IMO Memo W6800, Ponsel Android dengan Layar 5 Inci dan Kamera 8MP

IMO mobile kembali menghadirkan sebuah ponsel Android terbarunya dengan layar seluas 5 Inci yang dinamai IMO Memo W6800. Ponsel ini akan berjalan dengan OS Android 2.3 Gingerbread. Seperti HP lokal kebanyakan, IMO Memo W6800 juga akan dibekali dengan kemampuan Dual SIM GSM. Didukung jaringan GSM (900/2100 MHz)/3G WCDMA 2100 & dual On yang dapat aktif secara bersamaan. Spesifikasi lainnya seperti kamera 8MP yang telah dilengkapi LED Flash juga turut dihadirkan dalam ponsel ini.



IMO Memo W6800 juga dilengkapi dengan multimedia yang lengkap, GPS, dan dukungan jaringan GPRS, EDGE, dan HSDPA untuk internetan yang membantu anda untuk menjelajah di Social Media. Konektifitas lainnya yang juga turut dihadirkan adalah Bluetooth, WiFi dan kabel data.

Harga IMO Memo W6800 kurang lebih sebesar Rp.1.799.000.

Spesifikasi IMO Memo W6800:
Jaringan : Dualband GSM (900/1800 MHz) & 3G WCDMA 2100
Layar : TFT HVGA capacitive touchscreen,5 inchi Multitouch
Kamera : Dual kamera 8.0 MP with Autofocus, LED flash
Memori : MicroSD
Konektivitas : Bluetooth, Kabel data, Wi-Fi, kabel audio jack 3.5 mm
Transfer data : GPRS, EDGE, HSDPA
GPS : A-GPS
OS : Android v2.3 Gingerbread
Fitur Lain : Polifonik (MP3), MP3/MP4 player, Radio FM, Video/Audio player, Handsfree, Calendar, SNS Integration
Baterai : Lithium Ion

Smartfren Andro Max dan Andro Tab, Dua Perangkat Android Terbaru dari Smartfren


Setelah sukses meluncurkan ponsel Smartfren Andro dengan OS Android Gingerbread, kini Smartfren kembali meluncurkan dua perangkat Android terbarunya, yakni Smartren Andro Max dan Smartfren Andro Tab. Kedua produk terbaru dari Smartfren ini, telah dilengkapi dengan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich dan teknologi konektivitas CDMA EV-DO Rev A.


Smartfren Andro Max
Secara fisik, tampilan Andro Max serupa dengan Samsung Galaxy Ace. Tampilannya elegan, tidak terlihat seperti ponsel di bawah Rp1 juta. Bagian belakang terasa bergerigi. Ini bisa membuat anda tetap nyaman menggenggam ketika tangan berkeringat.

Handphone Android ini tampil dengan layar berukuran 3.5 inci dengan resolusi 480 x 320 piksel. Melalui pengujian dengan aplikasi Multitouch Test, layar capacitive Andro Max bisa merespon sentuhan hingga ke bagian paling pinggir. Layar ini juga mampu merespon perintah maksimal dari 5 jari.

Di dalamnya, terdapat prosesor single core Qualcomm MSM7625A dengan kecepatan 800 MHz dan RAM sebesar 512 Mb. Terdapat pula GPU Andreno 200 yang digunakan untuk menunjang performa grafis dari smartphone ini.  Smartphone ini dapat merespon dengan cepat. Anda bisa melakukan multitasking dengan mulus pada perangkat ini. Prosesor ARMv7 rev 1 (v71) ini memiliki frekuensi minimal 98,3MHz. Dengan tipe ARMv7, Andro Max dapat mendukung Adobe Flash Player.


Hasil pengujian menggunakan aplikasi Quadrant Benchmark Standard menunjukkan smartphone dengan harga murah ini menempati posisi di bawah Samsung Galaxy Nexus S sebagai perangkat kelas atas dengan total 1.165.

Pengujian menggunakan AnTuTu Benchmark v2.8.2 menunjukkan kemampuan kartu microSD untuk menulis data mencapai 11,5MB per detik. Sementara itu kemampuan kartu SD untuk membaca data mencapai 9,5MB per detik. Kemampuan kartu grafis 2D mendapat nilai 294 dan grafis 3D bernilai 785.


