Salah satu media penyebaran virus lokal yang cukup populer adalah melalui Flash Disk, dengan memenfaatkan fungsi Autorun. Oleh karena itu salah satu pencegahan yang dapat anda lakukan adalah dengan men-disable fungsi autorun tersebut. Berikut dijelaskan beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk men-disable fungsi autorun pada Windows.
Cara Pertama:
Ini adalah cara termudah yang dapat anda lakukan, yang perlu anda lakukan hanyalah menekan tombol [Shift] selama 10 detik saat anda mencolokkan Flash Disk ke port USB di komputer anda.
Cara Kedua:
Cara ini hanya dapat dilakukan pada Windows XP/2000 Profesional Edition, karena akan menggunakan tools yang telah tersedia, yaitu: gpedit.msc. Caranya adalah sebagai berikut
1. Jalankan gpedit.msc dengan cara klik [start] > [Run…] kemudian ketikkan gpedit.msc
2. Pada jendela Group Policy yang terbuka, pilih menu Computer Configuration > Administrative Templates > System > Turn off Autoplay
3. Kemudian pilih [Enabled] dan [All drives] pada Turn off Autoplay on:
4. Terakhir klik [OK]
Catatan: Cara ini sebenarnya men-disable fungsi autorun pada semua drive, baik Flash Disk, Floopy Disk, maupun CD/DVD Rom.
Cara Ketiga:
Cara ketiga adalah dengan menempatkan terlebih dahulu file Autorun.inf di Flash Disk anda sebelum virus melakukannya. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
1. Bukalan teks editor Notepad, lalu ketikkan nama icon dan label yang akan anda gunakan untuk Flash Disk anda, Gambar icon tentu saja harus sudah berada di Flash Disk anda, contohnya adalah sebagai berikut:
[autorun]
icon=bloger.ico
label=BLOGGER
2. Kemudian simpan file tersebut dengan nama Autorun.inf jangan lupa pilih All Files pada bagian [Save as type:] dan tentu saja letakkan file tersebut pada Flash Disk anda.
3. Kemudian klik kanan pada file Autorun.inf tersebut, lalu pilih menu Properties, dan beri tanda centang pada menu [Read-only], [Hidden] dan [Archive] di bagian Attributes: lalu tekan [OK].
Catatan: Jika suatu saat virus akan menempatkan file Autorun.inf di Flash Disk anda, maka akan muncul jendela peringatan bahwa file Autorun.inf akan ditimpah (replace), pilih saja [No].
Home » All posts
Mengubah Warna Tampilan Command Prompt
Bosan dengan tampilan warna standar dari command prompt, tidak ada salahya anda mengganti warnanya sesuai dengan keinginan dan kenyamanan anda, berikut adalah caranya:
1. Buka Command Prompt dengan cara pilih Start > All Programs > Accessories > Command Prompt.
2. Lalu pada jendela Command Prompt, klik kanan pada Title Bar, lalu pilih Properties pada menu yang muncul.
3. Pilih tab Color pada jendela Properties yang terbuka.
4. Atur warna Screen Text, Screen Background sesuai dengan keinginan anda.
Cara lain mengubah warna tampilan dari command prompt adalah dengan menjalankan perintah di command prompt, caranya adalah sebagai berikut.
1. Ketikan color /? di command prompt terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan dan referensi warna yang dapat anda gunakan
2. Berdasarakan dari petunjuk yang muncul, kita dapat mengetikan perintah color –, dengan nilai pertama sebagai background (latar belakang) dan nilai kedua sebagai foreground (latar depan). Misalkan anda mengetikkan perintah color 16, berarti anda memilih warna biru sebagai background dan warna kuning sebagai foreground.
