogenetik tidur REM.



Source : http://nurcahyanto88.wordpress.com/2...-eye-movement/

Peneliti Temukan Tombol Tidur di Otak

Peneliti Temukan Tombol Tidur di Otak
Setiap malam kita masuk ke dalam kondisi biologis ajaib, yakni transisi dari sadar secara penuh ke tidur. Akan tetapi, sekelompok peneliti asal Washington State University mencoba mencari tahu lebih lanjut apa yang menyebabkan peralihan itu terjadi.

Ternyata, kunci dari peralihan antara sadar ke tidur adalah salah satu molekul terpenting pada tubuh, yakni Adenosine triphosphate (ATP). ‘Tombol tidur’ ini merupakan senyawa yang menyimpan energi yang akan digunakan dalam metabolisme.

Seperti dikutip dari Discovermagazine, 30 Desember 2010, tim peneliti yang dipimpin oleh neurobiolog James Krueger, menemukan bahwa penembakan neuron terus menerus di otak saat kita terjaga menyebabkan mereka melepas ATP ke ruang di antara sel.


Saat molekul itu terakumulasi, ia mengikatkan diri ke neuron di sekelilingnya dan mendukung sel. Ini memungkinkan sel menyerap senyawa kimia lain, seperti tumor necrosis factor dan interleukin 1, yang kemungkinan besar membuat sel itu tertidur.

Sel-sel ini kemudian aktif saat elemen lain di otak mulai menurunkan aktivitasnya dan membuat manusia tertidur. “Temuan ini menegaskan bahwa tidur bukanlah fenomena yang terjadi di seluruh bagian otak,” kata Krueger. “Tidur hanya terjadi pada sejumlah sirkuit syaraf yang paling aktfi di siang hari dan melepaskan sebagian besar ATP,” ucapnya.

Ini berarti, kata Krueger, sebagian lain dari otak tetap terjaga meskipun kita tertidur pulas. “Ini merupakan temuan yang sangat penting,” kata Mark Mahowald, pakar pengamat tidur di University if Minnesota yang tidak terlibat dalam penelitian itu. “Temuan bahwa hanya sebagian dari otak saja yang tertidur sangat sesuai dengan pemahaman kami seputar fenomena sleepwalking,” ucapnya.

Seperti diketahui, saat sleepwalking terjadi, orang tidur sambil berjalan, sambil matanya terbuka dan dapat menghindari obyek yang ada di hadapannya agar tidak menabrak. Meski demikian, orang itu tidak memiliki kesadaran saat melakukan sleepwalking.

Peran ATP yang semakin jelas ini juga dapat berperan penting dalam proses pembuatan obat-obatan baru untuk membantu mengatasi insomnia ataupun masalah gangguan tidur lainnya.

Sumber: vivanews.com

Penjelasan Ilmiah ‘ Ditindih Hantu ‘ atau Eurep-Eurep (STRONG SLEEP PARALYSIS)

Ditindih Hantu ‘ atau Eurep-Eurep (STRONG SLEEP PARALYSIS)
Agak bingung memang menyebutkan namanya. Kalau tidak salah di Jawa namanya kentindihen karena dianggap kita lagi ditindih Hantu, Jin dsb...sedangkan orang  Sunda bilang namanya eurep-eurep. 


Kejadiannya seperti ini terjadi ketika kita lagi tertidur dan kemudian terbangun, kita merasakan ada sesuatu yang membuat tubuh kita tidak bisa bergerak, kaki dan tangan kaku,bahkan untuk membuka mata lebar-lebar juga susah banget. Kita hanya bisa mematung dan terus mematung pasrah atas apa yang terjadi…ada yang bilang saat itu jin atau ada yang percaya hantu lagi menindih tubuh kita, jadinya kita gak bisa bergerak.


Ternyata, menurut kalangan ilmiah, kondisi yang demikian dinamakan STRONG SLEEP PARALYSIS. Begini penjelasan ilmiahnya menurut ilmuwan, saat kita lagi asyik-asyik tertidur, tiba-tiba saja saraf motorik kita berkontraksi dan membuat kita jadi terbangun. Namun, pada saat itu otak kita belum siap menerima kalau kita ternyata sudah bangun. 


Pada saat kita tidur, yang bekerja adalah saraf motorik kita, akhirnya kita tidak sadar bergerak-gerak dalam tidur. Kadang ada yang heran kan waktu mau tidur posisi kepala di sebelah sana eh pas bangun tau-tau posisi kepala udah ke sana, begitu juga halnya kita tidak sadar saat menggaruk-garuk ketika tengah tidur. 


