Showing posts with label symantec. Show all posts
Showing posts with label symantec. Show all posts

Web Attack Toolkits Kian Ancam Keamanan Web

Jangan kira hanya ahli bahasa pemprograman yang bisa menciptakan malware dan melakukan aksi kriminal cyber. Kini, pemprogram pemula pun dengan mudah bertindak jahat di dunia maya.

Keadaan ini disoroti oleh Symantec dalam laporan berjudul Report on Attack Toolkits and Malicious Websites.

Di dalamnya, terungkap bahwa para pelaku kriminal cyber saat ini makin umum memanfaatkan kit serangan (attack kit) dalam aksi-aksinya.

Toolkit serangan adalah program yang dapat digunakan baik oleh pemula dan ahli yang ingin memfasilitasi peluncuran serangan secara luas pada jaringan komputer.

Kit ini memungkinkan penyerang dengan mudah mengirimkan sejumlah ancaman yang sudah diprogram ke berbagai sistem komputer. Toolkit serangan juga memberikan kemampuan untuk mengustomisasi ancaman guna menghindari deteksi serta mengotomatisasi proses serangan.

Salah satu kit serangan terbesar dan telah memakan banyak korban ialah Zeus. Tujuan utama kit ini adalah mencuri kredensial rekening bank. Sasaran utamanya yaitu usaha skala kecil yang kebanyakan kurang memiliki perlindungan untuk menjaga transaksi finansial mereka.

Melalui botnet Zeus, para penjahat cyber telah berhasil meraup keuntungan sebesar lebih dari US$70 juta (sekitar Rp630 miliar) dari rekening perbankan dan perdagangan online selama lebih dari 18 bulan, sebelum jaringannya tertangkap September 2010 silam.

Popularitas dan juga tingginya permintaan telah meningkatkan harga kit serangan. Pada tahun 2006,toolkit WebAttacker dijual secara gelap seharga US$15. Sementara pada tahun 2010, Zeus 2.0 diiklankan dengan harga hingga US$8.000.

Saat ini, sedikitnya 61% laporan ancaman keamanan web yang diterima Symantec disebabkan oleh kit serangan. Beberapa nama paling umum antara lain MPack, Neosploit, ZeuS, Nukesploit P4ck, dan Phoenix.

Awas, Notifikasi Keamanan Palsu Facebook Berbahasa Indonesia

Pernah mendapat notifikasi yang menyatakan bahwa akun Facebook Anda tidak aman? Jika jawaban Anda adalah “ya”, sebaiknya waspadalah.

Vendor keamanan Symantec, dalam laporannya telah mengamati sebuah website phishing yang memalsukan merek Facebook dan mengklaim sebuah peringatan dari sistem keamanan Facebook.

Ironisnya, halaman phishing tersebut dibuat dalam bahasa Indonesia dan tentunya menargetkan pengguna Facebook yang ada di Indonesia.

Situs phishing tersebut mengusung judul “Pembatalan Pemblokiran Account”. Jadi, halaman tersebut menyatakan bahwa akun si pengguna telah dilaporkan oleh pengguna lain atas pelanggaran aturan keamanan.

Halaman phishing tersebut juga memperingatkan bahwa pengguna harus mengkonfirmasi identitas mereka dalam waktu 24 jam. Caranya dengan memberikan kredensial login, dan apabila pengguna tidak melakukannya, maka sistem keamanan akan menutup akun tersebut secara permanen. Adapun informasi penting yang diminta adalah alamat email, password, dan tanggal lahir pengguna.


Yang menjadi jebakan adalah pesan tersebut dirancang seolah-olah benar dikirim dari sistem keamanan Facebook. Padahal, situs tersebut diciptakan dengan motif untuk mencuri kredensial pengguna. Jadi, setelah pengguna memasukkan kredensial, halaman phishingkembali error dan menyatakan bahwa informasi yang dimasukkan tidak valid.

Jika kredensial tersebut dimasukkan kembali untuk kedua kalinya, halaman phishing akan mengarahkan ke situs Web Facebook yang sah. Situs phishing tersebut disinyalir berasal dari sebuah situs penyedia Web gratis. Jadi, tetap waspadalah.