3. Adapun nilai warna yang dapat dipilih adalah sebagai berikut:
0 = Black 8 = Gray
1 = Blue 9 = Light Blue
2 = Green A = Light Green
3 = Aqua B = Light Aqua
4 = Red C = Light Red
5 = Purple D = Light Purple
6 = Yellow E = Light Yellow
7 = White F = Bright White
4. Untuk kembali ke setting warna tampilan standar anda cukup mengetikkan perintah color.
Kini anda dapat mengatur warna tampilan command prompt sesuai dengan keinginan dan yang menurut anda lebih nyaman bagi mata.
1. Buka Command Prompt dengan cara pilih Start > All Programs > Accessories > Command Prompt.
2. Lalu pada jendela Command Prompt, klik kanan pada Title Bar, lalu pilih Properties pada menu yang muncul.
3. Pilih tab Color pada jendela Properties yang terbuka.
4. Atur warna Screen Text, Screen Background sesuai dengan keinginan anda.
Cara lain mengubah warna tampilan dari command prompt adalah dengan menjalankan perintah di command prompt, caranya adalah sebagai berikut.
1. Ketikan color /? di command prompt terlebih dahulu untuk mendapatkan penjelasan dan referensi warna yang dapat anda gunakan
2. Berdasarakan dari petunjuk yang muncul, kita dapat mengetikan perintah color –, dengan nilai pertama sebagai background (latar belakang) dan nilai kedua sebagai foreground (latar depan). Misalkan anda mengetikkan perintah color 16, berarti anda memilih warna biru sebagai background dan warna kuning sebagai foreground.
3. Adapun nilai warna yang dapat dipilih adalah sebagai berikut:
0 = Black 8 = Gray
1 = Blue 9 = Light Blue
2 = Green A = Light Green
3 = Aqua B = Light Aqua
4 = Red C = Light Red
5 = Purple D = Light Purple
6 = Yellow E = Light Yellow
7 = White F = Bright White
4. Untuk kembali ke setting warna tampilan standar anda cukup mengetikkan perintah color.
Kini anda dapat mengatur warna tampilan command prompt sesuai dengan keinginan dan yang menurut anda lebih nyaman bagi mata.
Memunculkan ekstensi file di Windows Explorer
Ekstensi file adalah 3 huruf setelah tanda titik dibelakang nama file yang menandakan file tersebut file apa, misalkan file aplikasi akan berekstensi .exe, file teks .txt, file Ms Word .doc, dan lain-lain. Dengan melihat ekstensi file ini biasanya akan lebih memudahkan kita untuk mengidentifikasi suatu file.
Secara default, ekstensi file ini tidak muncul di belakang nama file jika anda membuka Windows Explorer. Untuk dapat memunculkan ekstensi file di Windows Explorer, caranya adalah sebagai berikut:
1. Di jendela Windows Explorer, pilih menu Tools > Folder Options
2. Di jendela yang muncul pilih tab View, lalu hilangkan tanda ceklist di menu [Hide extensions for known file types] di bagian Advanced settings
3. Kemudian tekan tombol [OK]
4. Lihat hasilnya di Windows Explorer, kini ekstensi file telah muncul.
Secara default, ekstensi file ini tidak muncul di belakang nama file jika anda membuka Windows Explorer. Untuk dapat memunculkan ekstensi file di Windows Explorer, caranya adalah sebagai berikut:
1. Di jendela Windows Explorer, pilih menu Tools > Folder Options
2. Di jendela yang muncul pilih tab View, lalu hilangkan tanda ceklist di menu [Hide extensions for known file types] di bagian Advanced settings
3. Kemudian tekan tombol [OK]
4. Lihat hasilnya di Windows Explorer, kini ekstensi file telah muncul.
Memunculkan Garis Bantu Pembatas di Ms Word
Saat melakukan proses pengetikan di Ms Word, untuk memudahkan proses pengaturan layout biasanya digunakan Garis Bantu Pembatas halaman yang di dalam Ms Word disebut dengan Text boundaries. Secara default, Text boundaries tidak dimunculkan di Ms Word, berikut dibahas cara untuk memunculkannya.