Nah, pada saat tertentu, kondisi yang demikian tanpa kita sadari membuat kita terjaga namun otak belum siap, ibaratnya otak kita masih tidur. Jadi saat kita akan menggerakan tangan, kaki, ataupun membuka mata lebar-lebar, tidak direspon sama otak. Ya, jadilah kondisi yang demikian, kita hanya bisa menunggu sampai otak benar-benar bangun dan baru kita bisa bergerak. 


Sekarang saya mempunyai penjelasan ilmiah ketika suatu saat mengalami hal yang seperti itu. Setelah mengetahui hal ini, jadi tidak terlalu takut lagi dengan anggapan ditindih hantu atau eureup-eureup, karena sudah ada penjelasan ilmiahnya. Lumayan sering juga saya mengalami kejadian seperti ini sewaktu masih SD dan SMP, sekarang sudah jarang mengalaminya. Cara mengatasinya biasanya dengan mengatur nafas, tenang dan doa. 

Semoga bisa membantu............


Source

Artikel Terkait:
Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Manusia Tidur
Pola Tidur dalam Tahapan REM [Rapid Eye Movement]

Apakah Normal Jika Sering Terbangun Tengah Malam?

Apakah Normal Jika Sering Terbangun Tengah Malam?
Menurut survei terakhir, lebih dari sepertiga orang dewasa Amerika Serikat terbangun di tengah malam secara rutin. Hampir separuh dari mereka, yang mengalami sindrom ‘nocturnal awakenings’ itu,  tak bisa segera kembali tidur.

Dokter umumnya mendiagnosa kondisi tersebut sebagai gangguan tidur. Untuk merawat mereka yang terkena “middle-of-the-night insomnia” itu, dokter memberikan resep obat-obatan.

Dari penelitian terakhir, kondisi terjaga di tengah malam tersebut sama sekali bukanlah hal yang abnormal. Kondisi itu merupakan ritme alami tubuh manusia.

Menurut sejarawan dan psikiater, kebiasaan tidur rutin selama delapan jam seperti yang biasa dilakukan saat ini tidak pernah ditemukan sebelumnya dalam sejarah kehidupan manusia.

“Kita telah tidur secara salah selama ini. Jika Anda mengalami insomnia, kemungkinan Andalah manusia normal,” kata Roger Ekirch, peneliti asal Virginia Tech University, seperti dikutip dari Life’s Little Mysteries.

Ekirch menyebutkan, pola tidur dominan, sejak jaman dahulu kala adalah dua tahap. Manusia tidur dalam dua blok waktu berperiode empat jam. Setiap tahapan tidur itu dipisahkan oleh periode terjaga di tengah malam yang berlangsung selama satu jam atau lebih.

“Di masa terjaga ini, orang dahulu kadang tetap berbaring di tempat tidur, berdoa, memikirkan mimpinya, atau berbicara dengan pasangannya,” kata Ekrich. “Sebagian manusia lain kemungkinan bangun dan melakukan hal-hal lain atau bahkan mengunjungi tetangga sebelum kembali tidur”.

Bukti-bukti tentang adanya “tidur tahap pertama” atau “deep sleep” dan “tidur tahap kedua” atau “morning sleep” sendiri banyak ditemukan, umumnya pada literatur ataupun dokumen-dokumen di era pra industrial di Eropa.

Namun lambat laun, sejak abad ke 19, referensi seputar tidur secara bertahap mulai musnah. “Saat ini, perilaku tersebut malah disebut sebagai insomnia.”



Bagi umat Islam, bangun tengah malam itu sangat dianjurkan dan memiliki nilai ibadah yang tinggi jika dilakukan untuk sholat terutama sholat tahajjud.

Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Manusia Tidur

Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Manusia Tidur
Manusia menghabiskan sekitar sepertiga umurnya untuk tidur. Tidur bukan hanya sekedar istirahat, tapi jauh dari itu ada proses perbaikan pada seluruh organ tubuh. Apa saja yang terjadi pada tubuh saat tidur?

Tak hanya mengistirahatkan otot, saat tidur tubuh mengalami perbaikan dan detoksifikasi (mengeluarkan racun). Tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas (kekebalan tubuh).

Pola tidur yang buruk berhubungan dengan kesehatan yang buruk pula. Kurang tidur yang kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, produksi hormon tidak teratur, sistem kekebalan tubuh lemah, penurunan memori, mudah marah dan penurunan konsentrasi.

Berikut beberapa hal yang terjadi pada organ tubuh saat manusia tidur:

1. Otak

Meski tampak pasif, tidak aktif dan aktivitas otak turun sekitar 40 persen, tetapi otak tetap sangat aktif selama Anda tidur.

Tidur malam yang khas terdiri dari lima siklus tidur yang berbeda, masing-masing berlangsung sekitar 90 menit. Empat tahap pertama setiap siklus dianggap sebagai tidur tenang atau non-rapid eye move-ment (NREM). Tahap terakhir disebut dengan gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM).