Anda bisa memperoleh handphone Android ini dengan harga Rp 888 ribu. Anda pun akan memperoleh bonus internet volume data 500 MB setiap pengisian pulsa Rp 50 ribu dan berlaku hingga 30 hari.

Spesifikasi Smartfren Andro Max:
CDMA 2000 1x EVDO Rev A 800Mhz
Android 4.0 Ice Cream Sandwich
800 Mhz Qualcomm MSM7625A Processor
GPU Adreno 200
512 MB RAM
3.5inch TFT LED, HVGA (480 x 320)
Capacitive Multitouch Screen
Internal Storage 1GB Nand Flash
Battery Lithium 1200mAh
Wifi Hotspot Capability
Google Apps
Built in GPS
Camera 3Mpix
Bluetooth 2.1 , microUSB up to 32GB
RUIM enabled
Dimension 112.4*60*10.8mm, weight 125 gram
Micro SD 2GB


Smartfren Andro Tab
Tablet Smartfren Andro Tab adalah sebuah tablet Android dengan layar 7 inci dengan resolusi 1024 x 600 piksel, capacitive multitouch screen, baterai lithium 3000MAh, dan dual camera: back 2MP & front 2MP.  Tablet ini mendukung jaringan CDMA 2000 1xEVDO Rev A 800 MHz. Dilengkapi dengan prosesor single core ARM Cortex A8 1 GHz yang didukung RAM sebesar 1 GB.

Untuk harga, tablet ini bisa diperoleh dengan harga Rp 1.488.000, Smartfren memberikan paket bonus 2GB paket data yang berlaku selama 30 hari untuk Smartfren Andro Tab, setiap melakukan isi ulang pulsa minimal Rp 50.000.


Spesifikasi Smartfren Andro Tab
CDMA 2000 1x EVDO Rev A 800Mhz
Android 4.0 Ice Cream Sandwich
1 Ghz Processor (ARM Cotex-A8)
1GB RAM
7 inch TFT LED (1024 x 600)
Capacitive Multitouch Screen
Internal Storage 4GB Nand Flash
Battery Lithium 3000mAh
Google Apps
Built in GPS
Dual Camera: Back 2MP & Front 2MP
WiFi 802.11b/g/n, Bluetooth 2.1 , microUSB up to 32GB, mini HDMI
RUIM enabled
Google Apps, Adobe Flash Player ver10.3
Dimension 199.5*126*10mm


Tags:  android, smartphone, tablet android, ponsel, gadget

Kemristek Siapkan "E-Journal" Hasil Riset Ilmiah

Kementerian Riset dan Teknologi mempersiapkan jurnal elektronik atau "e-journal" untuk memampang berbagai hasil riset ilmiah para ilmuwan dari berbagai institusi riset yang disebut Pustaka Jurnal Ilmiah Indonesia.

"Tahun ini juga kami akan `launching," kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di sela Konferensi "Infrastruktur Informasi Sains dan Teknologi: Digitalisasi, Open Access, dan Interopabilitas" di Goethe Haus Jakarta.

Dengan e-journal, ujarnya, pemaparan hasil riset mudah diakses siapapun, kapan saja dan di mana saja, lebih cepat dan efisien, selain itu harus menggunakan sitem yang "interopability" yang memungkinkan dapat dijalankan di semua sistem informasi berbagai institusi.

Institusi yang akan "link" dengan e-journal ini yakni lembaga-lembaga pemerintah non-kementerian di bawah Kemristek, badan-badan litbang daerah hingga universitas, dengan lebih dulu akan menjalin kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret, Jateng.

"Untuk membuat e-journal ini kami bekerja sama dengan LIPI dengan mengadopsi dan memodifikasi Open Journal System (OJS) Software yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Pada 2011 Kemristek juga telah mendigitalisasi 1.860 makalah ilmiah bersama LIPI," katanya.

Ia berharap, dengan memasukkan semua hasil riset di berbagai institusi riset nasional dan daerah ke dalam bentuk digital, maka penelitian yang dilakukan para ilmuwan tidak akan lagi mengulang-ulang, tumpang-tindih serta akan lebih memiliki sasaran yang lebih jelas.