1. Pilih menu Tools > Options… di Ms Word
2. Di jendela Options yang muncul, pilih tab View
3. Beri tanda ceklist di menu Text boundaries di bagian Print and Web Layout options
4. Lalu tekan tombol [OK] untuk mengakhiri.
Selamat mencoba.
1. Pilih menu Tools > Options… di Ms Word
2. Di jendela Options yang muncul, pilih tab View
3. Beri tanda ceklist di menu Text boundaries di bagian Print and Web Layout options
4. Lalu tekan tombol [OK] untuk mengakhiri.
Selamat mencoba.
Standar SATUAN PANJANG 1 METER
1 kaki = panjang satu kaki seorang laki-laki. Bagaimana menentukan panjang 1 meter?
Konstitusi Amerika memberi kekuasaan pada Kongres untuk menyeragamkan satuan-satuan baku berat dan ukuran-ukuran lain. Dahulu, hampir tidak ada keseragaman di antara koloni-koloni Inggris yang berbeda di Amerika atau bahkan di negara-negara berbeda di Eropa dan Asia. Contohnya, Raja Henry I secara pribadi menggunakan hidung dan jempolnya untuk menetapkan standar satuan panjang yang disebut 1 yard, namun negara lain tidak menggunakannya. Bangsa-bangsa Asia pasti penasaran, apakah ukuran 1 kaki memang benar-benar sama dengan panjang kaki manusia.
Kebanyakan keributan dalam penyeragaman sistem pengukuran berawal di Perancis. Pada 1790, selama Revolusi Perancis, badan legislatif Perancis meminta lembaga ilmu pengetahuan Perancis menyediakan standar yang sama untuk berat dan ukuran-ukuran lain. Sebuah panitia khusus dengan cepat menanggapi, mendesak agar lembaga tersebut menerima sistem desimal sebagai solusi yang paling sederhana sekaligus paling enak diterapkan. Sebuah panitia khusus berikutnya mengusulkan agar ukuran dasar untuk panjang dalam sistem tersebut harus merupakan bagian dari keliling Bumi: satuan yang setara dengan 1/10juta panjang sebuah kuadran meridian Bumi (atau dengan kata lain, 1/10juta sebuah busur yang membentang antara khatulistiwa dan kutub utara).
Satuan ini belakangan diberi nama mètre, dari kata Yunani metron yang berarti “ukuran”. Meter menjadi landasan untuk ukuran-ukuran lain.
Satuan massa dahulu diturunkand dari kubus yang dibuat menggunakan bagian dari satuan panjang ini kemudian diisi dengan air (dengan demikian gram menjadi massa 1 cm kubik air pada temperatur ketika kecepatannya maksimum). Teknik yang sama juga digunakan untuk membakukan ukuran kapasitas. Dengan cara ini, standar panjang, massa, dan kapasitas, semuanya diturunkan dari ukuran tunggal, yang sampai kapanpun dapat dibuat kembali karena sifatnya yang alami, saling berhubungan dengan tepat, dan menggunakan sistem desimal agar nyaman digunakan.
Sistem metrik pada awalnya tidak sampai keluar dari Perancis, namun karena kekakuannya dan kebakuannya, sistem ini diminati oleh kalangan ilmuwan dan insinyur di seluruh dunia. Kemajuan dalam bidang alat ukur yang presisi membuat definisi awal untuk meter terlalu merepotkan. “Treaty of the Meter”, kesepakatan pada 1875, menetapkan mekanisme untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem metrik, dan 17 negara bergabung dalam kesepakatan itu. Sejak 1893, meter telah didefinisikan sebagai panjang lintasan yang dilalui oleh cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu 1/229.792.458 detik (dengan kata lain, kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah 229.792.458 per detik). Karena kecepatan cahaya hampir mustahil berubah dalam waktu dekat, ilmuwan yakin bahwa meter sebagai standar pengukuran akan berumur panjang.