Selama tahap pertama dari tidur ada gelombang otak undulations kecil. Selama tahap kedua, gelombang ini diselingi dengan sinyal listrik yang disebut sleep spindles, yaitu semburan kecil dari aktivitas yang berlangsung beberapa detik dan membuat keadaan tenang.

Tahap ketiga terjadi gelombang lambat yang besar, semakin besar dan lambat gelombang otak makan tidur akan semakin dalam. Pada tahap keempat, 50 persen gelombang otak melambat. Pada titik ini, 40 persen aliran darah normal di otak dialihkan ke otot untuk mengembalikan energi.

Tidur REM adalah tingkat tertinggi aktivitas otak. Tahap ini biasanya berhubungan dengan mimpi yang dipicu oleh pons, yaitu bagian dari batang otak yang mengirimkan impuls saraf antara sumsum tulang belakang dan otak.

2. Mata
Meski tertutup, pada saat tidur mata bisa tetap bergerak. Gerakan mata tersebut menunjukkan perbedaan pada tahapan tidur, gerakan paling cepat terjadi pada saat tidur REM (rapid eye movement).

3. Hormon
Selama terjaga, tubuh membakar oksigen dan makanan untuk menyediakan energi. Kondisi ini disebut dengan tingkat katabolik yang didominasi dengan rangsangan hormon adrenalin dan kortisteroid.

Tetapi saat tidur, sistem hormon akan berpindah pada tahap anabolik, yaitu konversi energi untuk perbaikan dan pertumbuhan. Pada tahap ini tingkat hormon adrenalin dan kortikosteroid turun dan tubuh mulai memproduksi hormon pertumbuhan (human growth hormone atau HGH), melatonin, juga hormon seks testosteron, hormon kesuburan, FSH (follicle-stimulating hormone dan hormon LH (luteinizing hormone).

HGH mendorong pertumbuhan, pemeliharaan dan perbaikan otot dan tulang dengan memfasilitasi penggunaan asam amino. Sedangkan melatonin adalah hormon yang diproduksi untuk membantu manusia untuk tidur. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar pineal jauh di dalam otak, ini membantu tubuh mengontrol irama dan siklus tidur-bangun.

4. Sistem kekebalan
Terjadi peningkatan produksi sistem kekebalan tubuh dan protein tertentu selama tidur, sebagai agen tertentu yang memerangi penyakit. Pembunuh kanker yang disebut TNF (tumour necrosis factor) juga dipompa melalui pembuluh darah saat tidur. Inilah yang menyebabkan tidur yang cukup dapat membantu melawan infeksi.

5. Suhu tubuh

Pada malam hari, suhu tubuh bersamaan dengan adrenalin mulai turun. Berkeringat mungkin terjadi sebagai usaha tubuh untuk mencoba memerangi kehilangan panas.

6. Kulit
Selama tidur nyenyak, tingkat metabolisme kulit dipercepat dan banyak sel-sel tubuh menunjukkan peningkatan produksi dan mengurangi kerusakan protein. Inilah yang menyebabkan tidur malam yang cukup dapat mempercantik kulit.

7. Pernapasan
Ketika tertidur, otot tenggorokan akan rileks sehingga tenggorokan semakin sempit setiap kali menghirup udara. Mendengkur terjadi ketika tenggorokan menyempit dan bagian dari saluran udara bergetar.

8. Mulut
Air liur diperlukan untuk melumasi mulut dan untuk makan. Tapi selama tidur, aliran saliva berkurang sehingga menyebabkan mulut kering di pagi hari. Namun, mulut bisa sangat aktif selama tidur, yang menyebabkan orang secara tidak sadar mengertakkan gigi pada saat tidur.

9. Otot
Meskipun orang dapat mengubah posisi tidur sekitar 35 kali semalam, otot-otot tubuh tetap rileks. Hal ini memberikan kesempatan bagi jaringan untuk diperbaiki dan dipulihkan.

10. Darah
Denyut jantung turun antara 10 dan 30 denyut per menit ketika tidur. Hal ini menghasilkan penurunan tekanan darah, yang terjadi dalam tidur nyenyak. Selama istirahat, darah mengalir dari otak, melemaskan arteri dan membuat anggota tubuh yang lebih besar. Sel-sel dan jaringan yang memecah untuk menghasilkan limbah beracun juga menjadi kurang aktif saat tidur. Hal ini memberikan kesempatan untuk jaringan yang rusak untuk dibangun kembali.

11. Sistem pencernaan
Selama tidur, kecepatan sistem pencernaan akan melambat. Untuk alasan ini, makan larut malam tidak dianjurkan karena enzim dan asam lambung yang berfungsi untuk mengubah makanan menjadi energi tidak aktif, sehingga bisa menumpuk kalori dalam tubuh.

Source : www.detik.com