Showing posts with label sport. Show all posts
Showing posts with label sport. Show all posts

Daftar 25 Pemain Timnas Pra Olimpiade

Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Alfred Riedl telah menentukan 25 pemain untuk berkiprah dalam Pra Olimpiade 2012. Keputusan itu dikeluarkan pada Senin 17 Januari 2010 setelah ia berdiskusi dengan para asistennya.

Menurut situs PSSI, sebelum menentukan pilihannya, Riedl telah menyeleksi lebih dari 80 pemain yang dilakukan dalam tiga fase sejak 7 Januari 2010. Para pemain terpilih ini akan mulai menjalani pelatnas pada 24 Januari 2010.



Kurnia Meiga cs akan digembleng dengan serius sebelum menjalani laga kandang melawan Turkmenistan pada 23 Februari 2010. Selanjutnya, giliran Indonesia dijamu Turkmenistan, 9 Maret 2011.

Berikut pemain terpilih untuk Pra Olimpiade 2012:
1. KURNIA MEIGA (AREMA)
2. ANDRITANI ARDIYASA (PERSIJA)
3. MUHAMAD RIDWAN (PERSITA)
4. ABDUL HAMID MONY (PERSIBA)
5. SAFRI UMI (PERSIRAJA)
6. DIAZ ANGGA PUTRA (PERSIB)
7. AHMAD FARIZI (AREMA)
8. GUNAWAN DWI CAHYO (SRIWIJAYA FC)
9. RAHMAT LATIF (SRIWIJAYA FC)
10. FACHRUDIN (PS SLEMAN)
11. SEPTIA HADI (PSPS PEKANBARU)
12. OKTOVIANUS MANIANI (SRIWIJAYA FC)
13. DENDI SANTOSO (AREMA)
14. EGI MELGIANSYAH (PELITA JAYA)
15. HENDRO SISWANTO (LAMONGAN)
16. RAMDANI LESTALUHU (PERSIJA)
17. NASUTION KARUBABA (PERSEMAN)
18. ENGELBERTH SANI (PELITA JAYA)
19. JOHAN YOGA (PERSIB)
20. RISHADI FAUZI (PERSITA)
21. ARIS ALFIANSYAH (PERSELA)
22. TITUS BONAI (PERSIPURA)
23. RISKY NOVRIANSYAH (PERSIJAP)
24. DAVID LALI (PERSIPURA)
25. YONGKI ARIBOWO (AREMA)
...
26. RUBEN WUARBANARAN (dalam proses WNI)

Sepakbola Indonesia Peringkat 126 Dunia

Spanyol masih memimpin daftar peringkat FIFA di bulan pertama tahun 2011. Sementara itu Indonesia naik satu strip ke urutan ke-126. Secara umum tak banyak perubahan terjadi di posisi 30 besar.


Dilansir dari situs resmi FIFA, Rabu (12/1/2011) sore WIB, La Furia Roja ada di peringkat teratas dengan nilai 1887. Spanyol diikuti oleh Belanda dan Jerman di tiga besar. Brasil dan Argentina di posisi 4 dan 5.

Seperti diberitakan Yahoosports, tidak banyak perubahan yang terjadi untuk posisi 30 besar. Perubahan itu hanya Kroasia yang naik ke peringkat sembilan dan Mesir yang turun ke tangga kesepuluh. 

Sementara itu Indonesia ada di peringkat 126 atau naik satu strip dibandingkan peringkat Desember 2010 silam. Total nilai yang dikoleksi oleh Merah Putih adalah 224. 

Poin tambahan yang didapat Indonesia untuk peringkat bulan Januari ini dihitung dari empat laga terakhir di Piala AFF 2010 yakni melawan Filipina di semifinal dan Malaysia di final. 

Dua kali kemenangan 1-0 yang didapat atas Filipina mendapatkan poin masing-masing 127,50. Kekalahan 0-3 dari Malaysia di final leg I mendapat nilai nol. Sementara poin untuk kemenangan 2-1 di final leg II diganjar nilai 142,80. 

Di tingkat Asia, Indonesia ada di peringkat ke-18, di bawah Thailand dan masih di atas Vietnam, Singapura, dan Malaysia. 

Fenomena Pemain Naturalisasi

Pemain berdarah asing kini sedang gencar dijadikan Warga Negara Indonesia (WNI). Dengan demikian pemain bersangkutan bisa membela timnas Indonesia di ajang internasional.

Contoh proses yang kerap dinamai naturalisasi ini sudah dialami oleh Cristian Gonzales dan Kim Jeffrey Kurniawan. Nama itu kemungkinan bakal bertambah dengan James Zaidan Saragih, Andrea Bitar, Stefano Lilipaly, Mark van de Mareel, atau Oliver Rifai.



Mereka merupakan pemain keturunan Indonesia yang tengah menjalani seleksi timnas U-23 yang dipersiapkan untuk Pra Olimpiade 2012.

Pemain naturalisasi ini lagi seksi. Mereka tengah disorot karena ini (naturalisasi) masih baru. Bukan artinya pemain lokal tidak diminati karena nanti pada akhirnya kualitas yang bicara. Kalau pemain lokal lebih bagus ya pasti masyarakat bisa melihatnya."