Konstitusi Amerika memberi kekuasaan pada Kongres untuk menyeragamkan satuan-satuan baku berat dan ukuran-ukuran lain. Dahulu, hampir tidak ada keseragaman di antara koloni-koloni Inggris yang berbeda di Amerika atau bahkan di negara-negara berbeda di Eropa dan Asia. Contohnya, Raja Henry I secara pribadi menggunakan hidung dan jempolnya untuk menetapkan standar satuan panjang yang disebut 1 yard, namun negara lain tidak menggunakannya. Bangsa-bangsa Asia pasti penasaran, apakah ukuran 1 kaki memang benar-benar sama dengan panjang kaki manusia.
Kebanyakan keributan dalam penyeragaman sistem pengukuran berawal di Perancis. Pada 1790, selama Revolusi Perancis, badan legislatif Perancis meminta lembaga ilmu pengetahuan Perancis menyediakan standar yang sama untuk berat dan ukuran-ukuran lain. Sebuah panitia khusus dengan cepat menanggapi, mendesak agar lembaga tersebut menerima sistem desimal sebagai solusi yang paling sederhana sekaligus paling enak diterapkan. Sebuah panitia khusus berikutnya mengusulkan agar ukuran dasar untuk panjang dalam sistem tersebut harus merupakan bagian dari keliling Bumi: satuan yang setara dengan 1/10juta panjang sebuah kuadran meridian Bumi (atau dengan kata lain, 1/10juta sebuah busur yang membentang antara khatulistiwa dan kutub utara).
Satuan ini belakangan diberi nama mètre, dari kata Yunani metron yang berarti “ukuran”. Meter menjadi landasan untuk ukuran-ukuran lain.
Satuan massa dahulu diturunkand dari kubus yang dibuat menggunakan bagian dari satuan panjang ini kemudian diisi dengan air (dengan demikian gram menjadi massa 1 cm kubik air pada temperatur ketika kecepatannya maksimum). Teknik yang sama juga digunakan untuk membakukan ukuran kapasitas. Dengan cara ini, standar panjang, massa, dan kapasitas, semuanya diturunkan dari ukuran tunggal, yang sampai kapanpun dapat dibuat kembali karena sifatnya yang alami, saling berhubungan dengan tepat, dan menggunakan sistem desimal agar nyaman digunakan.
Sistem metrik pada awalnya tidak sampai keluar dari Perancis, namun karena kekakuannya dan kebakuannya, sistem ini diminati oleh kalangan ilmuwan dan insinyur di seluruh dunia. Kemajuan dalam bidang alat ukur yang presisi membuat definisi awal untuk meter terlalu merepotkan. “Treaty of the Meter”, kesepakatan pada 1875, menetapkan mekanisme untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem metrik, dan 17 negara bergabung dalam kesepakatan itu. Sejak 1893, meter telah didefinisikan sebagai panjang lintasan yang dilalui oleh cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu 1/229.792.458 detik (dengan kata lain, kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah 229.792.458 per detik). Karena kecepatan cahaya hampir mustahil berubah dalam waktu dekat, ilmuwan yakin bahwa meter sebagai standar pengukuran akan berumur panjang.
Al-Battani
Abu Abdullah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sin’an Al-Battanial-Harrani, di Barat dikenal sebagai Al-Bategnius. Ia seorang ahli astronomi dan ilmu hisab, Al-Battani memiliki posisi penting sebagai ahli astronomi terunggul pada zamannya dan juga pada zaman pertengahan. Al-Battani lahir di Harran sekitar tahun 858M, nama daerah yang oleh orang-orang Roma disebut juga Carrhae kini wilayah Turki. Harran berada di atas sungai Balikh, 38 km di sebelah tenggara Urfa.
Al-Battani awalnya hidup dikalangan komunitas Sekte Sabian, suatu sekte pemuja bintang yang religious dari Harran. Orang-orang sabian mempunyai motivasi yang kuat untuk mempelajari ilmu perbintangan. Mereka banyak menghasilkan para ahlimatematika dan ahli falak terkemuka seperti Thabit ibn Qurra. Namun Al-Battani bukan seorang sabian, dari nama yang melekat pada dirinya menunjukkan bahwa ia seorang muslim.