Menristek juga mengatakan, Kemristek telah bekerja sama dengan LIPI meluncurkan perangkat lunak Library Archive, Analysis System (Laras) atau disebut Pustaka Karya Ilmiah Indonesia yang berisi berbagai literatur ilmiah.

Menteri mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Jerman untuk menerapkan e-journal ini karena negara tersebut dan Eropa pada umumnya sudah berpengalaman mengembangkan infrastruktur informasi yang khusus untuk iptek.

Sementara itu Prof Dr Ilham Habibie menyatakan pentingnya Indonesia membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang dinilainya masih lemah, karena di masa depan seluruh aktivitas akan bersifat digital.

Dalam kesempatan itu, Gusti juga mengeluhkan kecilnya anggaran riset di Indonesia yang hanya sebesar 0,08 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sementara Komite Inovasi Nasional menyarankan anggaran riset sedikitnya satu persen dari PDB.

"Saya berencana mengajukan tambahan anggaran bagi keperluan iptek dan riset ini. Waktu saya di Kementerian Lingkungan Hidup (Menteri LH -red) saya berhasil menaikkan anggarannya menjadi dua kali lipatnya," katanya. (ANTARA)

Bagaimana Cara Benchmark "Menguji" Perangkat Android (GPU / grafik, jaringan, dan kinerja browser)


GPU dan Performa Grafis


GLBenchmark (tersedia di Google Play, gratis)

GLBenchmark memungkinkan anda menjalankan off-layar tes yang menghindari keterbatasan V-Sync layar perangkat. GLBenchmark adalah OpenGL ES 2.x terdiri dari 33 tes yang berbeda yang mengevaluasi kemampuan GPU untuk menangani pencahayaan berbasis tekstur dan pencahayaan langsung, bump , lingkungan dan pemetaan cahaya, bayangan lembut, dan vertex shader berbasis skinning. Selain test suite yang beragam, GLBenchmark menawarkan beberapa "off-screen" tes yang mampu membuat pada resolusi yang sama (1280 by 720), terlepas dari perangkat yang diuji dan meskipun ada keterbatasan V-Sync. Umumnya hasil output benchmark mobile grafis di kanan sekitar 60 frame per detik, karena layar perangkat terkunci untuk 60Hz, yang menampilkan hasil tidak berguna. Untuk menjalankan GLBenchmark, anda harus terlebih dahulu membuat account, setelah itu yang harus anda lakukan adalah membuka aplikasi, klik tombol Performance Tests, pilih tes anda, kemudian klik Start .

An3DBenchXL (tersedia di Google Play market, gratis)

Aplikasi berjalan melalui serangkaian lima tes yang menggunakan teknik rendering yang berbeda dengan berbagai jumlah poligon dan beban kerja untuk mengevaluasi kinerja sebuah GPU, kemudian keluar serangkaian hasil yang dapat anda bandingkan dengan hasil untuk smartphone lainnya, tablet atau bahkan PC anda. Perbandingan seperti ini dimungkinkan karena hasil laporan AN3DBenchXL dari lima tes individu dalam frame per detik (skor keseluruhan dihasilkan juga) sehingga anda dapat melihat peringkat perangkat anda melawan mesin game lainnya. An3DBenchXL lebih mudah untuk digunakan, dengan hanya menjalankan aplikasi dan kemudian tekan layar untuk memulai. Hasilnya akan muncul setelah semua tes telah selesai. Pastikan untuk mengikuti prosedur pembandingan yang diuraikan di atas untuk memastikan kinerja yang optimal.

Network Performance

Ookla Speedtest.net (tersedia di Google Play market, gratis)

Patokan Speedtest.net Ookla yang mengevaluasi kinerja koneksi data perangkat mobile. Ookla Speedtest.net app yang merupakan perpanjangan dari situs Speedtest.net populer, dirancang untuk mengevaluasi kecepatan koneksi internet perangkat mobile. Ini adalah alat yang hebat untuk menggambarkan perbedaan yang mencolok dalam kinerja yang ada antara 3G dan 4G jaringan mobile dan bahkan Wi-Fi. Untuk menggunakan Speedtest.net, jalankan aplikasi, tunggu beberapa saat untuk menentukan lokasi anda dan memilih server yang sesuai, kemudian klik tombol Begin Test. Tes akan mengukur dan melaporkan kecepatan Download anda, Upload, dan waktu Ping dan akan menampilkan grafik real-time yang melacak konsistensi koneksi.