Naturalisasi merupakan proses yang tidak dihindari dengan adanya proses globalisasi. Para pemain keturunan atau pun sudah pernah tinggal lama di Indonesia punya hak untuk membela timnas.

Masyarakat hanya perlu untuk beradaptasi dengan proses tersebut. Apalagi menjunjung hak yang sama merupakan prinsip dalam olahraga seperti sepakbola.

Prinsip sepakbola itu memberi hak yang sama untuk mereka yang punya asal-usul Indonesia untuk membela Indonesia. Suka tidak suka pemain keturunan itu tidak bisa dicampakkan begitu saja.

Mengapa Stadion Liga Inggris Tidak Berpagar?

Mengapa Stadion Liga Inggris Tidak Berpagar?

Selain dikenal dengan Kick And Rush nya, Liga Inggris dikenal dengan kualitas lapangan nomor wahid. Dan satu lagi, stadion - stadion di Inggris ternyata nggak punya pagar pembatas antara tribun penonton dengan lapangan. Dan yang lebih hebatnya lagi, jarak bangku penonton dengan lapangan gak lebih dari 5 meter. Kenapa bisa begitu? 



Ternyata hal tersebut diberlakukan bukan karena penonton Liga Inggris pada baik dan tertib, tapi karena penonton pada bengal dan brutal. Lhooo..kok bisa? Penonton nya brutal kok ga dikasih pagar pembatas? Ini dia sejarahnya.

Mengapa Stadion Liga Inggris Tidak Berpagar?


Anda pasti sudah tahu dengan kerusuhan yang dilakukan supporter Liverpool di Belgia sewaktu final Liga Champions lawan Juventus. Kerusuhan yang terjadi 29 Mei 1985 yang kemudian dikenal dengan Tragedi Heysel ini memakan korban jiwa 39 orang.

Tragedi tersebut berdampak besar bagi sepakbola Eropa. Ada kesalahan tentu ada sanksi. Soal kerusuhan dan pelanggaran, Eropa paling tegas. UEFA akhirnya melarang Liverpool main di Eropa selama 5 tahun. Dan uniknya, FA (Konfederasi Sepakbola Inggris) malah ikut - ikutan nambahin hukuman.

Dan yang lebih unik, bukan cuma Liverpool, tapi semua klub Inggris nggak boleh main di luar Inggris selama 5 tahun! Dan yang paling unik, ternyata gak ada protes dari klub-klub yang kena sanksi.

“Lho Liverpool yang salah, kok gue kena getahnya?” mungkin begitu celoteh klub-klub Inggris tersebut. Semua pasrah. Ulah fans Liverpool saat itu yang mabuk berat dan berkategori hooligans benar-benar menampar muka sepakbola Inggris. Namun begitu semua klub sepakat introspeksi.



Hukuman FA nggak berhenti di situ. Ada banyak perubahan parameter keamanan lainnya. Yang paling mencolok adalah menghilangkan pagar pembatas tribun penonton dan lapangan serta nggak boleh lagi ada tribun kelas berdiri (tanpa kursi) di seantero Inggris. Di Eropa, cuma Inggris yang nggak menjual tiket tanpa kursi.

FA sempat dikecam oleh publik sepakbola Inggris, bahkan Eropa. Jelas banyak yang sewot karena tiket berdiri harganya murah meriah. Dan hal yang dianggap paling gila adalah menghilangkan pagar pembatas. Ada pagar aja rusuh, apalagi ompong melompong?

Tapi buat FA, kelas suporter berdiri justru pusatnya biang kerok. Jadi, sekarang ini semua stadion di Inggris tanpa pagar dan tidak menjual tiket bernomor kursi. FA memang organisasi berpengalaman. Ide mereka ternyata berhasil.

Hilangnya pagar pembatas justru membuat dewasa suporter Inggris. Karena FA juga mencatat identitas penonton yang masuk stadion. Sekali bikin rusuh, si suporter bakal di-banned masuk stadion di seluruh Inggris untuk beberapa tahun, bahkan selamanya. Di dalam stadion juga nggak boleh terlihat pasukan polisi alias harus menyamar.


Mengapa Stadion Liga Inggris Tidak Berpagar?

Dengan aturan tersebut, bukan berarti sepakbola Liga Inggris 100% aman. Penggemar Setan Merah pasti tidak akan lupa dengan “tendangan kung fu” Eric Cantona kepada suporter Crystal Palace di pinggir lapangan.


Atau The Kop masih ingat dengan insiden masuknya balon ke lapangan yang dilemparkan seorang remaja yang akhirnya membuat liverpool kalah dari Sunderland.

Mengapa Stadion Liga Inggris Tidak Berpagar?

Terlepas dari hal itu, rasanya kita wajib mengacungkan jempol untuk keberanian FA dan sikap dewasa para suporter Liga Inggris yang dulu sering bikin orang resah, sekarang justru relatif lebih santun. Kalau misalkan hal serupa diterapkan di Liga Indoensia, apa ya kira-kira yang akan terjadi?