Ditilik dari latar belakang keluarganya, Al-Battani memiliki keturunan darah ilmuwan. Ayahandanya yang bernama Jabir ibn Sin’an juga seorang pakar sains terkenal. Sang ayah telah mengarahkan Al-Battani untuk menekuni dunia pengetahuan sejak kecil. Menginjak remaja ia berhijrah ke Raqqa yang terletak di pinggir Euprates, untuk menekuni bidang sains.
Pada penghujung abad ke-9, Al-Battani hijrah ke Samara, dan bekerja disana hingga ia meninggal dunia pada 929M. Sejak tahun 877 sampai 929M,Al-Battani telah membuat banyak kajian dan pelajaran dalam bidang astronomi hingga berhasil menemukan berbagai karya ilmiah.
Al-Battani melakukan pengamatan astronomi yang akurat di Antioch dan Ar-Raqqah di Syria, sebuah kota yang makmur pada masa Harun Al-Rashid. Di kota ini Al-Battani banyak membuat pengamatan.
Al-Battani membuat pembetulan pada kajian Ptolemy dan mengubah perkiraan orbit bulan serta beberapa planet. Ia membuktikan kemungkinan annular gerhana matahari dan menyatakan dengan yakin dan tepa tentang kecondongan musim serta ukuran pertengahan orbit eliptik, jarak jangka panjang masa setahun di tropika dan musimnya, juga ukuran dan pertengahan orbit matahari.
Pengamatan Al-Battani terhadap gerak matahari dan bulan dalam setahun yaitu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Pengamatan brilian ini masih digunakan sampai detik ini. Bahkan hitungannya terhadap jarak matahari dengan bumi berselisih sedikit sekali dengan hitungan ilmuwan modern saat ini yang telah ditunjang berbagai peralatan canggih. Al-Battani menemukan antara garis bujur matahari dan jaraknya dengan bumi brtambah sebanyak 16° 47’ dari perkiraan Ptolemy. Perbandingan mencolok antara Ptolemy dan Al-Battani, ia membuktikan variasi garis pusat matahari dan kemungkinan annular gerhana.
Al-Battani mengamati awal orbit bulan dan planet-planet serta menyiapkan teori baru untuk menetapkan keadaan terang di bulan.
Dunthome, pada tahun 1749, menggunakan kajian ulung Al-Battani mengenai bulan dan gerhana solar untuk memastikan kecepatan pergerakan bulan. Al-Battani banyak membuat penetapan kajian astronomi yang tepat. Al-Battani juga menyiapkan penyelesaian asli untuk masalah dalam bulatan trigonometri (ukur segitiga) menggunakan anjuran system ejaan yang teratur. Sebagai contoh ia member rumusan trigonometri penting untuk segitiga siku-siku yang benar yaitu: b sin (A) = sin (90₀ - A).
Kemashuran Al-Battani adalah dalam bidang ilmu hisab dengan menggunaakan nisbah trigonometri seperti yang kita gunakan hari ini. Ia orang pertama yang menggantikan ‘Greek chords by Sines’ ia juga memajukan konsep contangent dan melengkapi daftarnya dengan ukuran darjah.
Joseph Hell mencatat bahwa “Domain trigonometri dalam teori sine, cosine dan tangent berasal dari Arab. Zaman keunggulan Peurbach dari Regiomontanus, Copernikus, tidak dapat dikenang tampa mengimbas kembali tentang kepentingan dan usaha persiapan oleh ahli hisab Arab”.
Al-Battani banyak menulis buku-buku astronomi dan trigonometri. Bukunya yang terkenal ialah mengenai astronomi dalam daftar yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12, bertajuk De Scienta Stellarum – De Numeris Stellarum et Motibus. Bab ke-13 dalam bukunya mengenai astronomi bertumpu pada trigonometri. Tetapi sangat disayangkan, dunia Islam tidak mempunyai dokumen asli buku monumental ini. Terjemahan lama buku ini terdapat di Vatikan.