Browser Performance

Rightware BrowserMark (tersedia di situs Rightware)

Seperti namanya, Rightware BrowserMark adalah alat untuk mengukur kinerja rendering browser JavaScript dan HTML. BrowserMark berjalan melalui berbagai animasi dan fungsi JavaScript, pada akhir pengujian akan menampilkan skor akhir yang dapat anda gunakan untuk membandingkan kinerja perangkat yang berbeda. Untuk menjalankan BrowserMark, arahkan browser anda ke http://browsermark.rightware.com/ dan klik tombol Start. Jika anda berencana untuk membandingkan kinerja perangkat yang berbeda, anda harus menggunakan browser yang sama untuk semua pengujian anda. Kinerja sangat bervariasi dari browser ke browser di BrowserMark, yang membuat alat ini menjadi patokan yang baik untuk melihat browser terbaik yang berjalan pada perangkat anda.

SunSpider JavaScript benchmark (tersedia di situs WebKit)

SunSpider merupakan patokan berbasis browser. Tes ini, menguji kinerja fungsi JavaScript yang digunakan secara luas di seluruh Web, tidak termasuk Document Object Model (DOM) dan API browser lainnya. Untuk menjalankan SunSpider, arahkan browser Anda ke www.webkit.org / Perf / SunSpider / sunspider.html kemudian klik link Start SunSpider 0.9.1 now. Situs ini akan melakukan sejumlah tes, dan kemudian akan menampilkan hasil akhir (dan juga nilai tes individu). Pada benchmark SunSpider JavaScript, skor yang lebih rendah menunjukkan kinerja yang lebih baik.

Next: Hasil benchmark
Baca juga:
Bagaimana Cara Benchmark "Menguji" Perangkat Android (bag 1)

Orange San Diego, Smartphone Android dengan Chipset Intel

Orange akhirnya resmi merilis smartphone Android besutan mereka sendiri dengan nama San Diego. Smartphone Android yang menggunakan chipset dari Intel ini akan dijual mulai tangal 6 Juni 2012 dengan harga 199,99 poundsterling atau sekitar $310 di Orange Pay As you Go.


Orange San Diego menjalankan system operasi Android 2,3 Gingerbread dengan layar sentuh 4 inci yang berresolusi 600 X 1024 piksel. Dilengkapi dengan kamera utama 8 megapiksel pada sisi belakang dengan fitur “Brust Mode” untuk membidik hingga 10 foto dalam sekali bidikan, kemampuan untuk merekam video HD 1080p, memori internal hingga 16GB, HDMI out, dukungan untuk HSPA konektifitas A-GPRS, Bluetooth 2.1, 802.11 Wi-Fi b/g/n, micro USB 2.0, headset jack 3.5 mm.

Dilihat dari spesifikasi high-end yang dimilikinya, Smartphone ini sepertinya ditujukan untuk kelas menengah keatas, berbeda dengan ponsel Orange lainnya yang selalu ditujukkan untuk kelas menengah kebawah. Hasil benchmark dari Orange San Diego sendiri berhasil mengalahkan hasil benchmark iPhone 4S dan Samsung Galaxy Nexus.

Spesifikasi Orange San Diego:
- prosesor Intel Atom (Medfield) 1,6GHz
- 1GB RAM
- kamera 8MP
- dukungan untuk HSPA+
- panel display 4,03 inci (resolusi 1024 x 600)
- Android 2.3 Gingerbread dengan beberapa aplikasi khusus Orange
- internal memory 16GB
- Bluetooth 2.1
- HDMI-out

Sharp Pamerkan Panel LCD Dengan Teknologi IGZO

Dalam sebuah acara pameran Society for Information Display yang berlangsung di Boston beberapa waktu yang lalu, Sharp memamerkan teknologi display terbaru yaitu sebuah panel LCD dengan teknologi Indium Gallium Zinc Oxide (IGZO) yang sebelumnya memang sudah lama dikembangkan oleh Sharp.