Satu lagi bukunya, Al-Zij, terdapat di C.A Nullino di Roma pada 1899. Karangannya yang mendalam dalam astronomi begitu berpengaruh di Eropa hingga ke zaman pembaruan, dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Beer dan Madler juga menyebut mengenai sifat pemukaan bulan dalam hasil kerja mereka yang terkenal yaitu Der Mond (1837), setelah Al-Battani (Albategnius). Der Mond adalah batu datar sepanjang 80 km dari garis pusat dalam seksyen 1, dikelilingi gunung-gunung yang berukuran tinggi 10-14 kaki, beberapa kawah gunung berapi dan lubang berbentuk piring.
Penemuan asli Al-Battani dalam bidang astronomi dan trigonometri memberi kesan yang amat mendalam dalam perkembangan sains, terutama sekali pada zaman pertengahan. Dalam bukunya ‘De Revolutionibus Orbium Clestium’, Copernicus menyatakan penghargaannya pada Battani.
Masih banyak sosok ilmuwan muslim lainnya sekaliber Al-Battani yang belum banyak diketahui generasi Islam saat ini. Umumnya, dunia ilmu pengetahuan lebih mengenal ilmuwan Eropa daripada ilmuwan muslim. Padahal fakta sejarah menunjukkan, dunia barat banyak mengadopsi karya ilmuwan muslim. Karya Al-Battani yang monumental hanyalah satu contoh diantaranya.
Al-Battani awalnya hidup dikalangan komunitas Sekte Sabian, suatu sekte pemuja bintang yang religious dari Harran. Orang-orang sabian mempunyai motivasi yang kuat untuk mempelajari ilmu perbintangan. Mereka banyak menghasilkan para ahlimatematika dan ahli falak terkemuka seperti Thabit ibn Qurra. Namun Al-Battani bukan seorang sabian, dari nama yang melekat pada dirinya menunjukkan bahwa ia seorang muslim.
Ditilik dari latar belakang keluarganya, Al-Battani memiliki keturunan darah ilmuwan. Ayahandanya yang bernama Jabir ibn Sin’an juga seorang pakar sains terkenal. Sang ayah telah mengarahkan Al-Battani untuk menekuni dunia pengetahuan sejak kecil. Menginjak remaja ia berhijrah ke Raqqa yang terletak di pinggir Euprates, untuk menekuni bidang sains.
Pada penghujung abad ke-9, Al-Battani hijrah ke Samara, dan bekerja disana hingga ia meninggal dunia pada 929M. Sejak tahun 877 sampai 929M,Al-Battani telah membuat banyak kajian dan pelajaran dalam bidang astronomi hingga berhasil menemukan berbagai karya ilmiah.
Al-Battani melakukan pengamatan astronomi yang akurat di Antioch dan Ar-Raqqah di Syria, sebuah kota yang makmur pada masa Harun Al-Rashid. Di kota ini Al-Battani banyak membuat pengamatan.
Al-Battani membuat pembetulan pada kajian Ptolemy dan mengubah perkiraan orbit bulan serta beberapa planet. Ia membuktikan kemungkinan annular gerhana matahari dan menyatakan dengan yakin dan tepa tentang kecondongan musim serta ukuran pertengahan orbit eliptik, jarak jangka panjang masa setahun di tropika dan musimnya, juga ukuran dan pertengahan orbit matahari.
Pengamatan Al-Battani terhadap gerak matahari dan bulan dalam setahun yaitu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Pengamatan brilian ini masih digunakan sampai detik ini. Bahkan hitungannya terhadap jarak matahari dengan bumi berselisih sedikit sekali dengan hitungan ilmuwan modern saat ini yang telah ditunjang berbagai peralatan canggih. Al-Battani menemukan antara garis bujur matahari dan jaraknya dengan bumi brtambah sebanyak 16° 47’ dari perkiraan Ptolemy. Perbandingan mencolok antara Ptolemy dan Al-Battani, ia membuktikan variasi garis pusat matahari dan kemungkinan annular gerhana.
Al-Battani mengamati awal orbit bulan dan planet-planet serta menyiapkan teori baru untuk menetapkan keadaan terang di bulan.
Dunthome, pada tahun 1749, menggunakan kajian ulung Al-Battani mengenai bulan dan gerhana solar untuk memastikan kecepatan pergerakan bulan. Al-Battani banyak membuat penetapan kajian astronomi yang tepat. Al-Battani juga menyiapkan penyelesaian asli untuk masalah dalam bulatan trigonometri (ukur segitiga) menggunakan anjuran system ejaan yang teratur. Sebagai contoh ia member rumusan trigonometri penting untuk segitiga siku-siku yang benar yaitu: b sin (A) = sin (90₀ - A).
Kemashuran Al-Battani adalah dalam bidang ilmu hisab dengan menggunaakan nisbah trigonometri seperti yang kita gunakan hari ini. Ia orang pertama yang menggantikan ‘Greek chords by Sines’ ia juga memajukan konsep contangent dan melengkapi daftarnya dengan ukuran darjah.
Joseph Hell mencatat bahwa “Domain trigonometri dalam teori sine, cosine dan tangent berasal dari Arab. Zaman keunggulan Peurbach dari Regiomontanus, Copernikus, tidak dapat dikenang tampa mengimbas kembali tentang kepentingan dan usaha persiapan oleh ahli hisab Arab”.
Al-Battani banyak menulis buku-buku astronomi dan trigonometri. Bukunya yang terkenal ialah mengenai astronomi dalam daftar yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12, bertajuk De Scienta Stellarum – De Numeris Stellarum et Motibus. Bab ke-13 dalam bukunya mengenai astronomi bertumpu pada trigonometri. Tetapi sangat disayangkan, dunia Islam tidak mempunyai dokumen asli buku monumental ini. Terjemahan lama buku ini terdapat di Vatikan.
Satu lagi bukunya, Al-Zij, terdapat di C.A Nullino di Roma pada 1899. Karangannya yang mendalam dalam astronomi begitu berpengaruh di Eropa hingga ke zaman pembaruan, dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Beer dan Madler juga menyebut mengenai sifat pemukaan bulan dalam hasil kerja mereka yang terkenal yaitu Der Mond (1837), setelah Al-Battani (Albategnius). Der Mond adalah batu datar sepanjang 80 km dari garis pusat dalam seksyen 1, dikelilingi gunung-gunung yang berukuran tinggi 10-14 kaki, beberapa kawah gunung berapi dan lubang berbentuk piring.
Penemuan asli Al-Battani dalam bidang astronomi dan trigonometri memberi kesan yang amat mendalam dalam perkembangan sains, terutama sekali pada zaman pertengahan. Dalam bukunya ‘De Revolutionibus Orbium Clestium’, Copernicus menyatakan penghargaannya pada Battani.
Masih banyak sosok ilmuwan muslim lainnya sekaliber Al-Battani yang belum banyak diketahui generasi Islam saat ini. Umumnya, dunia ilmu pengetahuan lebih mengenal ilmuwan Eropa daripada ilmuwan muslim. Padahal fakta sejarah menunjukkan, dunia barat banyak mengadopsi karya ilmuwan muslim. Karya Al-Battani yang monumental hanyalah satu contoh diantaranya.
Arsitektur 64 Bit
Kemampuan komputer modern saat ini tidak didukung oleh arsitektur 32 bit. Oleh karena itu kini saatnya beralih ke arsitektur 64 bit.