Sharp mengklaim material yang digunakan pada panel display terbarunya tersebut akan memungkinkan resolusi yang lebih tinggi, konsumsi daya yang rendah, layar sentuh yang lebih responsif, serta bezel yang lebih tipis jika digunakan pada Smartphone.

Ukuran layar yang tersedia untuk smartphone dan tablet dari prototipe pertama mencakup layar 4.9 inchi dengan resolusi 720 x 1280 piksel dan 6.1 inchi dengan resolusi 2560 x 1600 piksel. Sharp menjadwalkan akan mulai menggunakan panel display terbarunya pada tahun ini.

Bagaimana Cara Benchmark "Menguji" Perangkat Android

Seberapa powerful ponsel anda?  Pertanyaannya akan menjadi masuk akal satu dekade lalu, tapi saat kita semakin tergantung pada smartphone dan tablet untuk beberapa kebutuhan komputasi kita sehari-hari, lebih memperhatikan kinerja merupakan hal yang masuk akal. Sampai saat ini, memilih smartphone mengutamakan masalah selera estetika dan preferensi OS. Namun, sebagian besar perangkat yang tersedia memprioritaskan layar dan menggunakan display yang serupa atau candy-bar. Akibatnya, kinerja menjadi pembeda yang jauh lebih menonjol.

Sayangnya, banyak pemilik ponsel yang jatuh ke dalam perangkap yang sama yang dilakukan konsumen PC desktop tahun lalu: Mereka melihat daftar spesifikasi, melihat bahwa prosesor smartphone clock yang lebih tinggi atau memiliki core lebih, dan menganggap bahwa perangkat tersebut lebih cepat dari perangkat lain dengan spesifikasi yang lebih rendah. Seolah-olah mitos MHz tahun 1990-an kembali membingungkan pembeli dalam segmen pasar yang sama sekali baru.

SoC standar (sistem pada chip) powering salah satu perangkat mobile saat ini, memang maju dengan pesat. Sebuah perangkat yang dihasilkan hanya beberapa bulan lalu mungkin memiliki nomor yang sama, core prosesor dan clock pada frekuensi yang sama sebagai perangkat merek baru, tetapi arsitektur yang mendasarinya mungkin jauh kurang efisien. Selain itu, SOCS dua perangkat dapat dilengkapi dengan GPU yang berbeda, jumlah yang berbeda dari memori, dan versi yang berbeda dari OS mobile. Karena variabel-variabel tersembunyi, vendor tidak mengungkapkan keseluruhan daftar spesifikasi. Seperti yang terjadi dengan PC desktop dan laptop, membangun kinerja relatif dari perangkat mobile membutuhkan pengujian.

Memulai
Karena ekosistem Android jauh lebih beragam daripada mobile OS lain, di sini kita akan fokus pada pengujian perangkat berbasis Android. Sejumlah tes yang akan dilakukan mencakup cross-platform atau dijalankan dalam browser Web, yang berarti akan bekerja pada perangkat telepon berbasis IOS atau Windows atau bahkan pada desktop dan notebook juga.

Dalam mengevaluasi kinerja sebuah smartphone berbasis Android atau tablet (atau smartphone dan tablet modern lainnya), yang terbaik untuk berpikir bahwa perangkat tersebut sebagai PC kecil. Bila melakukan pembandingan PC desktop, maka kita tidak menyatakan sistem yang lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain setelah menjalankan tes tunggal yang menekankan pada komponen tertentu. Sebaliknya, jika menjalankan sejumlah tes yang berbeda untuk mengukur seberapa baik berbagai komponen individu bekerja, maka kita mempertimbangkan hasil, dan akhirnya akan mencapai penilaian tentang kinerja secara keseluruhan. Pendekatan yang sama cocok untuk perangkat berbasis Android.

Sejumlah alat patokan yang tersedia online di  Google Play market untuk kinerja pengujian perangkat. Kita akan membahas beberapa alat gratis di sini, tapi banyak alat benchmarking lainnya tersedia juga. Beberapa (seperti Vellamo dari Qualcomm) yang ditawarkan oleh produsen perangkat keras, yang lainnya diciptakan oleh pelajar. Sebaiknya gunakan alat yang telah dirancang pembuat untuk menunjukkan kapasitas dan kemauan update masalah. Bagaimanapun, anda harus menyesuaikan benchmark suite anda dengan kebiasaan penggunaan unik anda. Jika browsing Web adalah prioritas tertinggi anda, gunakan aplikasi  tes browser dan kinerja JavaScript. Jika anda menghabiskan sebagian besar waktu anda pada perangkat mobile untuk bermain game, pastikan untuk menjalankan tes grafis / GPU.

Prosedur Benchmarking
Seperti pengujian kinerja PC, ada beberapa prosedur standar ketika menjalankan tes benchmark pada perangkat berbasis Android. Aplikasi atau utilitas yang berjalan di latar belakang pada perangkat berbasis Android dapat mengganggu tolok ukur sumber daya sistem, sehingga nilai tidak konsisten atau menyesatkan dan tidak akurat dari kinerja sebenarnya. Untuk menghilangkan variabel ini, tentu saja jalan terbaik adalah menutup aplikasi latar belakang tersebut. Banyak perangkat berbasis Android termasuk built-in Task Managers yang akan mematikan aplikasi latar belakang yang tidak perlu, sehingga membebaskan memori dan sumber daya prosesor. Restart perangkat, tunggu beberapa menit untuk memastikan bahwa semuanya telah dimuat secara lengkap dan kemudian gunakan task manager untuk menonaktifkan aplikasi yang tidak dibutuhkan dan memaksimalkan memori yang tersedia. Tunggu beberapa saat, dan kemudian mulai tes.

Prosesor, Memori, Penyimpanan, dan keseluruhan Pengujian Kinerja
Linpack untuk Android (tersedia di Google Play, gratis)

Linpack untuk Android mengukur kecepatan komputasi CPU. Linpack merupakan patokan cepat dan mudah dijalankan yang mengukur seberapa cepat perangkat Android dapat memecahkan persamaan linear. Linpack adalah murni patokan CPU, dan dapat berjalan baik dalam modus single-thread (untuk menilai kinerja dari inti CPU tunggal) atau mode multithread (untuk semua core pemrosesan yang tersedia pada perangkat). Untuk mulai menjalankan tes, anda cukup menjalankan aplikasi, memilih tes tunggal atau multithread, kemudian klik tombol yang sesuai dalam menu utama.

AnTuTu System benchmark (tersedia di Google play market, gratis)
AnTuTu System Benchmark adalah all-in-one benchmark yang dirancang untuk menjalankan tes pada CPU perangkat anda, GPU, memori, dan penyimpanan. Benchmark CPU mengevaluasi baik integer dan floating-point kinerja. Tes GPU menilai kinerja 2D dan 3D. Tes memori mengukur bandwidth memori yang tersedia dan latency. Dan tes penyimpanan mengukur kecepatan membaca dan menulis memori flash perangkat. Untuk menjalankan AnTuTu, geser ke Test tab, pilih tes yang ingin anda jalankan, dan kemudian klik tombol Start. Jika tes telah selesai, hasilnya akan muncul pada tab Skor.

CF-Bench (tersedia di Google Play market, gratis)
CF-Bench merupakan patokan all-in-one, yang diciptakan oleh pengembang Android Chainfire (CF). Chainfire awalnya dibuat untuk digunakan sendiri, tapi beberapa tahun lalu ia merilis ke publik. CF-Bench adalah patokan CPU, memori, dan alat penyimpanan yang dapat mengeksploitasi sumber daya komputasi tambahan multicore SOCS, dan menghasilkan hasil konsisten, skor berulang, saat uji coba performa dan dikelola kode Java. Untuk menjalankan CF-Bench, klik tombol Full benchmark . Hasilnya akan muncul di bagian bawah layar, bersama perbandingan dengan perangkat populer lainnya.

Next: Bagaimana Cara benchmark "Menguji" Perangkat Android (GPU / grafik, jaringan, dan kinerja browser)