Sebenarnya apasih yang dimaksud dengan 64 bit? Dengan struktur CPU ini, 64 bit dapat memproses lebih banyak data per siklus kerja. Aplikasi tertentu juga berjalan lebih cepat dengan data troughput yang lebih baik. Selain itu, sistem ini juga mendukung kapassitas RAM yang hampir tidak terbatas sehingga dapat dipergunakan oleh program secara penuh. Bila RAM cukup, software tidak perlu lagi menyimpan data pada hard disk yang tergolong lambat. Kinerja ini langsung terasa bila menjalankan aplikasi multimedia karena aplikasi ini umumnya cepat menghabiskan RAM sebesar 4 GB atau bahkan lebih. Agar sistem 64 bit berjalan cepat, Anda pun harus menggunakan software dan hardware yang mendukung.
Bila Anda pernah beralih ke Windows XP 64 bit, mungkin kenangan buruk tersebut masih terkenang kuat. Sistem 64 bit pertama dari Microsoft dengan nama Windows XP Professional x64 Edition ini sangat mengecewakan. Tidak ada aplikasi yang sesuai dan driver untuk perangkat tidak kompatibel. Para pengembang software sudah melakukan lompatan jauh sejak pengenalan Vista dan dengan Windows 7, tiba saat yang tepat untuk keluar dari masalah penurunan performa pada 32-bit.
Perangkat untuk 64 bit ini pun sudah tersedia sejak lama. Prosesor 64-bit pertama untuk pengguna pribadi sudah ditawarkan oleh AMD sejak 2003 dengan nama Athlon 64-bit dan chipset Opteron. Tidak lama kemudian kehadirannya disusul oleh Intel. Sejak saat itu, banyak hal yang dilakukan dan semakin banyak hardware yang kompatibel dengan 64-bit, antara lain prosesor Athlon 64, Athlon X2, Phenom, Sempron 64, Turion, semua Intel Core 2, Core i, serta berbagai CPU Celeron dan Pentium. Bila sudah siap untuk beralih ke Windows 7, sebaiknya Anda mencoba kekuata 64-bit ini.
Sebenarnya apasih yang dimaksud dengan 64 bit? Dengan struktur CPU ini, 64 bit dapat memproses lebih banyak data per siklus kerja. Aplikasi tertentu juga berjalan lebih cepat dengan data troughput yang lebih baik. Selain itu, sistem ini juga mendukung kapassitas RAM yang hampir tidak terbatas sehingga dapat dipergunakan oleh program secara penuh. Bila RAM cukup, software tidak perlu lagi menyimpan data pada hard disk yang tergolong lambat. Kinerja ini langsung terasa bila menjalankan aplikasi multimedia karena aplikasi ini umumnya cepat menghabiskan RAM sebesar 4 GB atau bahkan lebih. Agar sistem 64 bit berjalan cepat, Anda pun harus menggunakan software dan hardware yang mendukung.
Bila Anda pernah beralih ke Windows XP 64 bit, mungkin kenangan buruk tersebut masih terkenang kuat. Sistem 64 bit pertama dari Microsoft dengan nama Windows XP Professional x64 Edition ini sangat mengecewakan. Tidak ada aplikasi yang sesuai dan driver untuk perangkat tidak kompatibel. Para pengembang software sudah melakukan lompatan jauh sejak pengenalan Vista dan dengan Windows 7, tiba saat yang tepat untuk keluar dari masalah penurunan performa pada 32-bit.
Perangkat untuk 64 bit ini pun sudah tersedia sejak lama. Prosesor 64-bit pertama untuk pengguna pribadi sudah ditawarkan oleh AMD sejak 2003 dengan nama Athlon 64-bit dan chipset Opteron. Tidak lama kemudian kehadirannya disusul oleh Intel. Sejak saat itu, banyak hal yang dilakukan dan semakin banyak hardware yang kompatibel dengan 64-bit, antara lain prosesor Athlon 64, Athlon X2, Phenom, Sempron 64, Turion, semua Intel Core 2, Core i, serta berbagai CPU Celeron dan Pentium. Bila sudah siap untuk beralih ke Windows 7, sebaiknya Anda mencoba kekuata 64-bit ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)